Sumenep, NewsDaerah - Acara bedah
buku Pengelolaan Pendidikan Secara Profesional Menuju Sumenep Cerdas 2015 karya
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, disayangkan
oleh Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pasalnya, selain
ditempatkan di gedung yang bukan merupakan aset daerah, juga karena melibatkan
PNS di jam aktif.
Anggota Komisi
A DPRD Sumenep, R. Achmad Jhoni Tunaidi mengatakan, jika acara tersebut
menggunakan dana APBD, harusnya tidak ditempatkan di gedung yang merupakan
milik Pemkab sendiri. Pasalnya, sesuai dengan himbauan Presiden, seharusnya
pemerintah tidak lagi menyelenggarakan acara di hotel, di kafe-kafe dan
lain-lain.
“Karena kita
memiliki gedung sendiri untuk menyelenggarakan acara. Artinya biar lebih
ekonomis. Karena memang APBD kita harus lebih berpihak kepada rakyat,” katanya
Kalau tidak
menggunakan dana dari APBD,
melainkan menggunakan uang pribadi, lanjutnya,
acara tersebut tetap tidak dapat dibenarkan. Pasalnya, peserta bedah buku
tersebut melibatkan PNS di jam efektif. Hal itu, menurutnya, akan mengurangi
pelayanan terhadap masyarakat. “Apa tidak ada waktu lain, selain jam kerja? Itu
yang saya sayangkan,” tukasnya.
“Sekecil apapun,
berangkatnya pencitraan. Sekecil apapun! Sebenarnya itu tak masalah. Asalkan
menggunakan dana pribadi. Asalkan tidak menggunakan dana APBD dan di luar jam
kerja, monggo. Tapi kalau menggunakan
dana APBD dan dilakukan di jam kerja, itu yang disayangkan. Harusnya Satpol PP
tegas, membubarkan acara itu,” tandasnya.
Bupati Sumenep mengatakan, acara bedah buku yang melibatkan PNS tersebut
merupakan bagian dari peningkatan sumber daya manusia (SDM). Sehingga, buku itu
nantinya dapat dijadikan pedoman dalam menjalankan tugasnya. Bahkan,
menurutnya, yang mengadakan acara tersebut adalah pengawas.
Terpisah, kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, A. Shadik
menuturkan, penyelenggara acara bedah buku tersebut adalah Pemkab, dalam hal ini
Disdik bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). “Artinya,
dinas pendidikan atau Pemkab membiayai dananya, LPMP mendiklat, ilmunya,” terangnya.
Untuk diketahui, acara bedah buku dilaksanakan kemarin, Senin (9/3)
bertempat di kedai HK. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. dalam acara tersebut terlihat puluhan peserta bedah buku
itu berpakaian dinas. Meski acara itu bernama bedah buku, namun dalam
kesempatan itu yang menjadi pembicara hanya Dr. Drs. KH. A. Busyro Karim, M.
Si. selaku penulis, tanpa pembanding sebagaimana lazimnya (di/fa)
