SUMENEP – Diyebi (50) salah satu warga Desa Gedugan,
Kecamatan/Pulau Giligenting dinyatakan hilang setelah lima hari tidak pulang
kerumahnya. Hilangnya pria yang berprofesi sebagai nelayan itu diduga kuat karena
jatuh dan tenggelam saat mencari ikan di peraiaran Pulau Gili Labak, tepatnya
di Desa Kombang, Kecamatan Talango.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, terkuaknya hilangnya
Diyebi
itu karena Diyebi tidak kunjung pulag ke rumahnya, pada Kamis (29/1).
Pada saat itu, Diyebi sekitar pukul 10.00 pagi,
seorang diri berangkat mencari ikan menggunakan dengan menggunakan perahu mesin
satu. Hanya saja waktu mencari ikan di tengah laut, Diyabi tidak seperti
biasanya. Yang biasanya datrang pukul 05.00, sudah berada di rumah kediamnnya,
layaknya nelayan lain, namuan Diyebi hingga pukul 05.30 tidak kunjung datang,
sehingga membuat keluarganya cemas.
”Karena sudah tidak seperti biasanya, maka keluarganya
mencoba untuk menayakan keberadaan Diyebi kepada teman seprofesinya. Tapi,
tidak satupun temannya yang mengetahui keberadaan Diyebi,” kata Rahman tetangga
korban.
Dikatakan, karena sampai keesokan harinya Diyabi tidak
kunjung datang, maka teman seprofesinya bersama keluaranganya terpkasa mencari
Diyebi ke tengah laut. Bahkan, sampai saat ini pencarian oleh warga hingga pulau
Sapudi dan Pulau Raas. Sayangnya, pencairan itu masih belum juga membuahkan
hasil.
”Yang membuat kami heran, perahu Diyebi di temukan.
Yang menemukan perahunya, adalah teman seprofesi, yakni Mustofa dan Sudianto
yang kebetulan lewat di perairan Pulau Gililabak,” terangnya.
Diceritakan, saat
ditemukan perahu milik Diyebi itu, masih dalamn posisi mesin hidup. Bahkan,
sejumlah peralatan untuk menagkap ikan masih utuh, seperti jaring dan
peraltannya yang lain masih belum sempat digunakan. Selian itu alat kominikasi
yang biasa dipakai masih dalam kondisi hidup.
”Awalnya Mustofa dan Sudianto tidak tahu pemilik
perahu itu, tapi setelah ditanyak kepada Mawarna salah satu nelayan yang lain,
Marwarna mengatakan jik aperahu itu milik Diyebi,” tuturnya.
Penemuan perhu milik Diyebi tersebut, langsung
ditanggapi oleh keluarga Diyebi. Sehingga, warga dibantu nelayan langsung
melakukan pencarian. ”Setelah mendengar informasi, tetangga dan nelayan
setempat langsung turun ke laut menuju lokasi ditemukan perahu untuk mencari
korban,” katanya.
Karena pencarian belum membuahkan hasil, keesokan
harinya pencarian dilanjutkan kembali. Bahkan, nelayan memperluas wilayah
pencarian ke perairan Sapudi dan pulau Raas. ”Yang melakukan pencarian sekitar
10 perahu,” katanya.
Kapolsek Giligenting AKP Sumaryo membenarkan kejadian tersebut.
Bahkan, hingga saat ini meskipun telah dilakukan pencarian, korban masihbleum
idtemukan. ”Benar kejadian itu, tapi kami masih belum mengetahui penyebab
tenggelamnya perahu tersebut, dan kami saat ini masih terus melakukan
penyedikan lebih lanjut,” katanya
Ditanya soal lokasi penemuan perahu milik korban,
pihaknya mepunyak persepsi berbeda dengan warga setempat. Bahkan pihaknya
menyakini penemuan perahu masih termasuk di wilayah Kecamtan/Pulau Giligenting.
”Saat kami mendatangi TKP (Tempatk Kejadian Perkara),
penemuan itu masih berada dikisaran 1,5 mil dari Pulau Giligenting. Jadi, kami
bisa pastikan masih di wilayah Giligenting,” terangnya
Saat ini, pihaknya masih teus melakukan pencarian
terhadap korban. ”Kami terus menjalin koordinasi dengan Polsek Talango dan
Satpol Air Kalianget. Itu dilakukan
sebagai upaya kami untuk menemukan korban,” tukasnya. (di)
