Transportasi Laut Kurang Memadai
SUMENEP – Minimnya transnportasi laut yang dimiliki Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Sumenep membuat warga kepuluan kecewa. Pasalnya, puluhan
rombongan Jemaah haji asal kepuluan harus berdesak-desakan saat hendak belik ke
kampung halamnnya.
Pantauan Koran Madura,
sejumlah jemaah haji asal pulau Kangean memadati kapal Kapal Express Bahari,
Kamis (6/11) sekitar pukul 06.30. Mereka terpaksa harus rela pulang ke kampung
halamannya mengikuti kapal cepat dalam keadaan sangat terpaksa. Bahkan sejumlah penumpang rela berada
dibagian atas kapal. Padahal kondisi seperti itu sangat membahayakan terhadap
keselamatan penumpang.
Sebab, pada saat itu Kapal Express Bahari dinilai sebagai jalan
alternatif, sebab Kapal Express Bahari merupakan satu-satunya angkutan
transportasi laut yang bisa beroperasi. Sementara, kapal milik pemkab sumenep
itu sendiri, infformasinya masih dalam proses perbaikan, sehingga tidak bisa
beroperasi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Salah satu warga Pulau Kangean Taufiq memngatakan, dirinya megaku kecewa atas minimnya armada laut yang
disediakan oleh pemerintah daerah. Bahkan, menurutnya, pemerintah setempat terkesan
tutup mata atas kejadian tersebut. ”Persoalan seperti ini tidak hanya terjadi
saat ini saja, bahkan sering terjadi utamanya saat cuaca lagi tidak
bersahabat.” Katanya
Anehnya, lanjut Taufiq, walaupun
pemrintah sudah mengetahui, namuan upaya pemerintah untuk memnuhi transpoprtasi
laut dinilai tidak proaktif. Salah stu
contoh kecil, pengadaan transporati laut yang diencanakan dilakukan pada tahun
2014 hingga kini masih belum ada tanda-tanda akan dilakukan.
Akibatnya, sejumlah warga kepuluan selalu menjadi korban. ”Jelas kami kecewa,
karena yang seharusnya jemaah haji sampai di rumahnya, hingga kini masih benyak
yang tertahan di pelabuhan,” ungkapnya
Selian itu, lanjut Taufiq, seharunya jika memang pemkab mempunyai
senergi yang tinggi untuk memberikan fasilitas bagi warga kepulauan, sebelum
para jemaah haji asal kepulan datang, pemkab sudah menyedikan alat transportasi
khusu. Sehingga rombingan jemaah haji dengan cepat sampai ke kampung
halamannya.
”Itu yang semestinya dilakukan, wong sudah tahu jika kapal milik pemkab
masih dalam perbaikan. Jika seperti ini kan sama halanya pemkab telah menganak
tirikan warga kepulauan,” terangnya
Manager Operasional Kapal Cepat Exspress Bahari Saperi Kartolo mengakui
jika muatan Kapal Express Bahari sudah melebihi batas kewajaran. ”Kami selaku
opertoar tidak bisa berbuat banyak, karena mereka sudah lama di daratan dan
tergesa-gesa ingin sampai di kampung halamnnya,” katanya.
Kednati demikian, pihaknya saat ini masih optimis, jika semua penumpang
kapal Kapal Express Bahari selamat sampai ditujuan. Hal itu, dilihat dari cuaca
yang tidak terlalu membahayakan. ”Ukuran Kapal Express Bahari ini kan tidak
sebesar DBS, dan kami yakin seandainya DBS 1 biosa beroperasi, mungkin tidak
akan terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Semantara kapal DBS 1 yang biasa melayani angkutan dari pelabuhan
kalianget menuju pulau kangean, saat ini masih belum bisa beroperasi. Sebab,
kapal DBS 1 masih dalam tahap perbaikan. ”Informasinya yang diterima dari
Direktur Tekhnis PT. Sumekar bahwa KM DBS 1 baru selesai di docking tanggal 10
November ini. Sehingga untuk sementara waktu tidak beropeerasi,” kata Kepala
Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadilah melalui Kabid Laut dan
Udara Choirani Argoto.
Tidak beroprasinya kapal DBS 1 langsung
ditanggapi oleh komisi D DPRD Sumenep. Untuk mencari solusi persoalan itu,
mereka langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak). Sidak langsung dipimpin
oleh ketua komisi C Dulsiam bersama beberapa anggota.
Politisi PKB itu menjelaskan saat menggelar
sidak anggota komisi bertemu dengan kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Mohamad
Fadillah. Dalam peretmuan itu anggota meminta Kantor Kesyahbandaran dan
Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mengalihkan pelayaran
armada kapal.
Menurutnya, pengalihan rute pelayaran itu
sangat perlu dilakukan. Mengingat, jumlah warga pulau kangean dan Sapekan yang
yang berlum terangkut jumlahnya cukup banyak. Mayoritas adalah pengantar jamaah
haji. ”Alhamdulillah, setelah memlui proses panjang akhirnya dari tiga armada
yang biasa melayani rute pelayaran Kalianget Maslembu, bisa melayani tute
Kalienget-Kangean. Sabtu kapal itu sudah bisa berangkat,” katanya. (di/fa)
