Sumenep, NewsDaerah - Setelah sempat mendapat penolakan oleh siswa
maupun wali murid, di SDN Kalebbengan I yang ditandai dengan aksi mogok
sekolah, mutasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, kini juga
mendapat kritikan pedas dari Anggota DPRD Sumenep.
Bahkan mutasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah,
khususnya Guru yang bertugas di Kepuluan sering diwarnai dengan permainan yang
dilakukan oleh salah satu oknum Disdik. ”Informasi yang kami terima, memang
sering terjadi permaian, utamanya di daerah kepualuan,” kata Sekretaris Komisi
C DPRD Sumenep Moh. Imran, Kamis (5/3)
Peristiwa tersebut menurut Imran terjadi di Skolah
Dasar Negeri (SDN) Ketuapat, Kecamatan/Kepulauan Kangean. Sejumlah wali murid
banyak yang mengeluh lantaran salah satu guru dimutasi ke sekolah lain. Padahal
jumlah guru di sekolah dasar binaan Dinsdik itu kekurangan guru.
Selain itu, juga terjadi disejumlah kepuluan yang
lain. Bahkan banyak warga kepuluan lain yang sering mengadu terhadap dirinya
adanya mutasi guru yang dinilai
masih belum layak, seperti masa tugasnya belum
genap lima tahun sebagaimana persyaratan yang dikeluarkan oleh Disdik selalu
yang membidangi.
”Nah ini yang harus menjadi perhatian serius
Pemerintah Daerah, yakni Dinas Pedidikan. Jika memang belum memnuhi persyaratan
ya jangan di mutasi,” unkapnya.
Apalagi lanjut Imran, saat ini sejumlah sekolah di
daerah kepuluan masih kekurangan guru. ”Banyak sekolah yang masih butuh
tenagapengajar. Jika mutasi dilakukan secara tidak profesional, maka bisa
menganggu terhadap prosesn berlangsungan KBM (Kegiatan Belajat Mengar)
nantinya,” terangnya.
Peristiwa serupa juga terjadi di SDN Sukarame, Desa
Sukarame, Kecamtan Nunggunung. Sekolah tersebut saat ini kekuranan tenaga
pendidik setelah dua guru yang bertugas disana dilakukan mutasi ke seolah.
Bahkan, mutasi yang dilakukan saat mendekati pelaksanaan try out.
Oleh sebab itu, pihaknya selaku anggota DPRD yang
membidangi soal Pendidikan, Sosial dan Kesehatan, dalam waktu dekat akan
melakukan pemanggilan terhadap petingi Disdik setempat. ”Sebagai wakil rakyat
tentunya kami juga akan menyikapi semua keluhan yang datang dari masyarakat.
Makanya, kami akan memanggil Disdik nantinya. Sehingga, semuanya bsia jelas,
utamanya soal mutasi itu,” terangnya
Hanya saka Imran masih belum bisa memastikan jadwal
pemanggilan itu dilakukan. ”Masalah waktu kami tidak bisa memastikan. Karena
takut bebrbeturan dengan agenda internal dewan. Tapi kami pstikan dalam waktu
dekat akan memanggilnya,” janjinya.
Kabid
Ketenagaan Disdik Sumenep, Fajarisman, membantah jika mutasi yang dilakukan
serta permaina. Sebab, mutasi yang dilakukan Disdik Sumenep, sudah sesuai
prosedur, bahkan sesuai aturan yang berlaku. Mutasi diberikan atas pengajuan
dari individu guru, sekolah dan pemerintah. Kemudian disampaikan kepada pembina
pejabat untuk ditindaklanjuti.
”Bukan cuma berdasarkan pengajuan saja, melainkan
harus dilengkapi persyaratan lain, yakni pengusul minimal sudah mengabdi selama
lima tahun,’’ papar Fajarisman.
Ditanya soal mutasi guru yang tidak tepat sasaran
karena waktunya mendekati masa try out, Fajar membantah tudingan itu. Pihaknya
sudah mengajukan mutasi sejak beberapa bulan sebelumnya, namun karena keputusan
tidak kunjung keluar dan baru keluar saat menjelang try out, maka pelaksanaan
mutasi dianggap salah kaprah.
”Kami, mengusulkan mutasi sekitar bulan Januari.
Namun, keputusannya baru keluar bulan, ya kita laksanakan mutasi pada bulan
ini,” elaknya. (di/fa)

