Sumenep.NewsDaerah – Dugaan adanya indikasi adanya bancakan dalam pelaksanaan
kegiatan Ajang
Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) tahun 2015
yang diselenggarakan oleh KKM (Kelompok Kepala Madrasah) dibawqah naungan Kementrian
Agama (Kemenag) Sumenep, terus mencuat. Bahkan, saat ini ada dugaan jika
sebagian dana pelaksanaan aksiona mengalir ke salah satu oknum Kemenag.
Informasinya, untuk
pelaksanaan Aksioma ditingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dimintai sumbangan Rp
10 ribu persiswa dimasing-masing lembaga. Dari uang sumbangan tersebut sebesar
Rp 3 ribu diberikan kepala Kanwil Jatim dan Rp 7 ribu dikelola Kemenag Sumenep,
untuk pembiyaan kegiatan acara tersebut.
”Untuk pastinya
kami masih belum mengetahui. Tapi
rumur yang berkembang seperti itu,” kata Tim
Investigasi Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi Pelor.
Aksioma
merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kemenag disetiap kabupaten/kota,
pelaksaan itu dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk menjaring atlit yang
profesional. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap dua tahun satu kali.
Sedangkan penyelenggara kegiatan tetsebut adalah KKM (Kelompok Kepala
Madrasah).
Semua pembiayaan
pelaksanaan Aksioma dibebankan kepada madrasah dengan cara dimintai sumbangan
sesuai jumlah siswanya. Sumbangan yang bersifat wajib itu berfariasi, jika tingkat
MTs Rp 10 ribu persiswa untuk jenjang MA Rp 16 ribu persiswa. Sumbangan
tersebut berlaku bagi semua lembaga, baik yang akan berpartisipasi atau lembaga
yang tidak mengirimkan siswa terbaiknya dalam acara dimaksud.
”Kami terus akan
melakukan penelusuran adanya informasi itu. Jika mememang benar, kami sangat
menyayangkan atas tindakan itu,” terangnya
Sebab, lanjut
Junaidi, tidak semestinya prilaku tersebut dilakukan. ”Jika memang benar, mestinya
tidak terajadi, karnea perbutan itu menjadi presiden buruk terhadap generasi
bangsa kedepannya,” kesalnya.
Kepada Kemenag
Suemenep Moh. Shodiq terkesan cuek saat dikonformasi melalui telepon selulernya
tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. Demikian pula saat
dikonfirmasi melalui pesan singkatnya (SMS) hingga berita ini diturunkan tidak
meresponnya.
Namun sebelumnya, dirinya
tekersan lepas tangan terkait anggaran pelaksaan Aksioma. Sebab, penganggaran
pelaksanaan kegiatan Aksioma dirinya masih belum menjabat sebagai kepala
Kemenag. ”Kegitan Aksioma itu kan merupakan kegitan dua tahunanan. Jadi, saya
kurang begitu tahu soalnya saya masih belum menjabat sebagai kepala. Namun
kemungkinan besar untuk seluruh madura anggrannya itu pasti sama,” katanya
Selain itu, lanjut
Shodiq anggaran pelaksaan Aksioma telah dimusyawarahkan oleh KKM Pusat,
Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sehingga, pembiyaan pelaksanaan Aksioma itu
ditanggung bersama oleh pengelola sekolah. ”Jadi, sangat tidak mungkin kalau
anggran itu dikatakan tidak rasional,” pungkasnya. (di/fa)

