» » PLN Dinilai Diskriminasi

PLN Dinilai Diskriminasi

Penulis By on Kamis, 12 Februari 2015 |



SUMENEP – Keluhan sejumlah warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, terkati pelayanan penrangan yang diberikan oleh PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) mendapat tanggapan serius dari sejumlahkalangan. Koordinator Lemabga Kajian Kritis Sumenep (LKKS) Junaidi pelor mengatakan jika pihak PLN dinilai diskriminasi  dalam memberikan layanan terhadap sejumlah pelanggan, utamanya di daerah kepauluan.
Salah satu contoh bentuk tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh pihak PLN, seringnya terjadi pemadaman. Sementara pelanggan selalu ditekan untuk membayar setipa bulan. Jika itu tidak dilakukan, maka petugas PLN dengan ganasnya melakukan pemutusan. Bahkan miterannya sampai ada yang dilakukan pencabutan.
”Amatan kami, kejadian seperti itu tidak hanya tidak terjadi di sejumlah
daerah kepuluan saja, melainkan di daerah daratan juga demikian,” katanya
Anehnya, kata Junaidi, tindakan tersebut tidak diberlakukan secara merata, melainkan hanya dilakukan kepada pihak yang dinilai banyak tidak memahami prosedur pemcabutan jaringan. Seperti orang awam yang berada di daerah pedalaman.
Tindakan tersebut, kata Junaidi telah menunjukkan adanya permainan yang dilakukan oleh salah satu petugas PLN yang ada di lapangan. ”Perkiraan kami sudah ada kongkalikong yang dilakukan oleh petugas PLN. Kalaupun itu akan diterapkan, ya pihak PLN jangan pilah-pilih. Semua yang melanggar harus dilakukan pencabutan juga,” terangnya
Sementar Manager PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet Riyadi mengatakan, aksi pemadaman yang dilakukan oleh PT PLN di Kepuluan Raas itu memang sudah dijadwalkan oleh petugas PLN.
Hal itu disebebkan karena terjadi difisit energi sampai 270 kilo watt (KW) yang dikaibatkan adanya kerusakan mesin genset.”Kami memang sengaja dilakukan pemadaman, itu terjadi secara bergilir dalam sepekan sesuai jadwal yangada,” katanya
Ditanya soal adanya dugaan adanya pelanggan ilegal, pihaknya mengaku hgingga saat ini masih belum mengetahui mengetahui kepastiannya. Sebab, masih melakukan verifikasi. Sementara untuk pelayanan, pihaknya terus berupaya untuk membenahi, bahkan selama ini pihaknya dalam memberikan pelayan tidak pernah pandang bulu.
”Kami sadari, kemungkian adanya pemakai listrik ilegal memang ada. Tapi kami berjanji jika perbaikan itu sudah selesai, akankami tertibkan semua,” tukasnya. (df)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons