SUMENEP
– Keberadaan pupuk bersubsidi di kabupaten sumenep terus menjdia keluhan
masyarakat. Sebab, saat ini banyak kios yang diduga sengaja menjual pupuk
bersubsidi diatas harga yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Sesuai
kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, Harga Eceran Tertinggi (HET)
pupuk bersubsidi Rp 90 setiap zaknya atau 50 Kg. Hanya saja, dilapngan banyak
kios yang ditemukan menjual diatas ketentuan yang ada. Salah satunya yang
terjadi di Kecamatan Ambunten.
"Aturannya
memang seperti itu, tapi kanyataan dilapangan masih ada kiao yang menjaual
pupuk pada kelompok tani (poktan) dengan harga kisaran antara Rp 92 ribu sampai
Rp 93 ribu per zaknya,” kata Nizar ketua Poktan di Desa Campor Timur, Kecamtan
Ambunten, kemarin.
Harga
tersebut, lanjut Nizar sudah berlangsung sejak lama.
Bahkan sebagian kios pupuk
bersubsidi ada yang meminta uang jaminan berupa uang sesuai keingnan poktan saat
akan melakukan penebusan. "Biasanya sebelum kami melakukan penebusan, kami
harus membayar terlebih dahulu sesuai kemampuan kami. Jika kami mampunya
menebius sebanyak dua ton, maka kami harus membayar uang seharga pupuk 2 ton
itu,” terangnya
Hanya
saja, lanjut Nizar, pimilik kios sering ingkar janji. ”Itu yang kami sangat
sesalkan, ketiak kamisudah memebayar dua ton, namun pihak kios hanya memberikan
pupuk sebanyak 1,5 ton. Dengan alasan masih dipinjam pihak kios,” terangnya
Karena
tindakkan pihak kios dinilai sudah berlebihan dan meresahkan sejumlah pioktan,
maka pihaknya bersama sejumlah anggota poktan lainnya melaporkan tindakan
tersebut ke Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Pertanian setempat.
Hal
itu dilakukan sebagai salah satu upaya agar pihak kios tidak memberlakukan
peraturan yang dinilai tanpa didasari hukum yang jelas. ”Alhamdulillah,
informasinya pihak kios sudah dipanggil oleh UPT,” terangnya.
Kepala
UPT Pertanian Kecamatan Ambunten Bambang Soetrisno membenarkan pemanggilan terhadap
salah satu kios yang diduga telah menjual pupuk bersubsidi diatas harga HET. "Memang
benar kami memanggil kios, tapi bukan soal harga, melainkan kami akan
berkordinasi masalah penyaluran pupuk pada petani," dalihnya.
Disinggung
masalah banyaknya kios yang sengaja menjual pupuk diatas harga HET, [ihaknya
masih belum mengetahui kepastiannya. ”Kalauitu kami masih belum tahu, namun
kami akan terus melakukan penelusuran lebih jauh,” katanya
Kalau
memang itu benar adanya, pihaknya mengaku tidak akan tinggal diam. ”Kalau memang
kesalahannya sangat fatal, pasti kami menegurnya,” tukasnya.(di/fa)
