SUMENEP – Busani (55) dan Arfan (57) warga Dusun
Somangkaan, Desa Gadding, Kecamatan Manding, keduanya merupakan Pasangan Suami
Isteri (Pasutri) yang dibantai oleh salah satu orang yang tida dikenal, Senin
(1/2) sekitar pukul 03.00 di rumahnya.
Akibat akasi brutal itu, menyebabkan Busani yang tak lain istri Arfan tewas di
lokasi kejadian karna mengalmi luka yang snagat parah. Yakni, luka memar
dibagian kepalany diduga akibat dihantam benda tumpul. Sementar Arfan walaupun
mengalmi luka diasekujr tubuya terselamatkan dari maut, walaupun dibagian
perutnya terkena sabetan senjata tajam. Sebagai upaya untuk menyelamatkan
nyawanya itu, maka pihak kepolisan langsung membawa Arfan ke rumah sakit daerah
(RSD) dr. Moh. Anwar dengan menggunakan mobil polisi.
Informasinya, dibantainya pasutri tersebut disebabkan
karena diisukan mempunai ilmu hitam atau
yang dikenal dengan ilmu santet.
Padahal dilihat dari segi aktifitasnya sehari-hari pasutri tersebut tidak ada
tanda-tanda menganut ilmu hitam. Sebab, kegiatan sehari-harinya berprofesi
sebagai petani layaknya mayoritas warga setempat.
Hanya saja prasangka warga jika pasutri itu memiliki
ilmu hitam, timbul disaat disejumlah tetangganya sering kesakitan yang dinilai
luar biasa. Padahal tudingan warga tersebut belum tentu kebenarannya,
tapi karena isu tersebut santer dihembuskan, maka warga sekitar langsung
memvonis keduanya sebagai dukun santet bila ada keluarganya yang sakit.
”Kalau penyebabnya kami tidak tahu. Yang jelas
kejadian itu sangat singkat,” kata Busairi, Kepala Desa Gadding, Kecamatan
Manding kemarin.
Inforamsai lain mengatakan, sebelum dianiya pasangan
suami istri itu sempat dipanggil keluar oleh pelaku, namun karena korban tidak
mengenal suara orang yang memanggil itu, ia tidak berani keluar dan tetap
bersembunyi dalam kamarnya. Karena korbannya tidak kunjung keluar, pelaku nekat
mencongkel kaca jendelanya dan menyeret korbannya keluar kamar untuk dianiya.
Korban tidak berdaya begitu pelaku yang mengenakan
cadar, membantai korbannya dengan sadis. Korban hanya bisa menangis dalam hati
dan tidak bisa berteriak lantaran mulutnya disumbal dengan kain, selain itu
mata korban juga ditutupin sehingga korban tidak mengenal pelakunya.
”Saat kejadian memang tidak ada tetangga yang tahu,
karena kejadiannya diduga dilakukan pada dini hari saat semua warga masih
terlelap tidur, warga baru mengetahui kejadian itu pada pagi harinya,” timpal
Saiful, warga setempat.
Kapolsek Manding, AKP Hasanuddin, membenarkan kejadian
tersebut. Saat ini pihak kepolisian setempat sedang sudah selasai melakukan
oleh TKP (Tepat Kejadian Perkara), termasuk mengumpulkan beberpa bukti, serta berbagai
data pendukung lainya sebagai bahan untuk melakukan penyedlidikan lebih lanjut.
”Memang benar kejian itu. Kami sudah mengirim anggota kami ke lokasi untuk
mengupulkan bukti dan data pendukung lainnya,” katanya
Tidak hanya itu, kedepan pihak kepolisian untuk
mengungkap pelaku dan motif terjadinya aksi pembunuhan itu, juga akan malakukan
pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahi terkait kasus
penganiayaan pasutri tersebut. ”Ini masih dalam tahap penyelidikan, jadi proses
hukumnya tunggu saja sampai penyelidikan selsai. Sehingga dalam waktu dekat
kita dapat membekuk pelakunya,” terangnya
Untuk diketahui, Busani yang meninggal dunia, langsung
dikebumikan di pemakaman milik keluarganya, yang jaraknya sangat dekat rumah
korban, warga sekitara telah mempersiapkan pemakamannya. Sedangkan Arfan, sampai
beita ini diturnkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah,
hingga waktu yang tidak ditentukan. Sebab melihat luka yang dideritanya sangat
parah. (di/fa)
