» » Dewan : Mutasi Guru Serat Permaian Antar Oknum Guru dan Disdik

Dewan : Mutasi Guru Serat Permaian Antar Oknum Guru dan Disdik

Penulis By on Kamis, 05 Maret 2015 |


Sumenep, NewsDaerah - Setelah sempat mendapat penolakan oleh siswa maupun wali murid, di SDN Kalebbengan I yang ditandai dengan aksi mogok sekolah, mutasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, kini juga mendapat kritikan pedas dari Anggota DPRD Sumenep.
Bahkan mutasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah, khususnya Guru yang bertugas di Kepuluan sering diwarnai dengan permainan yang dilakukan oleh salah satu oknum Disdik. ”Informasi yang kami terima, memang sering terjadi permaian, utamanya di daerah kepualuan,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumenep Moh. Imran, Kamis (5/3)
Peristiwa tersebut menurut Imran terjadi di Skolah Dasar Negeri (SDN) Ketuapat, Kecamatan/Kepulauan Kangean. Sejumlah wali murid banyak yang mengeluh lantaran salah satu guru dimutasi ke sekolah lain. Padahal jumlah guru di sekolah dasar binaan Dinsdik itu kekurangan guru.
Selain itu, juga terjadi disejumlah kepuluan yang lain. Bahkan banyak warga kepuluan lain yang sering mengadu terhadap dirinya adanya mutasi guru yang dinilai
masih belum layak, seperti masa tugasnya belum genap lima tahun sebagaimana persyaratan yang dikeluarkan oleh Disdik selalu yang membidangi.
”Nah ini yang harus menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah, yakni Dinas Pedidikan. Jika memang belum memnuhi persyaratan ya jangan di mutasi,” unkapnya.
Apalagi lanjut Imran, saat ini sejumlah sekolah di daerah kepuluan masih kekurangan guru. ”Banyak sekolah yang masih butuh tenagapengajar. Jika mutasi dilakukan secara tidak profesional, maka bisa menganggu terhadap prosesn berlangsungan KBM (Kegiatan Belajat Mengar) nantinya,” terangnya.
Peristiwa serupa juga terjadi di SDN Sukarame, Desa Sukarame, Kecamtan Nunggunung. Sekolah tersebut saat ini kekuranan tenaga pendidik setelah dua guru yang bertugas disana dilakukan mutasi ke seolah. Bahkan, mutasi yang dilakukan saat mendekati pelaksanaan try out.
Oleh sebab itu, pihaknya selaku anggota DPRD yang membidangi soal Pendidikan, Sosial dan Kesehatan, dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap petingi Disdik setempat. ”Sebagai wakil rakyat tentunya kami juga akan menyikapi semua keluhan yang datang dari masyarakat. Makanya, kami akan memanggil Disdik nantinya. Sehingga, semuanya bsia jelas, utamanya soal mutasi itu,” terangnya
Hanya saka Imran masih belum bisa memastikan jadwal pemanggilan itu dilakukan. ”Masalah waktu kami tidak bisa memastikan. Karena takut bebrbeturan dengan agenda internal dewan. Tapi kami pstikan dalam waktu dekat akan memanggilnya,” janjinya.
 Kabid Ketenagaan Disdik Sumenep, Fajarisman, membantah jika mutasi yang dilakukan serta permaina. Sebab, mutasi yang dilakukan Disdik  Sumenep, sudah sesuai prosedur, bahkan sesuai aturan yang berlaku. Mutasi diberikan atas pengajuan dari individu guru, sekolah dan pemerintah. Kemudian disampaikan kepada pembina pejabat untuk ditindaklanjuti.
”Bukan cuma berdasarkan pengajuan saja, melainkan harus dilengkapi persyaratan lain, yakni pengusul minimal sudah mengabdi selama lima tahun,’’ papar Fajarisman.
Ditanya soal mutasi guru yang tidak tepat sasaran karena waktunya mendekati masa try out, Fajar membantah tudingan itu. Pihaknya sudah mengajukan mutasi sejak beberapa bulan sebelumnya, namun karena keputusan tidak kunjung keluar dan baru keluar saat menjelang try out, maka pelaksanaan mutasi dianggap salah kaprah.
”Kami, mengusulkan mutasi sekitar bulan Januari. Namun, keputusannya baru keluar bulan, ya kita laksanakan mutasi pada bulan ini,” elaknya. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons