Sementrara Pagiat
Peduli Tuntutan Nurani Rakyat (Petir) Sandy Tyas Mulyadi menduga jika dilakukan
aksi demonstrasi tersebut karena akibat ketidak puasan dalam pemilihan kepala
desa yang dilakukan tanggal 26 lalu.
Sebab dilakukan
demonstarai itu saat waktu setelah selesainya pemilihan kepala desa selesai. ”Setiap
aksi pasca pilkades, itu tetap beraroma politik. Apalagi aksi yang dilakukan
itu hanya dilakukan oleh segelintir orang yang tidak lain hanya sebanyak 40
persen dari total penduduk yang mencapai lebih dari 10 ribu jiwa,” katanya
Bahkan kecurigaan
tersebut samakin menguat saat melihat pesrta aski mayoritas dari pihak cakades
yang kalah bertanding saat pesta demokrasi beberapa
hari yang lalu. ”Nah ini
warga yang mana kiranya? Wong aksi tersebut kami lihat dari kontestan yang
kalah,” terangnya
Sementara
Kordinator Aksi Subli Bangal menepis tudingan tersebut. Bahkan pihaknya sedikit
menantang jika memang ada sejumlah pihak yang meragukan data yang dimiliki
selama ini. ”Kalau memang ada masyarakt yang merasa diragukan, silahkan saja
datang ke Desa Guluk-Guluk, dan berdiskusi langsung dengan DPM itu sendiri. Sebab
kami tidak asal ngomong melainkan dnegan bukti yang kongkrit,” terangnya. (di/fa)
