SUMENEP - Minimnya penerangan di Sejumlah Kepualauan yang
berada di lungkungan Kabupaten Sumenep masih sangat minim. Bahkan jika
dibandingkan dengam daerah daratan sumenep, sebanyak 60 persen di Daerah
Kepulauan masih belum teraliri listrikbsecara maksimal.
Salah satu warga Pulau Sabuntan, Kecamatan/Pulau Sapekan,
Rasul mengatakan, saat ini penerangan masih cukup minim. Bahkan, sejumlah
kepulauan yang lain hanya bisa menikmati selama 12 jam lamanya. "Kalau
dibandingkan dengan wilayah daratan, masih sangat jauh. Terkadang disini
terjadi pemadaman, sehingga warga memakai lilin untuk penerangan," katanya
Menurutnya, kondisi serupa tidak hanya terjadi di
daerahnya saja,
melainkan juga terjadi di sejumlah kepulauan yang lain.
Seperti, pulau sapangkur, pulau Arjasa dan pulaun tetangga lainnya. "Oleh
karena itu, kami minta pemerintah daerah resfek untuk memberikan pelayanan
penerangan ini. Karena bagi kami penerangan sangatlah dibutuhkan,"
pintanya.
Keberadaan itu diakui oleh Maneger PT PLN Persero Rayon
Sumenep Slamet Riyadi. Bahkan jika dikalkulasikan, warga yang masih belum
teraliri penerangan di sejumlah kepulauan sekitar 60 persen. "Itu lebih
besar dibandingkan di daerah daratan yang hanya sekitar 20 persen. Ini semua
berada disejumlah waega yang berada dipelosok pedesaan," katanya.
Kendati demikian, pihaknya optimis dalam kurun waktu
beberpa tahun kedepan, seluruh warga yang masih belum teraliri listrik, juga
akan menikmati aliran penerangan. Pasalnya, PT PLN (Perusahaan Listrik Negara)
setiap tahunnya mengandekan akan mengembangkan perusahaannya sebanyak 20
persen.
"Untuk dana pengembangannya, itu kami ambil dari
dana APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan juga APBD (Anggaran
Pendapatan Belanja Daerah)," tetangnya.
Dikatakan, untuk dana yang bersumberkan dari APBN akan
dikelola oleh PT PLN melalui program listrik pedesaan. Sementara untuk APBD
melalui kantor energi Sumber daya minerel (ESDM). Pengembangan dilakukan dengan
sistem kerja sama oprasi (KSO).
”Ada perbedaan dengan tahun sebelumnya, jika pada tahun
sebelumnya aset yang telah dibangun pemda (Pemerintah Daerah) dihibahkan kepada
PLN, namun saat ini PLN hanya sebagai pengelola saja. Sementara asetnya tetap
milik Pemda," terangnya.
Menurut Slamaet, meskipun pihak PLN menargetkan
pengembangan sebesar 20 persen setiap tahun, namun pada tahun 2015 target
tersebut dipastikan tidak akan diterapkan. Pasalnya, banyak pekerjaan yang
masih belum tuntas dikerjakan pada tahun 2014 yang lalu.
Pada tahun 2014 lalu terdapat lima titik diantaranya,
Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Desa Romben Rana dan Desa romben Guna,
Kecamatan Dungkek dan Desa Nyabakan, Kecamatan Batang-Batang.
”Program yang kami lakukan sifatnya bekelanjutan.
Jadi, karena ada sisa pada tahun 2014 lalu, maka tahun ini masih akan
mnyelesaikannya," janjinya.
Terpisah Kepala Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sumenep,
Abd. Kahir mengaku akan terus berupaya untuk memberikan penerangan secara
menyeluruh terhadap semua warga. Baik, yang berada di daerah kepulauan maupun
di daerah daratan Sumenep. "Kami teurs beruapaya sekuat mungkin. Seagai
salah satu contoh kongkrit untuk Pualau Raas, dalam jangka panjang kami akan
bekerjasama dengan PLN," katanya
Menurut Mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu, kerjasa
ini sebagai langkah priventif pemerintah sumenep untuk memberikan pelayanan
yang lebih optimal, khususnya dalam segi penerangan. "Kerjasama ini akan
dibangun untuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG)
atau CNG," terangnya
Untuk penerangan sementara waktu, pemerintah akan terus
berusaha untuk pengadaan mesin genset. "Kalau jangka pendeknya kami terus
berusaha untuk mengadakan mesin genset. Pada tahun 2015 ini kami berencana
untuk pengadaan satu unit mesin genset yang akan di letakkan di Desa
Jungkat," tukasnya. (d/f)

