SUMENEP – Banyaknya sekolah dasar dibawah naungan Dinasi
Pendidikan (Disdik) Sumenep, yang dijabat oleh Pelaksana Tugas (PLt) mendapat
krititkan pedas dari anggota DPRD Setempat. Pasalnya, keberadaan Plt dinilai
bisa menghambat terhadap efektifitas sekolah.
”Peran kepala dalam sekolah merupakapakan jabatan
strategis, dan tidak bisa digantikan oleh Plt,” kata Anggtoa Komisi D DPRD
Sumenep Jubriyanto.
Bahlan, dirinya menilai banyaknya sekolah yang dijabat
oleh Plt itu merupakan salah satu kegagalan Disdik untuk memajukan pendidikan
di Sumenep kedepan.
”Yang jelas, kalau tidak sudah tidak ada kepalanya, maka
tidak mungkin sekolah berajlan maksimal,” ungklapnya.
informsinya, dari jumlah sekolah dasar (SD) sekitar 647, sebanyak 40 SD yang masih
dijabat Pelaksana Tugas (Plt). Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) kurang
lebih sebanyak 117 sudah didefinitif semua. Sedangkan tingkat Sekolah Menengah
Atas (SMA) kurang lebih sebanyak 43, satu diantaranya masih dijabat Plt.
Dijabatanya Plt itu karen bebrpa faktor, slaah satuanya
karenakepala sekolah definitif sudah pensiun. Selain itu disebebkan banyaknya
PNS yang tidak memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Kepala Sekolah Difinitif.
Menurut Politi PKS itu, mestinya Disdik sebelum adanya
pereodenisasi maupun sejum kepala sekolah memasuki puynra tugas, disdik
terlebih dahulu menyipkan penggantinya.
Kabid Ketenagaan Disdik Sumenep Fajarisman, membenarkan
jika saat ini masih banyak sekolah dasar yang dijabat oleh Plt. ”Memang benar.
Dan saat ini masih dalam proses,” katanya
Bahkan pihaknya telah menyiapkan sejumlah PNS untuk
menempati kekosongan kepala Sekolah saat ini. ”Pada hari jumlat lalu, sebanyak
50 guru yang telah lulus sertifikasi. Sertitikasi itu sebagai slaah satu
persyaratan untuk diangkat menjadi Kepala definitif,” katanya. (di/fa)

