![]() |
| ilustrasi buy google |
SUMENEP
– Meskipun pihak kepolisn polres sumenep, gencar memburu pelaku tindak pidana
pencurian diwilayah hukum mapolres sumenep, namun aksi aksipencurian tetap
marak terjadi. Bahkan, aksi bejat itu tidak hanya terjadi di rumah warga,
melainkan saat merambah dilingkungan pendidikan. Seperti yang terjadi di
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kecamatan Rubaru.
Dimana
komplotan palaku aksi tindak pinda pencurian, telah berhasil membobol kantor
SMPN 1 Kecamtan Rubaru, Rabu (12/2) sekitar pukul 03 dini hari. Akibatnya, sejumlah
barang elektronik yang ada di ruang kantor tersebut, lenyap di embat maling.
Ketua
Komite Sekolah SMPN 1 Rubaru Supardi menjelaskan, diketahuinya kejadian
tersebut setelah salah satu petugas sekolah masuk ke dalam kantor SMPN 1 Rubaru
sekitar pukul 07.00. pada saat itu petuga sekolah merasa terkejut saat melihat
suasana rungan kantor dalam keadaan kucar kacir.
Alagkah
terkejutnya, saat sejumlah guru dan juga petguas sekolah memasuk kedalam
kantor, semua alat elektorniknya sudah tiada.
"Ada
enam macam barang elektonik yang hilang, yakni dua reserver, satu TV ukuran 29
inc, sound komputer, speaker aktiv, dan Ampli,” kata Supardi.
Menurut
Supardi, melihat kondisi yang seperti itu, pihaknya langsung melaporkan tindkan
itu ke pihak keolisian setempat. "Karena ini menyangkut kriminal, maka
kami minta pihak sekolah melaporkan kejadian tersebut pada polsek setempat,
agar dilakukan olah TKP (Tempak Kejadian Perkara)," katanya.
Sementara
Kapolres Sumenep Rendra Radita Dewayana melalui
Kapolsek Rubaru AKP Sahrawi membenarkan kejadian tersebut. ”Tadi pagi kami
sudah mendapatkan laporan dari pihak sekolah jika ada aksi pencurian. Kami
sudah melakukan olah TKP dan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap
saksi-saki,” katanya
Selian
itu, kepolisian juga akan memeriksa sejumlah petugas yang bertugas malam hari.
”Untuk bahan penyelidikan, kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada pihak
sekolah yang bertugas dimalam hari pada saat kejadian,” ungkapnya.
Informasi
lain mengatakan, jika pada saat kejadian ada salah satu petugas yang sedang
pikit di sekolah SMPN 1 Rubaru. Hanya saja Jailani pada saat itu pulang ke
rumahnya sekitar pukul 3.00 (subuh). Sehingga dipaerkirakan aksi pencurian itu
terjadi sekitar pukul 04.00 saat Jailani pulang ke rumahnya.
Adapun
kerugian akibat ualah tangan jail itu, diperkirakan mencapai Rp 6 juta. (df)

