SUMENEP - Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, melalui
Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Disdik Sumenep, akan terus melakukan
memantau secara intensif terhadap semua kegiatan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat), baik di daerah kepulauan maupun di daerah daratan yang berada
disejumlah Kecamatan darataj.
Kepala Bidang PLS Disdik Sumenep Misbahul Munir mengaku
pihaknya akan terus mengawasi kegiatan PKBM setiap saat. Pasalnya, dirinya
berharap nantinya pelaku PKBM bisa muncul pelaku UKM (Usaha Kecil dan Menengah)
baru.
"Yang jelas kami tetap melakukan pemantauan secara
intensif, karena kami berkeinginan semua PKBM tidak hanya bergerak dibidang
pemberantasan buta aksara saja, melainkan juga bisa bergerak dibidang
usaha," katanya.
Menururnya, langkah tersebut diyakini bisa mendongkrak
daya saing
perekonomian warga sumenep dengan sejumlah warga yang berada di
daerah lain. "Ini kami lakukan untuk meningkatakan taraf perekonomian
warga. Apalagi, saat ini warga akan dihadapkan perdagangan bebas, yakni ekonomi
asean," terangnya.
Penilik PKBM Al Itqon Kecamatan Dungkek Musalin
mengatakan, uapaya pemerintah untuk mengembangkan peran PKBM ke UKM sangat
baik. Terbukti, di wilayanya sudah terdapat dua Kelompok Belajar yang sukses
mengembangkan PKBM ke dunia usaha.
Usaha kedua kelompok belajar itu, bergerak dibidang
ternak lele. "Awalnya hanya ada satu kelompok yang memulainya. Tapi sejak
tahun 2014 lalu, ada satu kelompok yang sudah siap mengembangkan kreasinya ke
dunia usaha," katanya.
Menurutnya, upaya yang dilakukan untuk merubah menset
melalui PKBM itu sangat panjang. Sebab, semenjak tahun 2009 lalu, baru tahun
2014 kegiatan itu bisa dilakukan. "Untuk merangsang warga memang cukup
lama. Karena selalu terbentur minmnya permodalan yang dimiliki setiap
kelompok," ungkapnya.
Dikatakan awalnya, untuk memotifasi warga, pihaknya
memberikan suntikan midal seadanya. Dimana modal yang diberikan hanya cukup
untuk membuat satu unit tempat peternakan lele yang terbuat dari terpal.
Namun beriring produksi lele terus berkembang, hingga
saat ini kelompok binaannya sudah mempunyai enam kolam dan bisa memproduksi
hingga 3 ribu lele setiap kali panen. "Alhamdulillah, perkembangannya
sungguh luar biasa. Bahkan, kualitas lelenya bisa bersaing dengan sejumlah
peternak lain. Yang biasanya satu kilo sebabyak 18 ekor, namun di PKBM binaan
kami, satu kilonya hanya 15-16 ekor," katanya.
Sementara Amir Ketua Kelompok Belajar mengatakan, dirinya
merasa bangga dengan adanya ide kreatif itu. Saat ini dirinya terus berupaya
untuk mengembangkan usaha tersebut. Sehingga usahanya bisa membuahkan hasil
yang lebih banyak dan berkualitas nantinya. "Untuk pengembangannya, kami
juga talah mendapatkan suntikan modal dari kementrian kelauatan pada
pertengahan 2014 yang lalu," tukasnya. (d/f)
