SUMENEP – Daerah rawan kecelakaan lalu lintas
di Kabupaten Sumenep, saat ini mulai bergeser ke wilayah pedesaan. Awalnya,
wilayah black sport itu berada di seputar kota, yakni Jalan Raya
Pamekasan-Sumenep.
Berdsarakan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, selama tahun 2015 lokasi
kecelakaan lalu lintas terjadi di 14 titik. Yakni jalan Raya Desa Kasengan,
Kecamatan Manding, Desa Matanair, Kecamtan Rubaru, Desa Campur Barat, Kecamtan
Ambunten, Desa Sentol Laok, Desa Prenduan, Kecamtan Pragaan, Desa Longos,
Kecamtan Gapura, Desa Aengdakeh, Kecamtan Bluto dan Desa Lenteng Barat
Kecamatan Lenteng.
Kapolres
Sumenep AKBP Marjoko melalui Kasatlantas AKP Musa Bahktiar mengatakan, sejak
akhir tahun 2013 yang lalu, jalur tengkorak sudah bergeser dari jalan perkotaan
ke desa.
Jika sebelumnya sering terjadi kecelakaan
maut di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep, kali ini black sport bergeser ke jalan
desa. ”Sejak awal tahun 2015 kecelakaan lalu lintas mayoritas terjadi di
wilayah pedesaan atau jalan kecamatan. Sedagkan wilayah kepuluan, yang rawan
laka adalah di Kepuluan Raas,” katanya
Menurutnya
penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut diakibatkan faktor prilaku manusia
dalam menggunakan jalan raya atau yang dikenal human
error.
Selah
satunya, saat akan belok arah pengendara sering tidak menghidupakn lampu reting
atau teralu jauh mengambil stand saat akan belik arah. Sehingga, secara
otomatis akan mengambil arah yang berlawanan.
”Di
daerah perkotaan, kondisi jalannya kami kira sudah baik semua. Berbeda dengan kondisi jalan di sejumlah
pedesaan, saat ini masih banyak yang rusak dan juga sempit. Mungkin itu juga
menjadi penyebab salah satu terjadinya laka lantas,” terangnya
Kendati
demikian, pihaknya akan terus berusaha kedepannya, termasuk akan koordinasi
dengan pemerintah setempat terkait kondisi jalan yang dinilai masih sempit.
Termasuk didalamnya pengadaan trafiking ligh.
Selin
itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terhadap sejumlah elemen
masyarakat, tentang cara berkendaraan yang baik. Seperti memakai helem strandar
dan juga menghidupkan lampu disiang hari.
”Ini
kami lakukan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinga laka lantas
kedepannya. Karena kami yakin, ketika penendara mematuhi cara berklendaraan
yang baik, tidak akan terjadi kecelakaan,” tukas mantan Kapolsek Kerek, Tuban,
itu. (di)
