SUMENEP – Sekretaris Dewan Pendidikan
Kabupaten Sumenep (DPKS) Jamaluddin menilai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik)
Sumenep A. Shadik gagal mengelola menegeman instansi pendidikan. Buktinya,
hingga kini masih banyak pengelolaan pendidikan di kabupaten sumenep yang
dinilai semberaut.
Selah satunya, diantarnya buruknya pengelolaan manajemen
pendidikan, tidak profesionalnya pengelolaannuya sehingga kualitas pendidikan
semakin merosot setiap.
Selain itu, hingga saat ini masih benyak
sengketa lahan yang tak kunjung tuntas, SDM guru yang tidak mumpuni, moralitas
dan indisipliner guru, moralitas anak didik, dan penyimpangan
dan penyalahgunaan
realisai program ang bersumberkan dari DAK (Dana Khusus) dari tahun ke tahun.
"Semua in hanya sebgain contoh kecil saja. Banyak kegagalan yang perlu di
sikapi serius untuk pereode selanjutnya,” katanya Jamaluddin.
Meneurut jamal, jika kondisi seoperti itu
tidak disikapi secara serius dari berabagai kalangan, maka kedepannya prestasi
dan prestise pendidikan di Kabupaten Sumenep cenderung semkin memburuk. ”Itu
sudah pasti. Makanya, kami mohon kontrol dari kalangan anggota dewan selaku
wakil rakyat semakin dioptimalkan kedepannya,” katanya
Menganggapi hal itu, Ketua PRD Sumenep Herman
Dali Kusuma berjanji, dalam wakt dekat akan melakukan pemanggilan terhadap
kepala Disdik setempat. Itu sebagai tindak lanjut berbagai keluhan yang telahd
isampaikn oleh pihak DPKS. ”Semua aspirasi itu tentu kami tampung. Dan kami
pastikan pihak disdik akan kami pangil. Sehingga persolan itu secepatnya bisa
terselesaikan," katanya
Kendati demikian, pihaknya masih belum bisa
menentukan waktu pemanggilan akan dilakukan. Sebab, pihaknya khawatir terbentur
dengan sejumlah kegiatan di internal dewan. ”Kalau soal waktu, kami tidak bisa
menentukan. Karena kami masih aka konsultasi dnegan sejumlah pimpinan. Kita
tungu saja nanti,” janjinya.
Sementara Kepala Diknas A. Shadik masih belum
bisa menejelaskan terkait tudingan tersebut. Sebab saat dihubungi melalu
telepon selulernya sampai berita ini diturunkan tidak merespon walaupun dana
sambungnya terdengar aktif. (di/fa)
