» » Pembangunan Bandara Kepulauan Telan Rp 8,6 M

Pembangunan Bandara Kepulauan Telan Rp 8,6 M

Penulis By on Minggu, 08 Februari 2015 |



SUMENEP – Upaya pemerintah kabupaten sumenep untuk mrealisasikan jalur udara jurusan kepuluan setempat nampaknya akan segera terujud. Pasalnya, pada tahun 2015 ini pemerintah kabupaten sumenep telah menggarkan sebesar Rp 8,6 miliar untuk pembangunan bandara.
Berdsarkan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, anggran yang bersumberkan dari dana APBD (Aanggran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2015 itu
akan digunakan untuk pembebasan lahan seluasa 100 meter kali 1017, pembangunan landasan (runway) dan juga untuk pemasangan pagar diwilayah ranway.
”Sesuai rencana awal, pembanguan bandara itu akan diposisikan di Desa Paseraman, Kecamatan Kangean,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadillah.
Dikatakan, pembanguan badnara di kepualuan itu, sebagai salah satu uapaya pemerintah sumenep untuk mempercepat transportasi. "Ini merupkan uapya pemerntah untuk mengembangkan rute penerbangan Sumenep-Kepulauan. Kalau tidak ada halangan dalam  waktu dekan segera dilakukan," terangnya
Kendati demikian, anggran sebesar 8,6 tersebut dipredisi masih sangat minim. Melihat, fasilitas di kepuluan masih belum ada. ”Kalau masih akan dibangun tempat duduk penumpang, lahan parkir untuk penumpang, maka perlu ada penambahan biaya," ujarnya.
Mantan Kepala BPBD Sumenep itu, jika bandara di Kepuluan/Kangean itu sudah selesai, maka penerbangan di bandra trunojoyo menjadi lima ruta. Yakni, Sumenep-Surabaya, Sumenep-Bawean, Sumenep-Kangean, Sumenep-Pagerungan, dan Sumenep-Masalembu.
”Unrtuk komersialisasi, Insyaalah Januari sudah bisa dilaksanakan. Sementara untuk pesawatny amenggunakan pesawat Cessna Grand Caravam milik maskapai Susi Air,” katanya.
Dikatakan, rute yang akan dilalui pesawat bermuatan 12 orang tersebut antara lain Sumenep Surabaya, Sumenep Bawean, Sumenep Kangean. Namun untuk rute Kangean masih menunggu penyelesaian landasan
Sementara Anggtoa Komisi C DPRD Sumenep Indra Wahyudi menghimbau agarpekerjaan tersebut dilakukan dengan profesional. Sebab, jika tidak maka rencana penerbangan Sumenep-Kangean, bisa dipastikan gagal.
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar Dishub selaku pengelula anggaran selalu proaktif mengawasi pekerjaan tersebut. Sehingga, rekanan dalam melakukan pekerjaan tidak dilakukan asal-asalan. ”Yang jelas kalau pekerjaanya dilakukanasal-asalan, bisa dipastikan hasilnya tidak akan baik dan juga tidak bisa tahan lama. Kalau itu terjadi, maka perushaan masih akan mikir dua kali untuk melakukan penerbangan ke daerah kanegan,” katanya. (df)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons