![]() |
| Andik Saat di Sumenep |
Sumenep, NewsDaerah
– Semangat Andik salah satu Warga
Banten Jawa Barat, sungguh luar biasa. Kakek berusia 72 tahun ini
mengelilingi sejumlah pulau dan 140 kota/kabupaten yang berada di Indonesia,
utamanya dari daerah Banten hingga Denpasar Bali. Saat ini kakek lansia yang sudah mempunyai 7 putra dan
12 cucu itu, sudah sampai di Kabupaten Sumenep.
Menariknya, meskipun rambutnya sudah berubah
warna menjadi putih, namuan kondisi fisiknya tetap fit layaknya pria yang masih
berumur 30-40 tahun. Buktinya, dengan serba keterbatasan, pria yang berdomisili
di Banjarmasin Kalimantan Selatan itu masih mempu menempuh jarak 6.000 km
selama lebih kurang 7 bulan naik sepeda ontel dengan mengunjungi seluruh
kabupaten/kota di Jawa dan Bali.
Andik mengatakan, tujuan dirnya mengelilingi
pulau itu, tiada lain untuk memebrikan penyadaran bagi generasi muda agar tetap
peduli terhadap lingkungan, termasuk melesatarikan hutan yang ada di bumi
nusantara ini.
”Bagaimanapun alasannya kehutanan merupakan
bidang kita, dan merupakan tugas kita untuk melestarikannya,” kata Andik saat
ditemui di Kantor Pemda Sumenep Kemarin.
Menurutnya, saat ini dirinya di Kabupaten
Sumenep telah banyak bersosialisais dengan sejumlah kalangan, termsuk dengan
masyarakat di daerah kepauluan. Sebab, semenjak berada di kabupaten ujung timur
pulau madura ini, dirinya telah mengunjungi dua desa di Kecamatan/Kepuluan
Kangean. Salah satu yang dikunjungi yakni Dusun Patapan pulau Kangean.
”Sejak tanggal 22 September 2014 lalu, kami
sudah sampai di Sumenep, dan tinggal satu bulan lagi kami harus sampai di Bali.
Jadi, selama 7 bulan saya harus mengunjungi semua kota kabupaten di Jawa dan
Bali, termasuk meminta tanda tangan dari para pejabat mulai dari Gubernur,
Bupati dan Walikota,” ungkapnya
Perjalan itu, lanjut Andik dimulai dari
Banten menuju Denpasar, pulau Madura, Surabaya, Malang. Selanjutnya menuju Nusa
Tenggara, Sulawesi Kalimantan, Sumatera dan rencananya kembali lagi ke
Banten dalam waktu 1,5 tahun.
Humas Perhutani KPH Madura Imam Syafi’i
mensuport tidakan yang dilakukan oleh Andik. Bahkan, dirinya bersama sejumlah
petugas Perhutani KPH Madura turut mengantarkan Andik ke sejumlah instasi
terkait. Seperti kantor Pemada dan Kantor DPRD untuk menemui dan meminta
tandatangan pimpinan DPRD dan juga Bupati setiap daerah di madura.
”Karena ini ada hubungannya dengan kehutanan,
maka kami hantarkan. Tadi malam dia difasilitasi untuk bermalam di hotel,”
katanya saat berada di Sumenep kemarin. (nd/di)

.jpg)