» » Dewan Akan Panggil Kemenag, Soal Gisruh An-Nuqayah vs Kemenag

Dewan Akan Panggil Kemenag, Soal Gisruh An-Nuqayah vs Kemenag

Penulis By on Selasa, 10 Maret 2015 |



SUMENEP – Polemik yang terjadi antara Pondok Pesantren An-Nuqayah, Kecamtan Guluk-Guluk dengan Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep, mendapat sorotan tajam dari kalangan anggota DPRD Setempat. Bahkan, Komisi D DPRD Sumenep, dalam waktu dekat akan memanggilan petinggi Kemenag.
Sekretaris Komisi C DPRD Sumenep Moh. Imran mengatakan, meskipun dirinya masih belum mengetahu soal polemik yang terjadi antara Ponpes An-nuqayah Guluk-Guluk, dengan Kemnag Sumenep, namun dirinya mengaku sangat kecewa. Sebab, tindakan yang dilakukan oleh salah satu oknum kemanag dinilai telah menderai institusi yang ada.
”Prinsipnya kami masih belum tahu persisi persoalan itu,
karena masih belum dapat laporan. Namun, jika benar kami sangat menyangkan. Maknya kami akan melakukan pemanggilan nantinya,” katanya.
Menurut Imran, pemanggilan yang akan dilakukan, itu sebagai langkah kongkrit dirinya selaku wakil rakyat di gedung parlemen. ”Kami akan memfasilitasi persolan itu, sehingga persolan yang sedang dialami tidak menjadi isu liar saja. Sehingga, persoaln yang sedang menyelimuti kedunya bisa segera diselesaikan,” terangnya
Polemik anatara Ponpes An-Nugayah Guluk-Guluk dengan Kemeng Sumenep terjadi disebabkan karena lembaga yang berada di bawah naungan Ponpes An-Nugayah Guluk-Guluk, ditingkat Madrasah Aliyah dan sebagian Madrasah Tsanawiyah (MTs) menulak untuk membayar iuran dalam pelaksaan Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tahun 2015.
Iuran yang diminta oleh pihak kemang sumenep berfariasi, untuk lembaga pendidikan jenjang MTs dimitnai iuran sebesar Rp 10.000 persiswa, sedangkan untuk MA dimintai iuran sebesar Rp RP 16.000 persiswa. Sementara kegiatan Aksioma itu merupakan kegiatan rutin dua tahunan yang digelar kantor wilayah (Kanwil) Jawa Timur. Setiap Kemenag harus berpatisipasi dalam acara tersebut, serta mengirimkan utusannya di Kabupaten Tuban.
Sayangnya penarikan sumebangan yang dilakukan oleh pihak kemang dinilai sangat memberatkan, karnea penarikan iuran bersifat wajib meskipun lemabaga swasta binaan kemang tidak mengirmim siswa terbaikanya dalam mompetisi perlombaan Aksioma tersebut.
”Kami kita kalau ini benar, wajarlah kalau lemabaga merasa keberatan. Karena tidak semestinya sumbangan itu diminta terhadap semua siswa. Kalau yang ikut perlombaan itu kan wajar,” terangnya.
Infromsinya pada acara tersebut Kemanag Sumenep akan mengutus sebanyak 90 siswa batik ditingkat MTs maupun siswa ditingkat MA. Hanya saja sebelum didelegasikan ketingkat Jawa Timur, sejumlah pesrta dari berbagai sekoilah akan dilakukan seleksi di tingkat Kabupaten.
Sementara setiap lembaga yang akan mengikut sertakan ditingkat kabupaten hanya diperbolehkan mengutus siswa terbaikanya sebanyak tiga orang.
”Ini kan sama halnya penekanan. Masak kalau tidak mau ikut masih dimintai sumbangan. Ini kan tidak rasional,” ungkapnya.
Akibatr persolan itu membuat salah satu ponpes terkemuka di pulau madura itu, berencana henkang dari naungan kemenag sumenep. Bahkan, salah satu pengelola MTs mengaku sudah tidak kerasan berada dinaungan Kemenag.
Sementara Kepala Kemanag Sumenep Moh. Shodiq dirinya selaku pemegang tampuk kekuasaan di Kemanag Sumenep mengaku rela jika Madrasah yang ada di bawah naungan pondok pesantren (ponpes) An-nuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, keluar dari nauangan Kemanag Sumenep.
”Masalh pindah dan tidaknya itu merupakan kewenangan pengelola madrasah, dan itu tidak menjadi masalah pada kami. Karena kami memberikan kebebasan penuh pada pihak sekolah. Jadi, silahkan jika Madrasah di An-nuqayah mau bernaung dibawah kemenag maupun di lembaga yang lain,” kata Shodiq kemarin.
Sebab, lanjut Shodiq pihaknya telah berupaya untuk menyelesaikan persolan yang sedang terjadi di Madrasah An-nuqayah. Salah satuanya, pihaknya telah mengutus salah satu pengawas Madrasah Kecamatan Guluk-Guluk, untuk menanyakan kebenaran isu jika Madrasah di An-nuqayah, mau memisahkan diri dari Kemenag. ”Jika memang benar mau memisahkan diri dari kemaneg, kami intruksikan agar piagam sekolahnya diserahkan,” terangnya (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons