SUMENEP –
Nasib sial menimpa Hamid (34), warga Desa Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep,
wali siswa SDN Pengarangan V harus terbaring lemas di Rumah Sakit Daerah (RSD)
dr. Moh. Anwar setelah dirinya ditusuk orang tak dikenal, Rabu (7/1) sekitar
pukul 11.15 saat akan menjemput anaknya di SDN Pengarangan V.
Berdasarka
informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, kejadian tersebut berawal saat Hamid melerai pertengkaran yang
melibatkan anak pelaku. Namun, sayangnya iktikat baiknya
itu berujung aksi
pembacokan. Akibat aksi tersebut, Hamid mengalami luka di daerah pungungnya,
sampai saat ini Hamid masih dirawat secara intensif di RSD dr. H. Moh. Anwar.
”Awaknya,
kami sekitar pukul 11.00 akan menjeput anak saya di sekolahnya. Setelah sampai
di depan sekolah anak saya, saya lihat ada dua anak-anak yang sedang akan
berkelahi. Lalau saya samperin dengan maksud melerainya. Namun, walaupun
disuruh berhenti, kedua anak itu tetap mencoba berkelahi, bahkan keduanya
saling lemparin batu,” kata Hamid saat menjalani perawatan di RSD dr. Moh. H.
Anwar kemarin.
Dikatakan,
karena dirinya khawatir tindakan keduanya berimbas kepada teman yang lain, maka
Hamid mencoba menghampiri salah satu anak tersebut sambil menjewer telinga
salah satu anak tersebut, dnegan tujuan agar pertikaian diantara keduanya
dihentikan.
Sayangnya
tidakan Hamid tersebut diketahui oleh salah satu orang tua siswa. Sehingga
membuatnya beram dan memukuili Hamid. Bahkan, pria tersebut dengan lantang menantang
hamid untuk berkelahi satu lawan satu.
”Karena
saya tidak bermaksud untuk bertengkar, maka saya tidak membalas walaupun sya
dipukul berkali-kali. Namun, setelah saya berpaling, ternyata saya ditusuk dari
belakang dengan menggunakan keris,” terangnya
Menurut
Hamid setelah itu, pria tersebut langsung kabur meninggalkan dirinya yang sudah
bersimpuh darah. ”Saya sempat meminta pertolongan kepada warga untuk membawa
saya ke rumah sakit. Namun, warga yang berada di lokasi tidak ada yang mau
membantu. Beruntung ada polisi yang sedang berpatroli,” katanya.
Ditanya
soal identitas pria yang menusuk dirinya, Hamid mengaku tidak tahu persis,
hanya saja dirinya akenal wajah. ”Yang saya tahu dia kerap berjualan peralatan
rumah tangga seperti pisau dan keris di Pasar Bangkal,” ungkapnya.
Oleh
sebab itu, dirinya meminta agar aparat penegak hukum serius menangani persoalan
tersebut. Karena selain telah melanggar hukum, juga telah berusaha membunuh
saya dnegan sengaja. ”Saya sepenuhnya memasrahkan persoalan ini kepada penegak
hukum. Karena, ini sudah jelas termasuk
pelanggaran,” ungkapnya.
Kapolsek
Kota Sumenep AKP Mohamad Heri hingga berita ini diturnkan masih belum
bisa memberikan keterangan apapun. Sebab, dirinya masih belum mendapatkan
laporan. Baik, dari keluarga korban, maupun dari warga setempat. ”Sampai saat
ini belum ada laporan. Sehingga saya tidak bisa memberikan penjelasan,” katanya
(df)
