SUMENEP – Hingga akhir tahun 2014, persediaan pupuk bersubsidi dikabupaten
Sumenep masih dalam kondisi aman. Dari data yang ada disejumlah distributor,
hingga tanggal 31 Oktober, persediaan pupuk bersubsidi masih terseisa
18.646 ton dari berbagai jenis pupuk, dengan rincian pupuk Urea sebanyak 8.360
ton, ZA 3.025 ton, SP 36 2.810 ton, Ponska 2.280 ton, dan Pupuk Organik 2.165
ton.
”Dapat kami pastikan bahwa ketersedian pupuk di Sumenep pada tahun ini dalam kondisi aman, sehingga petani tidak perlu risau dengan ketersediaan pupuk, karena digudang
persediaan pupuk masih ada,” kata Kurratul Aini, Kabid
Sumberdaya dan Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumenep.”Dapat kami pastikan bahwa ketersedian pupuk di Sumenep pada tahun ini dalam kondisi aman, sehingga petani tidak perlu risau dengan ketersediaan pupuk, karena digudang
Ia memaparkan, dari total 46.404 ton pupuk bersubsidi yang diterima
Kabupaten Sumenep tahun 2014, sudah terealisasi sekitar 27.758 ton. Dan
pihaknya berharap, masyarakat turut berpartisipasi aktiv dalam mengawasi
pendistribusian pupuk baik dari distributor ke kios dan dari kios ke
kelompok.
Sehingga pendistribusian pupuk pada petani betul-betul sampai dan tidak
menguap kemana-mana. Disampimping itu, pihaknya juga berharap agar masyarakat
juga mengawasi harga pemjualan pupuk, karena penjualan pupuk sudah ada
standartnya yakni Harga Eceran Tertinggi.
Penjualan pupuk bersubsidi sesuai HET, jenis urea Rp1.800 per kg, ZA
Rp1.400 per kg, SP 36 Rp2.000 per kg, Ponska Rp2.300 per kg, pupuk organik
Rp500 per kg. Harga tersebut tidak hanya berlaku didaratan saja, melainkan juga
dikepulauan meski jarak tempuhnya lebih jauh, karena pemerintah sudah menyediakan
tambahan ongkos bagi distributor.
"HET tidak hanya berlaku didaratan, di kepulauan HET juga berlaku. Karena untuk kepulauan ada subsidi transportasi dari pemerintah,” pungkasnya. (ud/fi)
"HET tidak hanya berlaku didaratan, di kepulauan HET juga berlaku. Karena untuk kepulauan ada subsidi transportasi dari pemerintah,” pungkasnya. (ud/fi)
