» » Pemkab Dinilai Kurang Respek

Pemkab Dinilai Kurang Respek

Penulis By on Minggu, 23 November 2014 |


Transportasi Laut Kurang Memadai
SUMENEP – Minimnya transnportasi laut yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membuat warga kepuluan kecewa. Pasalnya, puluhan rombongan Jemaah haji asal kepuluan harus berdesak-desakan saat hendak belik ke kampung halamnnya.
Pantauan Koran Madura, sejumlah jemaah haji asal pulau Kangean memadati kapal Kapal Express Bahari, Kamis (6/11) sekitar pukul 06.30. Mereka terpaksa harus rela pulang ke kampung halamannya mengikuti kapal cepat dalam keadaan sangat terpaksa.  Bahkan sejumlah penumpang rela berada dibagian atas kapal. Padahal kondisi seperti itu sangat membahayakan terhadap keselamatan penumpang.
Sebab, pada saat itu Kapal Express Bahari dinilai sebagai jalan alternatif, sebab Kapal Express Bahari merupakan satu-satunya angkutan transportasi laut yang bisa beroperasi. Sementara, kapal milik pemkab sumenep itu sendiri, infformasinya masih dalam proses perbaikan, sehingga tidak bisa beroperasi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Salah satu warga Pulau Kangean Taufiq memngatakan, dirinya  megaku kecewa atas minimnya armada laut yang disediakan oleh pemerintah daerah. Bahkan, menurutnya, pemerintah setempat terkesan tutup mata atas kejadian tersebut. ”Persoalan seperti ini tidak hanya terjadi saat ini saja, bahkan sering terjadi utamanya saat cuaca lagi tidak bersahabat.” Katanya
Anehnya, lanjut Taufiq,  walaupun pemrintah sudah mengetahui, namuan upaya pemerintah untuk memnuhi transpoprtasi laut  dinilai tidak proaktif. Salah stu contoh kecil, pengadaan transporati laut yang diencanakan dilakukan pada tahun 2014 hingga kini masih belum ada tanda-tanda akan dilakukan.
Akibatnya, sejumlah warga kepuluan selalu menjadi korban. ”Jelas kami kecewa, karena yang seharusnya jemaah haji sampai di rumahnya, hingga kini masih benyak yang tertahan di pelabuhan,” ungkapnya
Selian itu, lanjut Taufiq, seharunya jika memang pemkab mempunyai senergi yang tinggi untuk memberikan fasilitas bagi warga kepulauan, sebelum para jemaah haji asal kepulan datang, pemkab sudah menyedikan alat transportasi khusu. Sehingga rombingan jemaah haji dengan cepat sampai ke kampung halamannya.
”Itu yang semestinya dilakukan, wong sudah tahu jika kapal milik pemkab masih dalam perbaikan. Jika seperti ini kan sama halanya pemkab telah menganak tirikan warga kepulauan,” terangnya
Manager Operasional Kapal Cepat Exspress Bahari Saperi Kartolo mengakui jika muatan Kapal Express Bahari sudah melebihi batas kewajaran. ”Kami selaku opertoar tidak bisa berbuat banyak, karena mereka sudah lama di daratan dan tergesa-gesa ingin sampai di kampung halamnnya,” katanya.
Kednati demikian, pihaknya saat ini masih optimis, jika semua penumpang kapal Kapal Express Bahari selamat sampai ditujuan. Hal itu, dilihat dari cuaca yang tidak terlalu membahayakan. ”Ukuran Kapal Express Bahari ini kan tidak sebesar DBS, dan kami yakin seandainya DBS 1 biosa beroperasi, mungkin tidak akan terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Semantara kapal DBS 1 yang biasa melayani angkutan dari pelabuhan kalianget menuju pulau kangean, saat ini masih belum bisa beroperasi. Sebab, kapal DBS 1 masih dalam tahap perbaikan. ”Informasinya yang diterima dari Direktur Tekhnis PT. Sumekar bahwa KM DBS 1 baru selesai di docking tanggal 10 November ini. Sehingga untuk sementara waktu tidak beropeerasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Mohammad Fadilah melalui Kabid Laut dan Udara Choirani Argoto.
Tidak beroprasinya kapal DBS 1 langsung ditanggapi oleh komisi D DPRD Sumenep. Untuk mencari solusi persoalan itu, mereka langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak). Sidak langsung dipimpin oleh ketua komisi C Dulsiam bersama beberapa anggota.
Politisi PKB itu menjelaskan saat menggelar sidak anggota komisi bertemu dengan kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Mohamad Fadillah. Dalam peretmuan itu anggota meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mengalihkan pelayaran armada kapal.
Menurutnya, pengalihan rute pelayaran itu sangat perlu dilakukan. Mengingat, jumlah warga pulau kangean dan Sapekan yang yang berlum terangkut jumlahnya cukup banyak. Mayoritas adalah pengantar jamaah haji. ”Alhamdulillah, setelah memlui proses panjang akhirnya dari tiga armada yang biasa melayani rute pelayaran Kalianget Maslembu, bisa melayani tute Kalienget-Kangean. Sabtu kapal itu sudah bisa berangkat,” katanya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons