» » Akibat Konsleting PLTD, Satu Bulan Tujuh Pulau Gelap Gulita

Akibat Konsleting PLTD, Satu Bulan Tujuh Pulau Gelap Gulita

Penulis By on Kamis, 11 Desember 2014 |



Tarif Listrik PLTD di Tujuh Pulau Terpencil Kepuluan/Kecamatan Sapeken

2 Lampu Rp 75 ribu setiap bulan
1 TV Rp 75 setiap bulan
1 Kulkas Rp 100 perbulan
1 Pompa Air Rp 100 perbulan

SUMENEP – Nasib malang dialami ribuan warga Kecamatan/Kepulauan Sapaken, sejak dua bulan terakhir. Pasalnya, Pembangkit Tenaga Diesel (PLTD) milik perusahaan swasta rusak sehingga tidak beroperasi. Akibtanya, ribuan warga yang berada dtujuh puluan paling timur Kabupaten Sumenep itu gelap gulita.
Tujuh pulau tersebut, diantaranya, Pulau Sabuntan, Pulau Paliat, Pulau Saur, Pulau Saebus, Pulau Sakala dan Pulau Saseel Kecamatan/Kepulan Sapeken. Saat ini ribuan warga yang berada di tujuh pulau tersebut, menggunakan lampu talpek sebagai pengganti penerangan selama PLTD milik perusahaan swasata kemabli bisa beroperasi.
Hal itu dikatakan oleh Ketua Komisi C DPRD Sumenep Dul Siam saat melakukan reses beberapa hari yang lalu.
”Sebenarnya sangat banyak tuntutan yang disampaikan oleh warga pada kami, hanya saja yang sifatanya sangat mendesak hanya satu, yakni penerangan. Karena sudah satu bulan terakhir kondisi di tujuh pulau itu tidak ada penerangan sama sekali,” kata Politisi PKB asal Pulau Sabuntan, Kepuluan/Kecamatan Sapeken.
Rusaknya PLTD milik perusahaan swasta itu dikaibatkan banyak faktor, slahsatunya karena faktor cuaca. Sehingga jaringan kabel banyak yang basah akibat terkena air hujan yang mengakibatkan mesin PLTD mendjai rudak. Selain itu, juga akibat kondisi mesin PLTD yang sudah rapuh karena termakan usia.
Menurut Dulsiam, selain menggunakan lampu telpek sebagai alterantif, sebagian warga juga memakai mesin Genset. Hanya saja  penggunaan mesin genset itu tidak berlaku bagi semua warga, melainkan hanya bagi warga yang sudah berperekonomian menengah keatas.
Oleh sebeb itu, pihaknya sebagai wakil rakyat dari daerah kepulauan meminta agar pihak eksekutif pada tahun anggaran 2015 mendatang, bisa mengalokasikan sebagian anggaran untuk pengadaan PLTD yang pengelolaannya diserahkan kepada petuga PLN. ”Ini semua berdasarjkan tuntutan warga pada kami selaku wakil rakyat yang berada di gedung parlemen. Karena fersi warga jalan satu-satunya yang bisa membuat penerangan yang lehih optimal,” terangnya
Sebab menurutnya, penerangan di beberada kepulan Kecamatan Sapeken masih kurang maksimal. Sebab, penerangan disana hanya bisa dinikmati selama kurang lebih 9 jam. Yakni mulai pukul 16.00 hingga pukul 23.00. setelah itu dimatikan baru hidup kembali saat menjalang shlat subuh sekitar pukul 0430 dini hari.
”Jadi, kondisi dipulau terkecil di Kecamatan Sapeken 80 derajat jauh berbeda dengan kondisi daratan Kecamatan Sapeken. Karena untuk daerah daratan Kecamtan Sapeken sudah ada PLTD yang dikelola oleh PLN yang menyediakan penerangan selama 24 jam nonstop,” tukasnya
 Manajer PLN Rayon Sumenep Slamet mengatakan, jika pengadaan penerangan untuk daerah daeratn di Kecamatan/Kepuluan Sapeken, sudah tidak ada masalah apapun. Hanya saja untuk penerangan disejumlah pulau terpencil, pihaknya tidak bisa memastikan seperti yang terjadi di pusat kecamatan. Sebab soal pengadaan atau perluasan wilayah bukan wawenang PLN, melainkan harus ada pengajuan dari pihak tertentu, seperti masyarakat maupun pihak pemerintah.
Hanya saja, walaupun sudah ada permohoan kepada pihak, PLN pihaknya tidak memastikankan terealisasi. Sebab, pihak PLNmasih kan meninjau lokasi dan jumlah konsumen. ”Disejumlah kepulauan, seperti Gili Raja itu pernah diajukan, tapi masih belum bisa dilaksanakan,” terangnya. (di/fa)



 

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons