SUMENEP – Inspeksi Mendadak (Sidak) yang
dilakukan oleh tim monitoring Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Jawa Timur, terhadap dua Simpan
Pinjam Kelompok Perempuan (SPP) di Desa Banmaleng, Pulau Gili Raja, Kecamatan
Gili Genting, disoal oleh warga setempat.
Adapun kelompok yang dilakukan sidak pada
saat itu, yakni Kelompok SPP Jamilah Solawat Al Hasimi dan Kelompok SPP Gili
Indah. Dua kelompok tersebut berdomisili di desa Banmaleng. Tujuan sidak yang
dialkukan itu, dikarenakan dua kelompok tersebut mempunyai tunggakan sebesar Rp
18 juta lebih. Yakni untuk kelompok SPP
Jamilah Solawat Al Hasimi sebesar Rp 62 juta, sedangkan kelompok SPP Gili Indah
sebesar Rp 90 juta.
Hanya saja, monitoring yang dipimpin oleh
PJOK PNPM Jatim Jusuf itu,
dinial tebang pilih. Sebab, dari dua kelompok yang
sama-sam memiliki tunggakan tersebut, hanya satu yang dimintai surat jamian.
Yakni, kelompok Jamilah Solawat Al Hasimi. Sedangnakn kelompok Gili Indah
terkesan dibiarkan. Seedangkan jaminan yang diberikan oleh kelompok Jamilah
Solawat Al Hasimi adalah sertifikat rumah ketua sekaligus sertitifikat tanah
yang bersangkutan.
”Kami hanya meminta ketegasan dari petuga
PNPM. Jika, sat kelompok dimintai jaminan, maka kelompok yang lain juga harus
diminta jaminan pula,” kata Syaiful Anang tokoh pemuda setempat.
Sebab, kata Syaiful, di pulau yang dihuni
sebanyak empat desa itu, tidak hanya dua kelompok SPP yang mempunyai tunggakan,
melainkan beberapa kelompok yang lain juga memiliki tunggakan.
”Ini lah yang kami sesalkan, padahal
informasi yang kami terima, banyak kelompok lain yang punya tunggakan, bahak
informaisnya banyak uang pinjaman itu yang tidak sampai kepada anggotanya,
melainkan hanya dipakai oleh pengurus harian. Sedangkan kelompok yang
benar-benar dipakai anggota, malah ditarik jaminan, ini kan sudah tidak masuk
akal,” terangnya.
PJOK PNPM Jatim Jusuf masih belum bisa
memberikan kejelasan, sebab saat dihubngi melalui telepon selulernya sedang
tidak akti. Begitu pula dengan FK PNPN Kecamatan Gili Genting H. Imran.
Sementara UPK PNPM Kecaman Gili Genting
terkesan cuiek, sebab saat dihubungi melalui telepon selulernya, tidak merespon
walaupun nada sambungnya terdengar aktif. Begitu pula saat dihubungi melalui
pesan singkatanya, sampai berita ini diturunkan berlum ada jawaban. (di/fa)

