SUMENEP - Nasib Sial menimpa Pak Idrus (40) warga
Dusun Mursampung, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, harus meranggang nyawa saat
mengumpulkan ikan hasil tangkapannya diatas perahu, tepatnya di
peraiaran Pulau Gilingan, Desa Banmaling, Kecamatan Gili Gentng.
Informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, korban sekitar pukul 03.00 dini hari berangkat malaut bersama sembilan teman
seprofesinya. Pencairan ikan itu dimulai dari perairan Kecamatan Pragaan hingga
ke daerah peraian Gili Genting.
Korban pada saat itu menggunakan perahu warna merah yang
diberi nama Bajak Laut. Karena melihat ahasiol tangkapan yang dinilai sudah
banyak,
dan juga waktu sudah sore, maka mereka bersepakat kembali ke peraiaran
Kecamatan Pragaan, namun ditangah perjalan pulang itu mereka sambil menabur
jaring untuk menambah hasil tangkapnnya.
Setelah jaring yang ditabur dan dipenuhi dengan ikan
terangkat ke atas perahu, korban bersama satu orang temannya mengambil ikan
yang masih terkena jaring. Sementara 8 temannya yang lain sedang istirahat. Nah, pada saat itulah tiba-tiba
terdengar suara kilat dan langsung menyambar korban hingga tewas.
”Informasi yang kami dengan seperti itu, pada saat
kejadian sudah banyak polisi disana,” kata tetangga korban Amir.
Kejadian tersebut sempat membuat teman profesinya
terkejut. Pada saat itu sembilan temannya langgsung menghampiri korban, hanya
saja saat temannya tiba nyawa korab sudah tidak tertolong lagi. ”Keluarga
korban baru tahu saat salah satu temannya menghubungi melalu telepon
selulernya. Sehingga, keluarganya juga bergegas untuk menjemput korban yang
masih dalam perjalan pulang,” terangnya
Sesampainya di bibir pantai, korban disambut isyak tangis
oleh sanak keluarganya dan langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan di
pemakaman umum. ”Akibat kejaidn tersebut punggung korban mengalami luka seperti
luka bakar. Bahkan kulit kepalnya juga terkelupas,” terangnya
Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kapolsek Gili Genting AKP
Sumaryo membenarkan kejadian tersebut. ”Benar itu, kami sudah mendapat laporan
soal kejadin tersebut. Bahkan, kami langsung melakukan olah TKP (Tempat
Kejadian Perkara),” katanya.
Selain itu, pihak kepolisian setempat juga telah
melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengetahui kronologsi dan
penyebab matinya korban. Untuk memastikan kematian korban karena murni disambar
petir, krop baju coklat itu, juga telah meminta hasil visum korban.
”Kami telah koordinasi dengan pihak keplisiasn Polsek
Pragaan, dan juga kepala desa Prenduan,” tukasnya. (df)

