SUMENEP – Kondisi jalan di Pelabuhan Brakas,
Kecamatan/Pulau Raas sangat memprihatinkan. Padahal jalan pelabuhan yang
menjadi akses utama warga saat beraktifitas itu, baru selesai dilakukan
perbaikan yakni pengaspalan pada bulan desembar 2014 lalu. Namun kondisinya
saat ini sudah banyak yang menggelupas bahkan sudah banyak yang berlubang.
Informasi
yang berhasil dihimpun News Daerah,
pekerjaan jalan tersebut baru selesai
menjlang penutupan tahun 2014 lalu.
Adapun sumber dana perbaikan itu diambilkan dari APBD (Anggran Pendapatan
Belanaja Daerah) tahun 2014 sebesar Rp 140 juta.
”Kerusakannya
tidak hanya di satu titik saja. Banyak aspal yang sudah mengelupas. Padahal ini
baru saja dierbaiki,” kata salah satu warga setempat yang enggan disebutkan
namanya.
Menurutnya,
dirinya seudah mencurigai jika pekerjaan tersebut dtidak akan bertahan lama.
Sebab, dilihat dari hsil pekerjaan sementara sudah tidak bagus. Bahkan
pekerjaannya terkesan dikerjakan asal-aslan. ”Ini slahsatu bukti jika pekerjaan
itu tidak diawasi secara maksimal. Sehingga, hasilnya tidak than lama,”
ungkapnya
Menggapi
hal itu, anggota komisi C DPRD Sumenep Moh. Ramsi mengatakan, dirinya selaku
wakil rakyat sangat menyayangkan pekerjaan tersebut. Sebab, masih belum dinikmatri
oleh warga setempat kondisinya sudah mulai rusak.
Menurut
Ramzi, cepat rusaknya pengaspalan jalan tesebut besar kemungkinan karena
rekanan dalam mengerjakan itu tidak sesuai dengan rencana anggaran dan biaya
(RAB). ”Jika memang dikerjakan secara sesuai RAB, jelas kondisi tersebut tidak
akan cepat rusak,” terannya
Selain
itu, lanjut politisi asal Kecamatan Pragaan itu, dirinya juga mencurigai
terjadinya karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Dinas
Perhubungan (Dishub) selaku pengelola anggran. Sehingga, rekanan tidak
melaksanakan proyek dengan benar. ”nah kalau begitu, maka anggaran yang
disedikan menjadi sia-sia,” terangnya
Oleh
sebab itu, dirinya mendesak agar Dishub untuk turun tangan mengcek hasil
pekerjaan tersebut. Jika memang ditemukan pelanggaran pemerintah harus
memberikan sanksi tegas kepada rekanan pelaksana proyek.
”Penyebab jalan itu cepat rusak harus diselidiki oleh
pemerintah. Jika karena pengerjaanya maka pemerintah tidak boleh segan-segan
untuk memberuikan sanksi tegas,” terangnya.
Kepala Dishu) Sumenep Mohamad Fadillah tidak menampik kondisi jalan pelabuhan
itu sudah mulai rusak. Hanya saja mantan Kepala BPBD Sumeneo membantah rusaknya
pelabuhan itu karena dikerjakan secara asal-asalan.
Menurutnya, mengelupasnya aspal pelabuhan disebabkan
karena pelabuhan itu kerab dilewati kendaraan roda empat. Apalagi, saat ini
sedang musim hujan. ”Saya juga sudah melihat saat kunjungan ke Raas. Di sana
sering dilewati kendaraan roda empat,” katanya.
Untuk itu pihaknya akan meminta agar kerusakannya
tidak semakin meluas. ”Saya sudah menghubungi pelaksananya. Dan pelaksananya
sanggup untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” tukasnya. (jk)
