» » Tahun 2015 Desa Akan Menerima Dua Bantuan

Tahun 2015 Desa Akan Menerima Dua Bantuan

Penulis By on Senin, 01 Desember 2014 |

SUMENEP – Kabar gembira bagi semua aparatur desa yang berada dilingkungan Kabupaten Sumenep, sebab pada tahun 2015 mentang, semua desa akan menerima dua suntikan dana pengembangan desa. Yakni dana yang bersumberkan dari APBD (Anggran Pendapan Belanja Daerah) Tingkat II dan suntikan dana yang bersumberkan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara).
"Jadi, tahun 2015 mendatang desa akan menerima suntikan dana dari dua sumber yang berbeda. Kalau dari APBN itu namanya DD, kalau yang bersumberkan dari APBD tingkat II, namanya ADD (Alokasi Dana Desa)," kata Kepala Bagian Pemerintah Desa (Kabag Pemdes) Setkab Sumenep Moh. Ramli.
Informasi yang berhasil dihimpun News Daerah, anggaran yang bersumberkan dari APBN sudah berada di Kas Daerah (Kasda) Pemkab Sumenep. Hanya saja besaran anggaran terebut tidak sesuai dengan undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Sebagaiman yang dijelaskan dalam UU tersebut,
setiap desa mendapatkan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Namun kenyataan dilapangan anggaran DD yang turun untuk kabupaten ujung timur pulau madura hanya 49 miliar. Mestinya, jika melihat jumlah desa yang mencapai 330 desa, Kabupaten Sumenep mendapatkan dana sebesar Rp 330 miliar. ”Itu saja yang kami terima. Smapi saat ini masih belum ada informasi penambahan lagi,” ujar manta Camat Batang-Batang Kepada News Daerah, kemarin.
Sementara untuk dana ADD yang telah disiapkan oleh pemerintah sumenep, cukup fantastis, yakni sekitar Rp 115 miliar. Dana tersebut akan dibagikan terhadap sebanyak 330 desa yang menyebar di 27 kecamatan yang berada di Kabupaten Sumenep. Baik daratan maupun desa yang berada disejumlah Kepulauan Sumenep. "Kalau dilihat dari kesiapannya, kami kira lebih siap daerah dari pada pusat," ungkapnya.
Ramli mengatakan, besaran anggran yang akan diterima oleh ratusan desa itu, disesuiakan dengan indikator yang ada. Sehingga walaupun desa sudah menerima dana dari dua seumber yang berbeda dipastikan besarannya tidak sama antara desa yang satu dnegand esa yang lain. ”Kalau besarannya, dipastikan tidak akan sama. Karena sangat tidak mungkin satu desa mempunyai indikator yang sama, baik tentang data miskin maupun jumlah sarana dan prasarana yang dimilikinya,” terang Ramli.
Sebagai langkah awal untuk mengantisipasi agar realisasi dibawah tepat sasaran, maka pihaknya pelaksanaan dibawah tidak ada penyimpangan, maka pihaknya saat ini gencar melakukan pembinaan utamnyabagi paratur desa. Baik yang bersifat sosialisasi maupun pelatihan. "Untuk pelatihannya kami bekerjasama dengan Bandiklat Peovinsi Jatim, sedangkan sosialisainya pemkab sendiri yang mengadakan. Itu dilakukan, untuk memberikan pemaham kepada aparatur desa secara mendalam, sehingga nantinya pengelolaan dan realisasinya tidak menyimpang dari aturan yang ada," tukas Ramli. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons