SUMENEP – Pengelolaan anggaran senilai Rp 16
miliar untuk pengerukan kali marengan dinilai tidak transparan. Buktinya, danan
yang bersumberkan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2014
itu, hingga awal tahun 2015 tidak ada pelaporan soal penggunaan anggran yang
disampaikan kepada Komisi C DPRD Sumenep.
Anggota Komisi C DPRD Sumenep Moh. Ramzi mengatakan,
jika sampai saat ini dirinya masih belum menerima laporan, baik laporan secara
lisan maupun secara tertulis. ”Hingga saat ini masih belum ada laporan. Tapi
kami sudah dapat info jika pada tahun 2014 lalu untuk dana pengerukan kali
marengan memang ada,” katanya
Menurutnya,
meskipun anggran pengerukan itu tidak bersumberkan dari APBD, PU Pengarian
tetap harus koordinasi. ”Dari manapun anggrannya, jika sudah ada di daerah,
kami juka mempunyai hak untuk mengawasinya. Ini dilakukan agar realisasi
program yang telah dikucurkan, sesuai dengan harapaj pemerintah,” katanya
Kendati demikan, pihaknya dalam waktu dekan
akan terus mempertanyakan soal penggunaan anggaran tersebut. ”Kami akan jemput
bola. Dalam waktu dekat akami akan koordiniasi dengang PU Pengairan,” terang
Poltisi Hanura asal Kecamatan Pragaan itu.
Sebab, ketrasparanan penggunaan anggran dalam
setiap program yang bersumberkan dari pemerintah, itu wajib hukumnya dilakukan.
”Kalau itu tidak dilakukan, maka kita perlu mencuriga jika penggunaannya suah
tidak sesuai dengan juknis yang ada,” kata Koordinator Tim Investigasi Sumenep
Corruption Watch (SCW) Junaidi.
Menurut Junidi, indikasi ketidak seriusan pihak
PU Pengarian dalam mengelola anggaran tersebut, terlihat saat musim hujan saat
ini. Dimana selama dua kali turun hujan, kali marengan tetap tidak mampu
menampung air hujan. Sehingga, banyak rumah warga yang kebanjiran.
”Saya tidak mau buruk sangka terlebih dahulu.
Tapi, fakta dilapangan memang seperti itu. Jika dilakukan secara maksimal, kami
yakin tidak akan seperah seperti yang dua kali kemarin,” terangnya
Sayangnya Kepala Dinas PU Pengairan Eri
Susanto masih belum bisa menjelaskan soal penggunaan itu semua. Sebab, saat
dihubungi melalui teleon selulernya, dirinya tidak merespon meskipun nada
sambungnya terdengar aktif. Begitupula saat dihubungi melalui pesan singkatnya,
sampai berita ini diturunkan belum merespon. (df)

.jpg)