» » Dewan : Pelayanan Pendidikan di Sumenep Anjlok

Dewan : Pelayanan Pendidikan di Sumenep Anjlok

Penulis By on Rabu, 11 Februari 2015 |

ilustrasi Buy Google
SUMENEP - Besaran anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah daerah setiap tahun untuk peningkatan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, ternyata tidak bisa membuat kualitas pendidikan lebih baik. Buktinya, beradasarkan hasil survie Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) tahun 2014 lalu pendidikan sumenep masih tergolong minim, yakni berada di urutan 34 se Jawa Timur.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumenep Abrari menjelaskan, hasil survie tersebut menunjukkan jika kualitas pelayanan pendidikan di Sumenep, perlu ada inprovisasi dan inovasi baru. Sehingga kedepannya kualitas pendidikan di Sumenep tidak lagi berada di rengkin ke 34.
"Kualitas Pendidikan di Sumenep bisa dibilang lebih buruk daripada kuakitas pelayanan
Pendidikan di Sampang yang saat ini berada di rengkin 27 se Jawa Timur," kata Abe Sapaan Akrabnya Abrari.
Menurut legislator muda asal Kecamatan Pragaan itu, kondisi dunia pendidikan itu menjadi tanggungjawab bersama, termasuk pemerintah daerah kedepan. "Hal itu terlepas dari besaran anggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah, dan juga realisasi anggaran dialokasikan ke jalan yang benar atau sebaliknya. Namun, ini menyangkut ketegasan kita semua," terangnya.
Ketegasan tersebut sambung Abe, tidak akan pernah lahir dari rakyat jelata, melainkan muncul dari atasan. Sebab, semua kebijikan tidak diciptakan oleh bawahan melainkan lahir dari pujuk kepemimpinan.
Bahkan menurutnya, besaran anggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah tidak akan berguna apabila tidak dilakukan secara profesional. Demikian pula layanan tidak akan pernah baik jika tidak dilakukan dengan profesional. "Artinya, dua kebijakan itu apabila tidak dilakukan, maka menjadi salah satu pertimbangan bagi Bupati (A. Busyro Karim) untuk merombak atau memepertahankan SDM (Sumber Daya Manusia) diinternal Dinas Pendidikan," terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumenep A. Shadik masih belum bisa menjelaskan soal penggunaan itu semua. Sebab, saat dihubungi melalui teleon selulernya, dirinya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. Begitupula saat dihubungi melalui pesan singkatnya, sampai berita ini diturunkan belum merespon.
Untuk diketahui, anggaran yang disedikan oleh pemerintah sumenep untuk dinas pendidkan lebih tinggi dibandingkan dnegan anggran yang lainnya. Yakni hingga mencapai Rp 33 miliar 338 ribu. Bidang kesehatan Rp 6 miliar 473 juta. Bidang infrastruktur jalan Rp 16 miliar 080 juta, bidang infrastruktur irigasi Rp 3 miliar 338 juta, dan bidang infrastruktur air minum dan sanitasi sebesar Rp 6 miliarr 726 juta. 
Kemudian untuk bidang kelautan dan perikanan Rp 5 miliar 340 juta, bidang pertanian Rp 8 miliar 480 juta, bidang lingkungan hidup Rp 1 miliar 593 juta, bidang keluarga berencana Rp 1 miliar 601 juta, dan bidang kehutanan Rp 1 miliar. (df)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons