» » Pemotongan Dana PSKS Menyebar Luas

Pemotongan Dana PSKS Menyebar Luas

Penulis By on Rabu, 10 Desember 2014 |



SUMENEP – Aksi dugaan pemotongan dana program simpanan jaminan keluarga sejahtera (PSKS) di Kabupaten Sumenep, tidak hanya terjadi di daerah daratan saja, melaikan aksi serupa juga terjadi di daerah Kepaulan Sumenep. Seperi halnya yang terjadi di kepualuan Arjasa.
         Informasinya, pemotongan dana kompensasi Kenaikan Harga BBM (Bahan Bakar Minyak) itu hampri terjadi di setiap desa se kecamatan Arjasa. Alasan pemotongan itu untuk diberikan terhadap warga miskin yang tidak mendapatkan jatah PSKS.
            Adapun nominal yang dipotong beraneka ragam, mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per penerima manfaat. Aksi pemotongan yang diduga dilakukan oleh aparat desa itu, dilakukan cara diambil dengan tanpa sepengetahuan pemilik kartu perlindungan sosial (KPS).
            ”Selain kami mendapat laporan dari masyarakat saat melakukan reses keamrin,
kami juga memantau langsung ke kantor pos. Memang kami melihat disana adanya pemotongan,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Sumenep Moh. Imram
            Menurut politisi dari dapil (daerah pemilihan) 7 itu, aksi yang dilakukan oleh oknum apartur desa tersebut, dinilai telah mencederai adanya program yang telah dilundurkan oleh pemerintah pusat. ”Dengan alasan apapun, aksi pemotongan itu sangat tidak dioperbolehkan. Bahkan hal itu sudah masuk kategori tindakan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi,” jelasnya
Padahal, sebelumnya dirinya sebagai wakil rakyat telah menyarankan kepada  semua kepala desa melalui camat setempat untuk tidak melakukan pemotongan. Hanya saja himbauan tersebut tidak diindahkan oleh semua aparatur desa setempat.
Oelh sebab itu, lanjut Imran, berharap agar pihak penegak hukum untuk melakukan tindakan konkret. Sebab, jika dibiarkan mak kejadian serupa akan aterus bergejolak hingga pada akhirnya masyarakat miskin akan menjadi tumbalnya.
”Saya juga heran dari dulu kami sudah berkoar-koar terkait maslah penyelewengan bantuan sosial. Namun, selama ini tidak ada tindakan apapun dari aparat penegak hukum,” terangnya.
Sementara itu kepal dinas sosial (Dinsos) Sumenep Heri Koentjoro Pribadi mengatakan, jika dirinya selama ini masih belum mendapatkan informasi tentang pemotongan di kepulauan.
Untuk mengertahui kebernarannya, pihaknya masih akan melakukan koordinasi terhadap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) di masing-masing kecamatan.
”Untuk info pemotongan akan saya konfirmasi kepada TKSK di lokasi. Karena merka yang mendampingi pembayaran di kantor Pos,”janjinya.
Mantan Kepala Dinas Perhubungan itu mengatakan, proses pencairan bantuan itu tidak melalui  perantara. Tapi, langsung diterima oleh warga yang tercatat sebagai penerima. ”Prediksi kami sangat kecil walaupun ada pemotongan. Karena bantuan itu langsung diterima oleh yang bersangkutan,” tukasnya. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons