» » Keseriusan Pengelolaan Dana PIPEK Dipertanyakan

Keseriusan Pengelolaan Dana PIPEK Dipertanyakan

Penulis By on Minggu, 07 Desember 2014 |

Ilustrasi Buy Google
SUMENEP – Anggota Komisi A DPRD Sumenep Abrori Mannan mempertanyakan keseriusan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam realisasi pengelolaan dana PIPEK. Pasalnya dia menilai semua proyek, baik yang berupa infrastruktur maupun seperti pavinisasi maupun pengaspalan jalan selalu dilakukan diakhir tahun. Akibatnya, program yang sudah dicanangkan sejak awal tahun selalu terbengkalai karena terhempit waktu.
 
”Nah ini yang kami sayangkan. SKPD terkesan tidak serius merealisasikan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, utamanya setiap program yang didanai dari dana PIPEK,” katanya
Salah satu penyebab belum terealisasinya program tersebut,lanjut Abrori karena SPKPD lebih mengutamakan kegitan seremonial, seperti pelatihan dan diklat yang gencar dilakukan beberapa bulan sebelumnya. ”Mestinya realisasi program itu didahulukan dibandingkan melakukan kegiatan seremonial itu,” ungkapnya 

Sebab menurut Politisi PKB  asal Dapil (daerah pemilihan) tiga, untuk kegitan seremonial
tidak ada deadline waktu yang mengikatnya. Berbeda dengan pekerjaan proyrak yang terhimpit dengan waktu. ”Paling lambat pekerjaan proyek, termasuk yang didanai dari dana PIPEK itu harus selesai tanggal 15 Desember 2014 mendatang. Jika tidak maka dipastikan rekananna akan dikena sanksi,” terangnya

Sementara berdasarkan pantauan Politisi PKB itu, saat ini masih benyak proyek yang didanai dari porgam PIPEK masih belum dilakukan. Sehingga dipastikan pekerjaan tersebut tidak akan selesai tepat waktu.

”Waktunya tinggal menghitung hari saja, sedangkan pekerjaannya masih ada yang baru dimulai,” terangnya
Padahal menurut mantan Ketua Komisi A itu, pihaknya sebelum mengeluarkan anggara telah melakukan kesepakatan jika pekerjaan itu harus didahulukan, minimalnya waktu peaksanaannya dipertengahan tahun. Itu bertujuan agar pelaksanaan proyek selesai tepat waktu.  ”Namun itu terkesan diabaikan,” terangnya
Sementara ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma mengatakan, jika pada tahun ini pihaknya telah mengusulkan ke pihak Eksekuitf dengan jumlah yang cukp fantastis. Yakni diprediski setiap anggota Dewan akan mendapat jatah sebanyak Rp 1 Miliar. 

"Diinternal kami memang sudah ada pembahasan khusus tentang besaran dana pipekpada 2015. Hasilnya, dana pipek akan diusulkan sebesar Rp1 miliar untu kmasing-masing anggota DPRD Sumenep," Kata Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep.

Meski masing-masing anggota dewan dprediksi akan mendapat jatah dana pipek sebesar Rp 1 M,  dalam pembahasan di internal DPRD, anggota sepakat memberikan dana pipek pada pimpinan Rp 25 juta. Sehingga dalam penerimaan pipek nantinya, anggota akan menerima dana pipek sebesarRp 975 juta, sedang pimpinan akan menerima pipek Rp 1,25 juta. 

"Sesuai usulan anggota, mereka bersepakat akan memberikan dana pipek padapimpinan DPRD sebesar Rp 25 juta, jika pengajuan dana pipek disetujui 1miliyar, mungkin teman-teman anggota faham jika pimpinan lebih banyakkebutuhannya ketimbang anggota,” bebernya. 

Dana pipekadalah program dana hibah kepada kelompok masyarakat, yang peruntukannya bisa berbentuk kegiatan fisik dan nonfisik. Secara teknis, realisasi program pipektetap berada di bawah naungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, danharus menyesuaian dengan aturan main yang ada. (di/fa)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons