» » Diknas Terus Pantau Kegiatan PKBM

Diknas Terus Pantau Kegiatan PKBM

Penulis By on Senin, 16 Februari 2015 |

SUMENEP - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, melalui Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Sumenep, akan terus melakukan memantau secara intensif terhadap semua kegiatan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), baik di daerah kepulauan maupun di daerah daratan yang berada disejumlah Kecamatan darataj.
Kepala Bidang PLS Disdik Sumenep Misbahul Munir mengaku pihaknya akan terus mengawasi kegiatan PKBM setiap saat. Pasalnya, dirinya berharap nantinya pelaku PKBM bisa muncul pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah) baru.
"Yang jelas kami tetap melakukan pemantauan secara intensif, karena kami berkeinginan semua PKBM tidak hanya bergerak dibidang pemberantasan buta aksara saja, melainkan juga bisa bergerak dibidang usaha," katanya.
Menururnya, langkah tersebut diyakini bisa mendongkrak daya saing
perekonomian warga sumenep dengan sejumlah warga yang berada di daerah lain. "Ini kami lakukan untuk meningkatakan taraf perekonomian warga. Apalagi, saat ini warga akan dihadapkan perdagangan bebas, yakni ekonomi asean," terangnya.
Penilik PKBM Al Itqon Kecamatan Dungkek Musalin mengatakan, uapaya pemerintah untuk mengembangkan peran PKBM ke UKM sangat baik. Terbukti, di wilayanya sudah terdapat dua Kelompok Belajar yang sukses mengembangkan PKBM ke dunia usaha.
Usaha kedua kelompok belajar itu, bergerak dibidang ternak lele. "Awalnya hanya ada satu kelompok yang memulainya. Tapi sejak tahun 2014 lalu, ada satu kelompok yang sudah siap mengembangkan kreasinya ke dunia usaha," katanya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk merubah menset melalui PKBM itu sangat panjang. Sebab, semenjak tahun 2009 lalu, baru tahun 2014 kegiatan itu bisa dilakukan. "Untuk merangsang warga memang cukup lama. Karena selalu terbentur minmnya permodalan yang dimiliki setiap kelompok," ungkapnya.
Dikatakan awalnya, untuk memotifasi warga, pihaknya memberikan suntikan midal seadanya. Dimana modal yang diberikan hanya cukup untuk membuat satu unit tempat peternakan lele yang terbuat dari terpal.
Namun beriring produksi lele terus berkembang, hingga saat ini kelompok binaannya sudah mempunyai enam kolam dan bisa memproduksi hingga 3 ribu lele setiap kali panen. "Alhamdulillah, perkembangannya sungguh luar biasa. Bahkan, kualitas lelenya bisa bersaing dengan sejumlah peternak lain. Yang biasanya satu kilo sebabyak 18 ekor, namun di PKBM binaan kami, satu kilonya hanya 15-16 ekor," katanya.
Sementara Amir Ketua Kelompok Belajar mengatakan, dirinya merasa bangga dengan adanya ide kreatif itu. Saat ini dirinya terus berupaya untuk mengembangkan usaha tersebut. Sehingga usahanya bisa membuahkan hasil yang lebih banyak dan berkualitas nantinya. "Untuk pengembangannya, kami juga talah mendapatkan suntikan modal dari kementrian kelauatan pada pertengahan 2014 yang lalu," tukasnya. (d/f)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons