» » 745 Tahun Berdiri, 50 Persen Warga Belum Teraliri Listrik

745 Tahun Berdiri, 50 Persen Warga Belum Teraliri Listrik

Penulis By on Selasa, 31 Maret 2015 |


Gardu Listrik Sumenep

Sumenep, NewsDaerah – Pengembangan jaringan listrik di Kabupaten Sumenep belum maksimal. Buktinya, meskipun Kabupaten Sumenep telah berdiri sekitar 745 tahun, namun sebanyak 50 persen rumah penduduk masih belum mendapatkan aliran listrik.
 Informasinya, separuh warga yang belum terali listrik itu, menyebar luas di 27 Kecamatan yang berada di daerah Kepualuan maupun di daerah daratan Sumenep. Lambannya pengembangan listri di daerah kepuluan itu disebabkan letak geografis yang terpetatk-petak sehingga menjadi kendala besar untuk pengembangan jaringan.
”Kalau di daerah daeratan yang masih belum terslauri listrik, mayoritas rumah warga yang berada di daerah pinggiran. Karena lokasinya sangat tidak memungkinkan,” kata Kepala kantor energi sumber daya mineral (ESDM) Abd Kahir.
Dia mencontohkan, rumah warga yang masih belum teraliri listrik didaerah daratan, yakni  Kecamatan Batang-Bantang, Pasongsongan, Guluk-Guluk, Batu Putih, Kecamtan Gapura dan beberapa kecamatan yang lain.
”Untuk pengembangan listrik ini tidak bisa dilakukan secara serentak, melaikan harus dilakukan secara bertahap. Karena itu semua disesuikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” terang mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu.
Bahkan tahun ini pengembangan listrik di sumenep hanya terpusat di satu titik saja, yakni di Desa Jangkong, Kecamatan Batang-Batang. Sementara untuk pengembangan di pusatkan didua titik, yakni di Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih dan desa kombang, Kecamatan Talango.
”Untuk pengembangan, kami masih melihat potensi wilayahnya dulu. Kalau di Jangkong, kami harap bisa mendukung pengembangan pariwisata yang ada di sana,” terangnya.
Hanya saja dirinya menghimbau agar semua warga bersabar, meskipun tahun ini tidak bisa teraliri listrik, namun dirinya berjanji akanmengupaykan pada tahun-tahun berikutnya.
Sebab, pengembangan listrik ini tidak hanya dilakukan dilakukan oleh pemerinta daerah melaikan pemerintah melalui Program itu dilaksanakan oleh PT PLN Persero melalui program listrik perdesaan, juga melakukan pengembangan.
”Kalau pembanguan yang dilakukan oleh pusat, itu akan menggunakan
anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Sementara untuk daerah kepuluan kami juga melakukan pengembangan dengan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik enaga disel (PLTD),” ungkapnya.
Maneger PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet mengatakan, jika pada tahun 2015 ini pihak PLN tidak mengalokasikan anggaran untuk pengembangan jaringan, melainkan akan melanjutkan program tahun 2014 yang masihbelum terselesaikan.
Progam yang akan diselesaikan tahun ini diantranya, Kecamatan Lenteng, Kecamatan Dungkek dan Kecamatan Batang-Batang. ”Untuk sementara kami terlebih dahulu akan akan fokus untuk menyelesaikan program 2014 yang belum rampung. Soalanya program ini sifatnya berkelanjutan,” tukasnya. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons