» » Pengadaan Mobdin Dewan Disoal

Pengadaan Mobdin Dewan Disoal

Penulis By on Kamis, 27 November 2014 |




            SUMENEP – Pengadaan empat mobil dinas pimpinan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sumenep, pereode 2014-2019  kembali disoal. Pasalnya, keempat mobil dinas eks pimpinan DPRD sumenep pereode 2009-2014 masih sangat layak untuk dipakai kembali.
Bhakan berdsarkan informasi yang dihimpun News Daerah, kondisi empat mobdin eks pimpinan DPRD kondisinya masih 75 persen.
Dengan demikian, maka pengadaan mobdin pimpinan dewan saat ini dinilai hanya terkesan menghabur-hamburkan APBPD (Anggarapn Pendapatan Belanja Daerah).
”Kalau masih layak dipakai mengapa harus diganti?. Sama halnya itu hanya menghamburkan APBD saja,” kata Koordinator Tim Investigasi Sumenep Corruption Watch (SCW) Junaidi, SH.
Padahal, lanjut Junaidi, disejumlah darah diluar pulau madura, saat ini gencar anjuran penghematan anggran. Penghematan angran tersebut berdasarkan hambauan yang dikeluarkan oleh proseiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo. ”Sumenep ini terbalik, kiranya. Disuruh menghemat anggran, malah menganggarkan pengadaan mobil baru. Sumenep ini kan lucu jadinya,” terangnya
Menurut Junaidi, pengadaan mobdin dewan tersebut dinilai hanya menambah beban terhadap masyarakat. ”Lebih baik, itu digagalkan saja. Dan anggarannya disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan. Seperti penguatanmodal hume industri. Sehingga penataan ekonomi kreatif kedepannya bisa jalan,” terangnya
Hal senada juga dikatakan oleh Ketua Himpunan Maha Siswa Islam (HmI) Cabang Sumenep Hanafi. Bahkan, pihaknya berharap, agar pemerintah mengkaji ulang tentang rencana pengadaan empat mobdin dewan tersebut. ”Ya kalau anggaran pengadaan mobdin itu sudah paten dan tidak bisa bisa dialihkan pada yang lain, lebih baik ditunda saja pengadaannya. Kalau seperti itu kan terkesan dipaksakan,” ungkapnya
Apalagi lanjut Hnafi, kenerja wakil rakyat yang berada di gedung DPRD Sumenep masih perlu dipertanyakan keseriusannya. Sebab, sejak mulai dilantik hingga saat ini masih belum nampak kontibusi yang diberikan pada masyarakat. ”Nah itu juga patut dipertimbangkan. Karena, selama ini nampaknya sejumlah anggota Dewan selalu santai setiap harinya. Sehingga, apa yang menjadi tugasnya tidak selesai, sperti halnya pembahasan APBD tahun 2015,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun News Daerah, pemerintah daerah saat ini telah menganggarkan pengadaan mobil pimpinan itu sebesar Rp 1,2 miliar. Anggaran terebut diambilkan dari dana APBD (Angran Pendapatn Belanja Daerah) tahn 2014.
Adapun spesifikasi dan kualitas keempat mobil pimpinan yang baru itu, diyakini tidak akan jauh berbeda dengan eks mobil pimpinan DPRD pereode 2009-2014 lalu.
Sedangkan jenis mobil plat merah itu berfariasi, yakni untuk posisi ketua dewan mobil yang akan dibeli adalah mobil jenis sedan Toyota Altis. Semantara untuk posisi wakil ketua masing-masing akan mendapatkan mobil minibus Suzuki Inova.
Selain pengadaan kendaraan roda empat, sekretariat juga bekal mendapatkan lima kendaraan roda dua. Kendaraan itu akan digunakan oleh pendamping di tiap komisi yakni, komisi A, B C dan D. Sementara satu unit lagi akan digunakan oleh bendahara. ”Untuk pengadaan limakendaraan itu, kami sudah menyedikan anggaran sebesar Rp 75 juta,” kata Sekeretaris Dewan (Sekwan) Sumenep  Moh. Mulki.
Dirinya juga mengakui jika kondisi mobdin eks pimpinan dewan pereode 2009-2014 masih mulus dan layak pakai dalam waktu panjang. Sebab, berdasarkan hasil survi yang dilakukan, kondisi keempat mobdin itu kondisinya masih kisaran 60-70 persen dibandingkan dnegan mobil yang baru.
Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak mempunyai kewenangan untuk menghalangi pemkab untuk menariknyakembali. ”Persolan itu bukan urusan kami, melainkan sudah kebijkan dari pemda. Ya bagaimanapun kami harus patuh lah terahdap peraturan yang ada,” katanya
Lebih lanjut Mulki mengatakan, pergantian mobil dinas itu memang sudah lumrah dilakukan setiap perubahan kepala daerah. ”Bagaiman lagi, wong ketika itu sudah biasa dilakukan, bisa saja nantinya ketika usai Pilkada (pemilihan kepala daerah) mendatang dan kepala daerahnya diganti, itu pasti mobil milik bupati yang baru juga diganti,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons