SUMENEP – Keluhan sejumlah warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, terkati pelayanan
penrangan yang diberikan oleh PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) mendapat
tanggapan serius dari sejumlahkalangan. Koordinator Lemabga Kajian Kritis
Sumenep (LKKS) Junaidi pelor mengatakan jika pihak PLN dinilai diskriminasi dalam memberikan layanan terhadap sejumlah
pelanggan, utamanya di daerah kepauluan.
Salah satu contoh bentuk tindakan diskriminasi yang
dilakukan oleh pihak PLN, seringnya terjadi pemadaman. Sementara pelanggan
selalu ditekan untuk membayar setipa bulan. Jika itu tidak dilakukan, maka
petugas PLN dengan ganasnya melakukan pemutusan. Bahkan miterannya sampai ada
yang dilakukan pencabutan.
”Amatan kami, kejadian seperti itu tidak hanya tidak terjadi
di sejumlah
daerah kepuluan saja, melainkan di daerah daratan juga demikian,”
katanya
Anehnya, kata Junaidi, tindakan tersebut tidak
diberlakukan secara merata, melainkan hanya dilakukan kepada pihak yang dinilai
banyak tidak memahami prosedur pemcabutan jaringan. Seperti orang awam yang
berada di daerah pedalaman.
Tindakan tersebut, kata Junaidi telah menunjukkan
adanya permainan yang dilakukan oleh salah satu petugas PLN yang ada di
lapangan. ”Perkiraan kami sudah ada kongkalikong yang dilakukan oleh petugas
PLN. Kalaupun itu akan diterapkan, ya pihak PLN jangan pilah-pilih. Semua yang
melanggar harus dilakukan pencabutan juga,” terangnya
Sementar Manager PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet
Riyadi mengatakan, aksi pemadaman yang dilakukan oleh PT PLN di Kepuluan Raas
itu memang sudah dijadwalkan oleh petugas PLN.
Hal itu disebebkan karena terjadi difisit energi
sampai 270 kilo watt (KW) yang dikaibatkan adanya kerusakan mesin genset.”Kami
memang sengaja dilakukan pemadaman, itu terjadi secara bergilir dalam sepekan
sesuai jadwal yangada,” katanya
Ditanya soal adanya dugaan adanya pelanggan ilegal,
pihaknya mengaku hgingga saat ini masih belum mengetahui mengetahui
kepastiannya. Sebab, masih melakukan verifikasi. Sementara untuk pelayanan,
pihaknya terus berupaya untuk membenahi, bahkan selama ini pihaknya dalam
memberikan pelayan tidak pernah pandang bulu.
”Kami sadari, kemungkian adanya pemakai listrik ilegal
memang ada. Tapi kami berjanji jika perbaikan itu sudah selesai, akankami
tertibkan semua,” tukasnya. (df)
