SUMENEP - Upaya pemerintah untuk memperbaiki
infrastruktur di Kabupaten Sumenep nampaknya tidak berjalan mulus. Bahkan,
diberbagai pekerjaan jalan mengabiskan miliaran rupiah itu banyak yang tidak
sesuai dengan (rencana pembuatan sesuai dengan
gambar dan biaya). Tidak sesuainya itu, terungkap saat Komisi C DPRD Sumenep
melakukan Inspeksi Mendadak (sidak), Rabu (12/11).
Pantaun Koran Madura, Sejumlah anggota Komisi C DPRD Sumenep melakukan
sidak di dua titik yakni perbaikan jalan di jalan lingkar barat, Kecamatan Kota
Sumenep. Perbaikan jalan tersebut menelan anggran sebesar Rp 5 miliar yang
bersumberkan dari dana APBD tingkat I Jawa Timur.
Dalam sidak itu, sejumlah anggota
DPRD menemukan ketidak sesuaian dalam galian tanah yang tidak sesuai dengan
bisatek yang ada. Seharunya, galian tanah itu memiliki lebar 3 meter, namuan
dibeberapa titi pekerjaan jalan sepanjangn 770 meter dengan lebar 12 meter itu
tidak sampai 3 meter.
Ketidak
sesuaian itu juga ditemukan di pekerjaan jalan di jalan Teuku Umur tepatnya di desa
Pandian, Kecamatan Kota Sumenep. Dimana ketebalan hotmix
yang sudah selesai
beberpa bilan yang lalu itu, tidak sesuai dengan bistek yang ada, yakni hanya
sekitar 2,5 sampai 3 Cm (Centi Meter). Padahal sesuai bistek yang ada,
ketebalan hotmix tersebut minimal 5 Cm. Sehingga, pekerjaan tersebut diminta
agar satker terkait, yakini Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga untuk meminta agar
rekanan untuk melakukan perbaikan kembali.
”Karena
pekerjaannya sudah tidak sesui dengan bistek, maka kami minta Pekerjaan itu
dipending dulu,” kata Ketua Komisi C DPRD Sumenep Dul Siam.
Sementara
untuk pekerjaan jalan di jalan lingkar barat, pihaknya masih belum menemukan
tindakan yang keluar dari jukbnis yang ada.
”Untuk
disana (jalan lingkar barat) kami tidakmenmukan kejangggalan yang siknifikan.
Hanya ada sebagian pekerjaan yang tidak utuh,” terangnya
Kendati
demikian, pihaknya masih memaklumi ketidak sesuaian itu, sebab saat ini masih
dalam tahap pekerjaan. Hanya saja, dirinya msih mencurigai jika pekerjaan ang
telah selesai itu, ada ketidak sesuaian didalamnya. ”Makanya, untuk yang sudah
selsai kami sudah mengintruksikan trhadap rekanan dan PU untuk melakukan
pengecekan kembali,” katanya
Sementara Kepala Dinas PU Bina Marga
Edy Rasiyadi mengakui jika pekerjaan jalan tahun ini banyak yang tdiak sesui
dengan juknis yang ada. Termasuk pekerjaan jalan di jalan Teuku Umr tersebut.
”Beberapa loksi harus diadakan overlay kembali, dan beberpa lokasi lainnya
harus mengabaikan denda ke Kasda (Kas Daerah),” katanya kemarin.
Hanya saja, untuk kualitas pekerjaan
jalan di jalan teuku umar itu, pihaknya masih belum mengetahui kepastiannya.
Sebab, masih dilakukan uji lap. ”Untuk kualitasnya kami masih melakukan uji
lab. Karena sesuai intruksi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) harus dilakuan uji
kembali,” katanya
Oleh sebab itu, pihaknya selaku
pengelola anggaran, menghimbau agar masyarakat juga ikut berpartisipasi,
utamnya dalam pengawasan pekerjaan yang sedang berlangsung itu.
Jika nantinya, dalam pekerjaan
tersebut, ditemukan adanya ketidak sesuian, maka pihaknya menganjurkan untuk
segera melaporkan. ”Kami harap masyarakat juga ikut mengawasi,” terangnya. (di/fa)
