» » Wilayah Black Sport Mulai Bergeser Kedaerah Pedesaan

Wilayah Black Sport Mulai Bergeser Kedaerah Pedesaan

Penulis By on Senin, 09 Februari 2015 |



SUMENEP – Daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumenep, saat ini mulai bergeser ke wilayah pedesaan. Awalnya, wilayah black sport itu berada di seputar kota, yakni Jalan Raya Pamekasan-Sumenep.
Berdsarakan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, selama tahun 2015 lokasi kecelakaan lalu lintas terjadi di 14 titik. Yakni jalan Raya Desa Kasengan,
Kecamatan Manding, Desa Matanair, Kecamtan Rubaru, Desa Campur Barat, Kecamtan Ambunten, Desa Sentol Laok, Desa Prenduan, Kecamtan Pragaan, Desa Longos, Kecamtan Gapura, Desa Aengdakeh, Kecamtan Bluto dan Desa Lenteng Barat Kecamatan Lenteng.
 Kapolres Sumenep AKBP Marjoko melalui Kasatlantas AKP Musa Bahktiar mengatakan, sejak akhir tahun 2013 yang lalu, jalur tengkorak sudah bergeser dari jalan perkotaan ke desa.
Jika sebelumnya sering terjadi kecelakaan maut di Jalan Raya Pamekasan–Sumenep, kali ini black sport bergeser ke jalan desa. ”Sejak awal tahun 2015 kecelakaan lalu lintas mayoritas terjadi di wilayah pedesaan atau jalan kecamatan. Sedagkan wilayah kepuluan, yang rawan laka adalah di Kepuluan Raas,” katanya
Menurutnya penyebab tingginya angka kecelakaan tersebut diakibatkan faktor prilaku manusia dalam menggunakan jalan raya atau yang dikenal human error.
Selah satunya, saat akan belok arah pengendara sering tidak menghidupakn lampu reting atau teralu jauh mengambil stand saat akan belik arah. Sehingga, secara otomatis akan mengambil arah yang berlawanan.
 ”Di daerah perkotaan, kondisi jalannya kami kira sudah baik semua.  Berbeda dengan kondisi jalan di sejumlah pedesaan, saat ini masih banyak yang rusak dan juga sempit. Mungkin itu juga menjadi penyebab salah satu terjadinya laka lantas,” terangnya
Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha kedepannya, termasuk akan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait kondisi jalan yang dinilai masih sempit. Termasuk didalamnya pengadaan trafiking ligh.
Selin itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terhadap sejumlah elemen masyarakat, tentang cara berkendaraan yang baik. Seperti memakai helem strandar dan juga menghidupkan lampu disiang hari.
”Ini kami lakukan sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinga laka lantas kedepannya. Karena kami yakin, ketika penendara mematuhi cara berklendaraan yang baik, tidak akan terjadi kecelakaan,” tukas mantan Kapolsek Kerek, Tuban, itu. (di)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons