» » Perbaikan Pelabuhan Tak Seumur jagung

Perbaikan Pelabuhan Tak Seumur jagung

Penulis By on Minggu, 08 Februari 2015 |



SUMENEP – Kondisi jalan di Pelabuhan Brakas, Kecamatan/Pulau Raas sangat memprihatinkan. Padahal jalan pelabuhan yang menjadi akses utama warga saat beraktifitas itu, baru selesai dilakukan perbaikan yakni pengaspalan pada bulan desembar 2014 lalu. Namun kondisinya saat ini sudah banyak yang menggelupas bahkan sudah banyak yang berlubang.

Informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, pekerjaan jalan tersebut baru selesai
menjlang penutupan tahun 2014 lalu. Adapun sumber dana perbaikan itu diambilkan dari APBD (Anggran Pendapatan Belanaja Daerah) tahun 2014 sebesar Rp 140 juta.

”Kerusakannya tidak hanya di satu titik saja. Banyak aspal yang sudah mengelupas. Padahal ini baru saja dierbaiki,” kata salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, dirinya seudah mencurigai jika pekerjaan tersebut dtidak akan bertahan lama. Sebab, dilihat dari hsil pekerjaan sementara sudah tidak bagus. Bahkan pekerjaannya terkesan dikerjakan asal-aslan. ”Ini slahsatu bukti jika pekerjaan itu tidak diawasi secara maksimal. Sehingga, hasilnya tidak than lama,” ungkapnya

Menggapi hal itu, anggota komisi C DPRD Sumenep Moh. Ramsi mengatakan, dirinya selaku wakil rakyat sangat menyayangkan pekerjaan tersebut. Sebab, masih belum dinikmatri oleh warga setempat kondisinya sudah mulai rusak.

Menurut Ramzi, cepat rusaknya pengaspalan jalan tesebut besar kemungkinan karena rekanan dalam mengerjakan itu tidak sesuai dengan rencana anggaran dan biaya (RAB). ”Jika memang dikerjakan secara sesuai RAB, jelas kondisi tersebut tidak akan cepat rusak,” terannya

Selain itu, lanjut politisi asal Kecamatan Pragaan itu, dirinya juga mencurigai terjadinya karena lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) selaku pengelola anggran. Sehingga, rekanan tidak melaksanakan proyek dengan benar. ”nah kalau begitu, maka anggaran yang disedikan menjadi sia-sia,” terangnya

Oleh sebab itu, dirinya mendesak agar Dishub untuk turun tangan mengcek hasil pekerjaan tersebut. Jika memang ditemukan pelanggaran pemerintah harus memberikan sanksi tegas kepada rekanan pelaksana proyek.
”Penyebab jalan itu cepat rusak harus diselidiki oleh pemerintah. Jika karena pengerjaanya maka pemerintah tidak boleh segan-segan untuk memberuikan sanksi tegas,” terangnya.
          Kepala Dishu) Sumenep Mohamad Fadillah tidak menampik kondisi jalan pelabuhan itu sudah mulai rusak. Hanya saja mantan Kepala BPBD Sumeneo membantah rusaknya pelabuhan itu karena dikerjakan secara asal-asalan.
Menurutnya, mengelupasnya aspal pelabuhan disebabkan karena pelabuhan itu kerab dilewati kendaraan roda empat. Apalagi, saat ini sedang musim hujan. ”Saya juga sudah melihat saat kunjungan ke Raas. Di sana sering dilewati kendaraan roda empat,” katanya.
Untuk itu pihaknya akan meminta agar kerusakannya tidak semakin meluas. ”Saya sudah menghubungi pelaksananya. Dan pelaksananya sanggup untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” tukasnya. (jk)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons