» » Anggaran Rp 16 Miliar Dinilai Tidak Transparan

Anggaran Rp 16 Miliar Dinilai Tidak Transparan

Penulis By on Selasa, 10 Februari 2015 |



SUMENEP – Pengelolaan anggaran senilai Rp 16 miliar untuk pengerukan kali marengan dinilai tidak transparan. Buktinya, danan yang bersumberkan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2014 itu, hingga awal tahun 2015 tidak ada pelaporan soal penggunaan anggran yang disampaikan kepada Komisi C DPRD Sumenep.
Anggota Komisi C DPRD Sumenep Moh. Ramzi mengatakan, jika sampai saat ini dirinya masih belum menerima laporan, baik laporan secara lisan maupun secara tertulis. ”Hingga saat ini masih belum ada laporan. Tapi kami sudah dapat info jika pada tahun 2014 lalu untuk dana pengerukan kali marengan memang ada,” katanya
 Menurutnya, meskipun anggran pengerukan itu tidak bersumberkan dari APBD, PU Pengarian
tetap harus koordinasi. ”Dari manapun anggrannya, jika sudah ada di daerah, kami juka mempunyai hak untuk mengawasinya. Ini dilakukan agar realisasi program yang telah dikucurkan, sesuai dengan harapaj pemerintah,” katanya
Kendati demikan, pihaknya dalam waktu dekan akan terus mempertanyakan soal penggunaan anggaran tersebut. ”Kami akan jemput bola. Dalam waktu dekat akami akan koordiniasi dengang PU Pengairan,” terang Poltisi Hanura asal Kecamatan Pragaan itu.
Sebab, ketrasparanan penggunaan anggran dalam setiap program yang bersumberkan dari pemerintah, itu wajib hukumnya dilakukan. ”Kalau itu tidak dilakukan, maka kita perlu mencuriga jika penggunaannya suah tidak sesuai dengan juknis yang ada,” kata Koordinator Tim Investigasi Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi.
Menurut Junidi, indikasi ketidak seriusan pihak PU Pengarian dalam mengelola anggaran tersebut, terlihat saat musim hujan saat ini. Dimana selama dua kali turun hujan, kali marengan tetap tidak mampu menampung air hujan. Sehingga, banyak rumah warga yang kebanjiran.
”Saya tidak mau buruk sangka terlebih dahulu. Tapi, fakta dilapangan memang seperti itu. Jika dilakukan secara maksimal, kami yakin tidak akan seperah seperti yang dua kali kemarin,” terangnya
Sayangnya Kepala Dinas PU Pengairan Eri Susanto masih belum bisa menjelaskan soal penggunaan itu semua. Sebab, saat dihubungi melalui teleon selulernya, dirinya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. Begitupula saat dihubungi melalui pesan singkatnya, sampai berita ini diturunkan belum merespon. (df)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons