SUMENEP – Mengkraknya sejumlah mobil ambulance di
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, mulai disoal oleh masyarakat sumenep.
Pasalnya, sedikitnya emapat moblil ambulance yang sudah tidak layak pakai
terkesan dibaiarkan tak terurus. Sehingga, keberadaannya menjadi mubazir.
”Ini kan sama halnya pemerintah membeiarkan, jika
memang sudah tidak layak pakai, kenapa kok pemerintah tidak mengambil sikap
bijak, sehingga keberadaannya tidak terkesan diabaikabn,” kata salah satu warga
Sumenep Zaenuri MP.
Berdsarkahan haril pantauan News Daerah, keberadaan mobdin tersebut saat ini
sudaha tinggal
tiga unit yang tetap terparkir di grasi yang beada di sebeleh timurnya kanotr
Dinkes. Sementara dua unit lainnya sudah tidak terparkir ditempat yang biasa
ditempati.
”Saya tidak akan buruk sangka terlebih dahulu. Tapi
kenapa yang awalnya ada empat kok tiba-tiba hanya tinggal dua?. Seharunya,
pemerintah juga mensosialisakan keberadaan mobdin itu, sehingga tidak
menimbulkan persepsi miring pada masyarakat,” terangnya
Menurut Zaenuri, dirinya selaku bagian dari warga
Sumenep, juga mempunya hak untuk mengetahui soal keberadaan mobdin tersebut.
”Itu kan pada awalnya milik semua masyarakat, makanya secara otomatis kan juga
harus diketahui keberadaannya,” terangnya
Selain itu, dirinya juga mencurigai dana operasional
keempat mobdin sebelumnya masih terus dianggarakan setiap bulannya.
”Kemungkinannya seperti itu, tapi saya masih belum bisa memastikan. Karena saya
masih belum mengkroscek langsung kepada satker yang menanganinya,” terangnya.
Lebih lanjut Zaenutri mengatakan, jika memang itu benar,
dirinyasangat menyangkan. Sebab, ada kemungkingkan dana oepasional yang
dianggrakan setiap bulannya itu disalah gunakan.
Itu terlihat dari kondisi mobdin yang saat ini sudah
jelask, selain bannya sudha kempes, bodi mobilnya juga dipenuhi dengan abu.
”Bahkan kursinya banyak yang sudah rusak. Kalau dana perawatannya masih jalan,
bisa dipastikan dianggrakan pad ayang lain,” ungkapnya.
Sementara Kadinkes Sumenep dr. A. Fatoni menjelaskan,
jika status keempat mobil ambulance itu sudah diserahkan kepala sekretariat
pemkab sumenep untuk dilakukan pelelangan. ”Jadi, mobil itu sudah dilelang.
Sementara penanggungjawab pelelangannnya itu adalah Sekretariat Pemkab,”
katanya.
Ditanya soal keberadaan mobol tersebut, mantan Skeretaris
Dinkes Sumenep itu membenarkan jika jumlah mobil itu sudah berkurang dari yang
sebelumnya. ”Dulunya itu ada empat unit, tapi tiga unitnya sudah laku. Jadi,
saat ini hanya tinggal satu,” unkapnya.
Sementara untuk dana operasionalnya setipa bulannya,
dipastika sudah tidak dianggarkan kembali. (df)
