» » Nelayan Asal Gili Genting Hilang Diperairan Gili Labak

Nelayan Asal Gili Genting Hilang Diperairan Gili Labak

Penulis By on Senin, 09 Februari 2015 |



SUMENEP – Diyebi (50) salah satu warga Desa Gedugan, Kecamatan/Pulau Giligenting dinyatakan hilang setelah lima hari tidak pulang kerumahnya. Hilangnya pria yang berprofesi sebagai nelayan itu diduga kuat karena jatuh dan tenggelam saat mencari ikan di peraiaran Pulau Gili Labak, tepatnya di Desa Kombang, Kecamatan Talango.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, terkuaknya hilangnya Diyebi
itu karena Diyebi tidak kunjung pulag ke rumahnya, pada Kamis (29/1).
Pada saat itu, Diyebi sekitar pukul 10.00 pagi, seorang diri berangkat mencari ikan menggunakan dengan menggunakan perahu mesin satu. Hanya saja waktu mencari ikan di tengah laut, Diyabi tidak seperti biasanya. Yang biasanya datrang pukul 05.00, sudah berada di rumah kediamnnya, layaknya nelayan lain, namuan Diyebi hingga pukul 05.30 tidak kunjung datang, sehingga membuat keluarganya cemas.
”Karena sudah tidak seperti biasanya, maka keluarganya mencoba untuk menayakan keberadaan Diyebi kepada teman seprofesinya. Tapi, tidak satupun temannya yang mengetahui keberadaan Diyebi,” kata Rahman tetangga korban.
Dikatakan, karena sampai keesokan harinya Diyabi tidak kunjung datang, maka teman seprofesinya bersama keluaranganya terpkasa mencari Diyebi ke tengah laut. Bahkan, sampai saat ini pencarian oleh warga hingga pulau Sapudi dan Pulau Raas. Sayangnya, pencairan itu masih belum juga membuahkan hasil.
”Yang membuat kami heran, perahu Diyebi di temukan. Yang menemukan perahunya, adalah teman seprofesi, yakni Mustofa dan Sudianto yang kebetulan lewat di perairan Pulau Gililabak,” terangnya.
Diceritakan,  saat ditemukan perahu milik Diyebi itu, masih dalamn posisi mesin hidup. Bahkan, sejumlah peralatan untuk menagkap ikan masih utuh, seperti jaring dan peraltannya yang lain masih belum sempat digunakan. Selian itu alat kominikasi yang biasa dipakai masih dalam kondisi hidup.
”Awalnya Mustofa dan Sudianto tidak tahu pemilik perahu itu, tapi setelah ditanyak kepada Mawarna salah satu nelayan yang lain, Marwarna mengatakan jik aperahu itu milik Diyebi,” tuturnya.
Penemuan perhu milik Diyebi tersebut, langsung ditanggapi oleh keluarga Diyebi. Sehingga, warga dibantu nelayan langsung melakukan pencarian. ”Setelah mendengar informasi, tetangga dan nelayan setempat langsung turun ke laut menuju lokasi ditemukan perahu untuk mencari korban,” katanya.
Karena pencarian belum membuahkan hasil, keesokan harinya pencarian dilanjutkan kembali. Bahkan, nelayan memperluas wilayah pencarian ke perairan Sapudi dan pulau Raas. ”Yang melakukan pencarian sekitar 10 perahu,” katanya.
Kapolsek Giligenting AKP Sumaryo membenarkan kejadian tersebut. Bahkan, hingga saat ini meskipun telah dilakukan pencarian, korban masihbleum idtemukan. ”Benar kejadian itu, tapi kami masih belum mengetahui penyebab tenggelamnya perahu tersebut, dan kami saat ini masih terus melakukan penyedikan lebih lanjut,” katanya
Ditanya soal lokasi penemuan perahu milik korban, pihaknya mepunyak persepsi berbeda dengan warga setempat. Bahkan pihaknya menyakini penemuan perahu masih termasuk di wilayah Kecamtan/Pulau Giligenting.
”Saat kami mendatangi TKP (Tempatk Kejadian Perkara), penemuan itu masih berada dikisaran 1,5 mil dari Pulau Giligenting. Jadi, kami bisa pastikan masih di wilayah Giligenting,” terangnya
Saat ini, pihaknya masih teus melakukan pencarian terhadap korban. ”Kami terus menjalin koordinasi dengan Polsek Talango dan Satpol Air Kalianget. Itu dilakukan  sebagai upaya kami untuk menemukan korban,” tukasnya. (di)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons