Pages

Pages

Minggu, 08 Februari 2015

Ratusan Siswa Demo Kantor Bupati, Tuntut Kekosongan Kepsek



SUMENEP – Sedikitnya sekitar 700 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMSN) 2 Sumenep, demo kantor Bupati setempat, Selasa (27/1). Mereka memprotes dan meminta Bupati Sumenep A. Busyro Karim untuk segera mengisi kekosongan kepala sekolah di sekolahgnya. Sebab, sudah beberapa bulan terakhir SMADA berjalan tanpa nahkoda.
Akibatnya, sejumlah kegitan sekolah menjadi fakum, seperti UTS (Ujian Tengah Semister) dan Try out. Padahal disejumlah sekolah yang lain pelaksaan dua kegitan tersebut sudah selesai dilakukan.
Pantauan News Daerah, sekitar pukul 08.30 ratusan siswa SMAN 2
berangkat dari sekolah SMADA di Jl. Kh. Wahid Hasyim Gg. III/11 dengan cara ebrjalan kaki. Ditengah perjalan, mereka berorasi sambil membentangkan beberapa poster yang bertuliskan slaah satunya, ’Hargai Kami, dengan Bukti Bukan Omong Kosong’, ’Kami Butuh Kepala Sekolah Segera!!! Demi Kelancaran Masa Depan’, 'SMADA butuh kepsek utk UN dan SNMPTN' dan bentuk kecaman lainnya.
Setibanya di depan kantior Bupati di Jl. Dr. Cipto, sekitar pukul 09.00 mereka langsng berorasi secara bergantian. Bahkan, sejumlah siswa sempat memaksa masuk ke Kantor Bupati Sumenep dnean cara mendesak petugas yang menjaga di pintu masuk kantor Bupati Sumenep. Baru kemudian marah siswa bisa tertahan setelah lima lima perwakilan siswa diperbolehkan masuk ke kantor orang nomor satu dilingkungan Kabupaten Sumenep.
Disana sejumlah perwakilan siswa langsung ditemuai oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep, Hadie Soetarto dan juga Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) setempat Titik Suryati, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep A. Shadik dan juga ditemuai oleh sejumlah pejabat lain yang berkaitan.
Kendati demikian, ratusan siswa yang menanti di luar, tetap melakukan orasi, bahkan juga membuat kondisi jalan menjadi macet walaupun tidak bergitu lama. Baru setelah ada perjanjian dari pemerintah setempat, jika kekosangan kepsek tersebut akan segera disi pada hari ini (kemarin), mereka langsung balik kucing secara tertib.
"Pak Bupati, kami tidak akan pulang sebelum ada kepastian kalau sekolah kami akan ada kepala sekolah tetap. Kami tidak mau kegiatan belajar kami terganggu!" tegas Ilham salah satu siswa SMAN 2.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Koran Madura, kekosongan kepsek di SMAD sudah berlasngus sejak September 2014 lalu. Sebab, kepala sekolah yang lama, Rofiq sudah memasuki masa pensiun. Untuk mengisi kekosongan kepsek, selama masa pensiun SMADA diisi oleh dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) Sajali. Namun, Plt tersebut dinytakan memundrukan diri sejak tanggal 31 Desember 2014 lalu.
Nah, sejak awal tahun hingga penghujun Januari 2015 SAMDA berjalan tanpa nahkoda. ”Awalnya KBM (Kegiatan Belajar mengajar) berjalan normal, tapi sejak tidak ada kepala sekolahnya, KBM menjadi tersendat-sendat. Bahkan UTS masih belum terlaksana,” kata Qodir Staf Kesiswaan saat mendampingi siswanya.
Belum terlaksananya kegitan tersebut, disebakan karena pihak sekolah mendapatkan mandat penuh dari kepala sekolah. ”Walaupun ada wakil, kami tidak bisa menegrjakan sebelum ada mandat dari kepala. Karena yang mendapatkan SK (Surat Keputusan) dari Bupati itu hanya kepala sekolah. Sementara Wakil itu hanya SK internal saja. Jadi tidak bisa mengeluarkan SK pada kami,” terangnya
Oleh sebab itu, demi kepentingan siswa utamua siswa kelas XII kami mendesak agar pemerintah segera mengeluarkan SK kepala sekolah untuk mengisikekosongan tersebut. ”Alhamdulillah berdasarkan hasil hearing tadi, SK Kepsek akan diturunkan sekarang juga. Makanya sebagian siswa dari kelas XII masih menunggu turunnya SK tersebut,” ungkapnya
Menaggapi tuntutan ratusan siswa itu, Kepala Disdik A. Shadik laangsung menanggpai dengan serius. Bahkan, pihaknya berjanji akan segera mengeluarkan SK Kepsek SMAN 2.
"kami pastikan besok tidak ada kekosangan jabtran di SMA 2. Karena hari ini juga, SK Kepala Sekolah di SMAN 2 bisa diserahkan,” katanya
Kendati demikian, pihaknya enggan untuk membeberakan nama yang akan mengisi kekosoangan jabatan di internal sekolah sejak beberapa bulan terakhir. "Sebelum SK diserahkan, kami tidak bisa membuka, siapa nama yang mengisi jabatan tersebut. Karena ini rahasia jabatan,” terangnya
Ditanya soal keterlambatan pengisian kekosongan jabatan di internal SMAN 2 itu, pihaknya mengaku masih dalam proses. Sebab, untuk mengisi jabatan strategis tersebut masih membutuhkan waktu panjang. Karena masih mencari figur yang tepat. Apalagi SMAN 2 dikategorikan sebagai sekolah favorit.
"Ini kan perlu proses. Tidak bisa serta merta. SMA 2 itu kan sekolah favorit. Di internal Dinas Pendidikan ada tim untuk menyeleksi, figur mana yang cocok menduduki jabatan kepsek di SMA 2. Tidak bisa asal tunjuk," tukasnya. (fg)