» » Warga Pulau Arjasa, Keluhkan Pelayanan PLN

Warga Pulau Arjasa, Keluhkan Pelayanan PLN

Penulis By on Rabu, 11 Februari 2015 |



            SUMENEP – Sejumlah warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, mengeluhkan pelayanan listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak maksimal. Pasalnya, meskipun cuaca bagus, setiap pekan selalu terjadi pemadaman.
            Salah satu warga setempat Mustari mengatakan, akhir-akir ini pemadaman listrik didaerahanya sering terjadi. ”Dulunya hampir dua kalai dama seminggu selalu padam, tapi saat ini sudah mendingan hanya seminggu sekali,” katanya
Menurutnya, terjadinya pemadaman itu diduga karena kekuatan energi yang dihasilkan mesin genset tidak sepadan dengan jumlah pengguna.
”Selain itu, kami juga menduga disebabkan karena banyaknya pengguna listrilk ilegal. Kalau tidak percaya silahkan telusuri saja,” katanya
Bahkan kata Mustari, pengguna listrik ilegal terkesan sudah menjadi budaya
yang tidak bisa dipisahkan dengan kondisi warga setempat.
Banyaknya pengguna listrik ilegal itu, diduga akibat kerjasama diantara waga dnegan pihak operator setempat. ”Kami yakin, saat ini pelayanan yang diberikan oleh PLN sudah bagus. Tapi saya menduga ada oknum petugas yang ikut memfasilitasi penggunaan listrik ilegal itu,” ungkapnya.
Oelh sebab itu, pihaknya selaku bagia dari pengguna listrik berharap agar perseoalan tersebut segera ditindak lanjnuti. ”Itu pelu dilakukan, karena kami takut warga sampai berubah fikiran yang memicu prilaku anarkis,” harapnya.
Manager PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet Riyadi membenarkan jika di Kecamatan Arjasa saat ini sedang dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman itu dilakukan setiap satu kali dalam seminggu. ”Memang benar, karena terjadi difisit energi sampai 270 kilo watt (KW). Itu terjadia karena mesin gendetnya masih dalam tahap pembenahan,” katanya
Menrutnya, jika hal itu tidka dilakukan, pihaknya khawatir sampai terjadi kerusakan yang lebih parah. Sehingga, secara otomatis warga tidak bisa menikmati aliran listrik. ”Kami memang sengaja dilakukan pemadaman, itu terjadi secara bergilir dalam sepeakan sesui jadwal yang telah disepakati bersama,” katanya
Kendati demikian, pihaknya berjanji untuk segera memperbaikinya. Sehinga dipastikan jika perbaikan sperpat mesin genset itu sudah seelsai, bulan depan akan kembali normal seperti sediakala.
”Tidak bisa dipungkiri jika perbaikan ini membutuhkan waktu yang agak lama. Karena seperpart harus dibeli di luar negeri,” ungkapnya.
          Ditanya soal adanya dugaan adanya pelanggan ilegal, pihaknya mengaku hgingga saat ini masih belum mengetahui mengetahui kepastiannya. Sebab, masih melakukan verifikasi. ”kami sadari, kemungkian adanya pemakai listrik ilegal memang ada. Tapi kami berjanji jika perbaikan itu sudah selesai, akankami tertibkan semua,” tukasnya.
            Untuk diketahui, di Kecamatan Arjasa, Pulau Sapeken, sejumlah warga meniukmati alairan listrik hanya sebnayak 12 jam. Sedangkan untuk pembangkit listrik menggunakan mesing genset. Adapun mesin genset saat ini berjumlah 9 unit. Diantaranya 4 unit milik PT PLN dan 5 unit lainnya milik salah satu peruhsaan yang disewakan kepada PT PLN. ”Jadi, disana saat ini ada dua kepemilikan, satu milik PT Tamindo dan satunya milik PT Indo Tama,” tutup Slamet. (df)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons