» » Perbaikan Puskesmas Batang-Batang Disorot

Perbaikan Puskesmas Batang-Batang Disorot

Penulis By on Minggu, 08 Februari 2015 |



SUMENEP – Upaya pemerintah unutk memeprbaiki Kantor UPTD Puskesmas Leggung, Kecamatan Batang-Bantang mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Bahkan pekerja banguan terpaksa mencopot beberapa daun pintu di puskesmas tersebut. Hal itu dikarenakan tukang yang bekerja belum mendapatkan bayaran dari pelaksana.
Informasi yang dihimpun News Daerah, pintu yang dicopot itu yakni pintu utama dan pintu ruang rawat darurat (UGD). Hal itu dikataan oleh wakil Ketua DPRD
Sumenep Moh. Hanafi saat melakukan isnpeksi mendadak (Sidak) dengan kepala dinas kesehatan (Dinkes) A Fatoni.
”Pada awalnya saya kaget melihat puskesmas yang baru dibangun tapi utama dan ruang UGD tidak ada. Setelah saya tanyakan kepada kepala dinas, kaporannya pintu itu diambil oleh tukangnya setelah tidak mendapatkan bayaran,” katanya
Dalam sidak yang dilakukan itu, pihaknya juga menemukan beberpa kejanggalan lainnya, yakani kulitas pembangunannya dinilai tidak sesuai dnegan juknis yang ada. Sebab, salah satunya atap gedung tersebut ada yang bocor tetaptnya di ruang utama puskesmas. ”Itu juga yang menjadikan tidak habis fikir, baru diperbaiki tahun 2014, namuan kondisinya sudah seperti puskesmas yang tidak pernah diperbaiki,” terangnya
Padahal lanjut Hanafi, anggaran perbaikan gedung pukeskes tersebut dinilai sangat besar, yakni Rp 400 juta yang didanai anggaran  pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2014 lalu.
”Memang kani tidah tahu secara detil juknisnya. Tapi kalau dilihat dari hasil pekerjaannya, ini sudah ada indikasi kuat jika tidak pekerjaan itu dikerjakan asal-asalan,” ungkapnya
Dikatakan, penurunan kualitas itu disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain, pengawasan darai pemerintah yang lemah dan tidakadanya komitmen dari rekanan pelaksana proyek. ”Saya berharap kepada pemerintah melalui dinas terkait untuk menekan rekanan agar memperbaiki gedung tersebut. Apalagi masih ada dana pemeliharaan sebesar 5 persen,” katanya.
Kepala Dinkes Sumenep A Fatoni tidak menampik konidsi tersebut. Hanya saja semua persoalan itu sudah berhasil diselesaikan dnegan baik. Bahkan, pihak pelaksana berjanji dalam waktu dekat akan segera mengembalikan pintu yang dicopot tersebut. ”Minggu lalu pelaksananya berjanji untuk mengembalikannya. Hanya saja tidak jadi. Kemungkinan Senin ini sudah bisa diselesaikan,” katanya.
Menurut Fatoni, pihaknya tidak khawatir dengan persoalan tersebut. Pasalnya, selama satu tahun gedung itu masih dalam tahap pemeliharaan. ”Jika dalam waktu itu terdapat persoalan yang serius maka dana tidak bisa dicairkan,” ungkapnya.
Kendati demikian mantan Sekretaris Dinkes Sumenep itu, membantah jika pekerjaan gedung tersebut tidak sesuai RAB. Sebab, dirinya yakin jika memang pekerjaan itu tidak sesuir dnegan RAB pemerintah daerah tidak akan menerimanya. ”Itu sudah diserahkan ke pemerintah daerah. Sementra untuk atap yang bocor, kami juga sudah laporkan. Sehingga, bisa segera diperbaiki,” tukasnya. (gf)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons