SUMENEP – Upaya pemerintah kabupaten sumenep untuk mrealisasikan jalur
udara jurusan kepuluan setempat nampaknya akan segera terujud. Pasalnya, pada
tahun 2015 ini pemerintah kabupaten sumenep telah menggarkan sebesar Rp 8,6
miliar untuk pembangunan bandara.
Berdsarkan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, anggran yang bersumberkan dari dana APBD (Aanggran
Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2015 itu
akan digunakan untuk pembebasan lahan
seluasa 100 meter kali 1017, pembangunan landasan (runway) dan juga untuk pemasangan
pagar diwilayah ranway.
”Sesuai rencana awal, pembanguan bandara itu akan diposisikan di Desa Paseraman, Kecamatan Kangean,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadillah.
Dikatakan, pembanguan badnara di kepualuan itu, sebagai salah satu uapaya
pemerintah sumenep untuk mempercepat transportasi. "Ini merupkan uapya pemerntah untuk mengembangkan
rute penerbangan Sumenep-Kepulauan. Kalau tidak ada halangan dalam waktu dekan segera dilakukan," terangnya
Kendati demikian, anggran sebesar 8,6 tersebut
dipredisi masih sangat minim. Melihat, fasilitas di kepuluan masih belum ada.
”Kalau masih akan dibangun tempat duduk penumpang, lahan parkir untuk
penumpang, maka perlu ada penambahan biaya," ujarnya.
Mantan Kepala BPBD Sumenep itu, jika bandara di Kepuluan/Kangean itu sudah
selesai, maka penerbangan di bandra
trunojoyo menjadi lima ruta. Yakni, Sumenep-Surabaya, Sumenep-Bawean,
Sumenep-Kangean, Sumenep-Pagerungan, dan Sumenep-Masalembu.
”Unrtuk komersialisasi, Insyaalah Januari sudah bisa dilaksanakan.
Sementara untuk pesawatny amenggunakan pesawat Cessna Grand Caravam milik
maskapai Susi Air,” katanya.
Dikatakan, rute yang akan dilalui pesawat bermuatan 12 orang tersebut
antara lain Sumenep Surabaya, Sumenep Bawean, Sumenep Kangean. Namun untuk rute
Kangean masih menunggu penyelesaian landasan
Sementara Anggtoa Komisi C DPRD Sumenep Indra Wahyudi menghimbau
agarpekerjaan tersebut dilakukan dengan profesional. Sebab, jika tidak maka
rencana penerbangan Sumenep-Kangean, bisa dipastikan gagal.
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar Dishub selaku pengelula anggaran
selalu proaktif mengawasi pekerjaan tersebut. Sehingga, rekanan dalam melakukan
pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. ”Yang jelas kalau pekerjaanya
dilakukanasal-asalan, bisa dipastikan hasilnya tidak akan baik dan juga tidak
bisa tahan lama. Kalau itu terjadi, maka perushaan masih akan mikir dua kali
untuk melakukan penerbangan ke daerah kanegan,” katanya. (df)