SUMENEP
– Sedikitnya sekitar 700 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMSN) 2 Sumenep,
demo kantor Bupati setempat, Selasa (27/1). Mereka memprotes dan meminta Bupati
Sumenep A. Busyro Karim untuk segera mengisi kekosongan kepala sekolah di
sekolahgnya. Sebab, sudah beberapa bulan terakhir SMADA berjalan tanpa nahkoda.
Akibatnya,
sejumlah kegitan sekolah menjadi fakum, seperti UTS (Ujian Tengah Semister) dan
Try out. Padahal disejumlah sekolah yang lain pelaksaan dua kegitan tersebut
sudah selesai dilakukan.
Pantauan News Daerah, sekitar pukul 08.30
ratusan siswa SMAN 2
berangkat dari sekolah SMADA di Jl. Kh.
Wahid Hasyim Gg. III/11 dengan cara ebrjalan kaki. Ditengah perjalan, mereka
berorasi sambil membentangkan beberapa poster yang bertuliskan slaah satunya,
’Hargai Kami, dengan Bukti Bukan Omong Kosong’, ’Kami Butuh Kepala Sekolah
Segera!!! Demi Kelancaran Masa Depan’, 'SMADA butuh kepsek utk UN dan
SNMPTN' dan bentuk kecaman lainnya.
Setibanya di depan kantior Bupati di Jl. Dr. Cipto, sekitar pukul
09.00 mereka langsng berorasi secara bergantian. Bahkan, sejumlah siswa sempat
memaksa masuk ke Kantor Bupati Sumenep dnean cara mendesak petugas yang menjaga
di pintu masuk kantor Bupati Sumenep. Baru kemudian marah siswa bisa tertahan
setelah lima lima perwakilan siswa diperbolehkan masuk ke kantor orang nomor
satu dilingkungan Kabupaten Sumenep.
Disana sejumlah perwakilan siswa langsung ditemuai oleh Sekretaris
Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Hadie Soetarto dan juga Kepala Badan
Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat Titik Suryati, Kepala
Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep A. Shadik dan juga ditemuai oleh sejumlah
pejabat lain yang berkaitan.
Kendati demikian, ratusan siswa yang menanti di luar, tetap melakukan
orasi, bahkan juga membuat kondisi jalan menjadi macet walaupun tidak bergitu
lama. Baru setelah ada perjanjian dari pemerintah setempat, jika kekosangan
kepsek tersebut akan segera disi pada hari ini (kemarin), mereka langsung balik
kucing secara tertib.
"Pak
Bupati, kami tidak akan pulang sebelum ada kepastian kalau sekolah kami akan
ada kepala sekolah tetap. Kami tidak mau kegiatan belajar kami terganggu!"
tegas Ilham salah satu siswa SMAN 2.
Berdasarkan
informasi yang berhasil dihimpun Koran
Madura, kekosongan kepsek di SMAD sudah berlasngus sejak September 2014
lalu. Sebab, kepala sekolah yang lama, Rofiq sudah memasuki masa pensiun. Untuk
mengisi kekosongan kepsek, selama masa pensiun SMADA diisi oleh dijabat oleh
pelaksana tugas (Plt) Sajali. Namun, Plt tersebut dinytakan memundrukan diri
sejak tanggal 31 Desember 2014 lalu.
Nah,
sejak awal tahun hingga penghujun Januari 2015 SAMDA berjalan tanpa nahkoda.
”Awalnya KBM (Kegiatan Belajar mengajar) berjalan normal, tapi sejak tidak ada
kepala sekolahnya, KBM menjadi tersendat-sendat. Bahkan UTS masih belum
terlaksana,” kata Qodir Staf Kesiswaan saat mendampingi siswanya.
Belum
terlaksananya kegitan tersebut, disebakan karena pihak sekolah mendapatkan
mandat penuh dari kepala sekolah. ”Walaupun ada wakil, kami tidak bisa
menegrjakan sebelum ada mandat dari kepala. Karena yang mendapatkan SK (Surat
Keputusan) dari Bupati itu hanya kepala sekolah. Sementara Wakil itu hanya SK
internal saja. Jadi tidak bisa mengeluarkan SK pada kami,” terangnya
Oleh
sebab itu, demi kepentingan siswa utamua siswa kelas XII kami mendesak agar
pemerintah segera mengeluarkan SK kepala sekolah untuk mengisikekosongan
tersebut. ”Alhamdulillah berdasarkan hasil hearing tadi, SK Kepsek akan
diturunkan sekarang juga. Makanya sebagian siswa dari kelas XII masih menunggu
turunnya SK tersebut,” ungkapnya
Menaggapi
tuntutan ratusan siswa itu, Kepala Disdik A. Shadik laangsung menanggpai dengan
serius. Bahkan, pihaknya berjanji akan segera mengeluarkan SK Kepsek SMAN 2.
"kami
pastikan besok tidak ada kekosangan jabtran di SMA 2. Karena hari ini juga, SK
Kepala Sekolah di SMAN 2 bisa diserahkan,” katanya
Kendati
demikian, pihaknya enggan untuk membeberakan nama yang akan mengisi kekosoangan
jabatan di internal sekolah sejak beberapa bulan terakhir. "Sebelum SK
diserahkan, kami tidak bisa membuka, siapa nama yang mengisi jabatan tersebut.
Karena ini rahasia jabatan,” terangnya
Ditanya
soal keterlambatan pengisian kekosongan jabatan di internal SMAN 2 itu,
pihaknya mengaku masih dalam proses. Sebab, untuk mengisi jabatan strategis tersebut
masih membutuhkan waktu panjang. Karena masih mencari figur yang tepat. Apalagi
SMAN 2 dikategorikan sebagai sekolah favorit.
"Ini
kan perlu proses. Tidak bisa serta merta. SMA 2 itu kan sekolah favorit. Di
internal Dinas Pendidikan ada tim untuk menyeleksi, figur mana yang cocok
menduduki jabatan kepsek di SMA 2. Tidak bisa asal tunjuk," tukasnya. (fg)