SUMENEP – Ratusan
warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk mendatangi kantor camat setempat, Senin (9/12)
sekitar pukul 9.30. mereka meminta agar camat Guluk-Guluk mengadili kepala Desa
Guluk-Guluk Ikbal. Sebab, mereka menilai kepala desa yang baru saja memenangkan
Pesta Demokrasi tingkat desa untuk kedua kalinya itu, telah merampas jatah bantuan
beras untuk keluarga miskin (Raskin) selama lima tahun kepemerintahan
sebelumnya.
Bahkan informasinya
setiap tahunnya Daftar Penerima Manfaat (DPM) mengaku hanya diberi jatah
sebanyak lima kilogram dengan uang tebusan sebesar Rp 6 ribu per tiga
kilogramnya. Seperti pada tahun 2014 para penerima raskin hanya menerima raskin
pada bulan juni yang lalu.
Pantauan, Koran Madura, sebelum ratusan warga
Desa/Kecamtan Guluk-Guluk
sebelum melakukan unjuk rasa sekitar pukul 8.30
berkumpul di lapangan Kecamtan Guluk-Guluk. Baru setelah ratusan warga
berkumpul, sekitar pukul 8.45 mereka mulai berinjak menuju kantor Kecamatan Guluk-Guluk
dengan cara berjalan kaki.
Sambil berjalan
mereka berorasi yang intinya meminta agar Kades Desa Guluk-Guluk diadili. Selain
itu, mereka juga membawa poter yang bertuliskan ’Tahun 2014 jangan hanya maling
sapi yang dipenjara, Ikbal juga maling beras, dia harus dihukum mati.’ ’Jangan
Rampas Hak Kami Ikbal.’ Dan sejumlah tulisan berbentuk kecamaan lainnya.
Baru sekitar
pukul 09.30 para dmonstrans lokal itu sampai didepan kantor Kecamtan
Guluk-Guluk. Sesaminya disana mereka secara bergantian melakukan orasi. Dalam orasinya
mereka meminta Camat selaku pemegang kekuasaan tertingi di tingkat Kecatman
diminta agar ikut bertanggungjawab. Sebab, setiap kali raskin dilakukan
pendiostribusian pihak camat juga ikut didalamnya.
Koordinator
Lapangan (korlap) Subli Bangal (32) mnejelaskan, kedatangan mereka ke kantor
camat tiada lain untuk meminta pejabat dilingkungan Camat setempat untuk
mengadili kepala Desa Guluk-Guluk. Sebab, selama lima tahun kepala Desa
Guluk-Guluk diduga telah menyelewengkan beras raskin. ”Ini tidak bisa dibiarkan,
maknya kami dengan hormat meminta agar pemerintah segera mengadili kepala desa
Guluk-Guluk Ikbal yang telah mencuri hak masyarakat miskin selama lima tahun
secara berturut-turut,” katanya.
Padahal, lanjut Subli, setelah dirinya
melakukan kroscek ke camat Guluk-Guluk, Kepala Desa Guluk-Guluk secra resmi
melalakukan penebusan raskin sebagaimana mestinya. Hanya sja, dalam
realisasinya selalu tidak sampai pada DPM yang telah terdaftar itu. ”Setelah
kami konfirmasi kepada camat, saya mendapatkan informasi bahwa raskin sudah ditebus,
bahkan saat ini sudh mencapai lebih dari 95 persen. Namun, anehnya hingga saat
ini hanya satu kali yang sampai pada masyarakat yang berhak menerimanya,”
terangnya.
Sementara jatah
Raskin yang diterima Desa Guluk-Guluk setiap bulannya mencapai kurang lebih 24
ton 720 kg dengan jumlah DPM sebanyak 1.640 DPM. ”Ini sudah pendustaan bagi
masyarakt miskin. Dan sudah jelas kepala desa telah memakan raskin selama dia
menjabat,” terangnya
Oleh sebab itu,
pihaknya berjanji temuan tersebut akan ditindak lanjuti sampai ke ranah hukum. ”Kami
dalam waktu dekat akan melaporkan tindakan ini ke Kejari (Kejaksaan Negeri) Sumenep.
Selain itu kami juga akan melaporkan ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah)
setempat. Karena mereka juga adalah wakil rakyat yang harus tahu persoalan ini,”
ancamnya.
Camat Guluk-Guluk
Sumarsono tidak menampik jika penebusan raskin untuk Desa Guluk-Guluk sejak bulan
Januari hingga bulan Desember 2014 sudah ditebus semua. ”Penebusan raskin sampai
Desemer sudah lunas ditebus semua,” katanya
Seharusnya kata
mantan Camat Kangaian itu, bantuan raskin itu sudah dinikmati oleh sejumlah
warga yang berhak menerima. Sayangnya sampai saat ini masih banyak warga yang
mengaku masih belum menerima, seperti yang tejadi di Desa Guluk-Guluk. ”Kami
sudah memberikan wargning (peringatan) kepada semua kepala desa, jika setelah
dilakukan penebusan segra dicairkan kepada penerima masing-masing. Namun kami
tidak mengerti kenapa masih terjadi seperti ini,” ungkapnya
Disingung masalah
pengawasan, pihaknya berdalih selama ini beras raskin setiap bulannya selalau
terealisasi engan baik. Sebab, pada saat dirinya melakukan pengecekan kepada
kepala desa setempat raskin sudah didistribusikan semua sesuai dengan
ketentuan.
”Saya di sini
baru menjabat selama satu tahun. Sehingga, untuk tahun-tahun sebelumnya
saya tidak tahu,” timpalnya.
Sementara kepal
desa Guluk-Guluk Ikbal masih belum bisa memberikan kejelasan terkait berbagai
tudingan ratusan warganya itu. Sebab, saat dihubungi melalui telepon seluelrnya
sedang tidak akatif hingga berita ini ditrunkan.. (di/fa)
