» » Kungker Dewan Hanya Hambur-Hamburkan Anggaran

Kungker Dewan Hanya Hambur-Hamburkan Anggaran

Penulis By on Senin, 24 November 2014 |

SUMENEP – Kekompakan empat komisi dewan perwakilan rakya (DPRD) Sumenep dalam melakaukan kunjungan kerja (Kungker) mendapat tanggapan serius dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik Safrudin Budiman. Menurut politikus asal Kabupaten Sumenep itu, Kungkar yang dilakukan empat komisi tanpa berdasarkan konsep yang jelas. Sehingga, pelaksaan kungker tersebut terkesan dipaksakan.
 ”Amanatan kami begitu, karena saya yakin kungker saat ini tanpa didasari konsep yang jelas. Sehingga pelaksanaan kungker hanya menghambur-hamburkan uang dan tenaga saja,” katanya.
Mestinya, sebelum melakukan kungker, sejumlah anggota dewan terlebih dahulu menyusun karangkan permasalahan yang akan di carikan solusi. Baik, mulai dari rumusah masalah, karangka teoritisnya sampai solusi pemecahan masalah.

Baru setelah semua kerangka tersebut dipenuhi,  kuker tersebut dilakukan. Sebab, pada hakikatnya kungker yang dilakukan oleh anggota dewan tersebut, untuk mencari solusi terhadap persolan yang ada.
Menurut Safrudin, hal itu bisa dilakukan salah satunya dnegan cara melakukan rapat internal antara komisi dengan satkernya yakni SKPD (Satuan Perangkat Daerah) masing-masing. ”Saat ini kan tidak, buktinya alat kelengkapan dewan saja belum selesai, malah tahu-tahunya anggota dewan sudah melakukan kungker,” terangnya
Sementara Pengamat Hukum Asal Kabupeten Sumenep Ach. Novel mengatakan, jika hasil kungker yang dilakukan tersebut, harus dipertanggungjawabkan secara nyata. Sebab, jika tidak, maka tindkan tersebut bsia masuk ke ranah tindak pinada korupsi. ”Kami kira lembaga yudikatif itu Insyaallah mampu menidil dana yang dikemas study banding itu,” katamnya
Bahkan, lanjut Novel adanya program kungker tersbeut harus disikapi positif dari berabgai kalngan. Sebab, tujuan diadakn kungker itu tiada lain untuk memperkaya wawasan dalam rangka pembahasan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).
Semantara Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma membantan jika pelaksanaan kungker tanpa didasari konsep yang jelas. Bahkan, sebelum melakukan kungker, pihaknya telah melakukan rapat internel dewan. ”Kegiatan ini atas parkarsa anggota dewan,” katanya
Selin itu, dilaksanakan kungker tersebut dalam rangka pembahasan APBD tahun 2015. ”Kita untuk menyelesaikan masalah tentunya harus berkonsultasi dengan daerah yang lebih baik. Makanya sebalum memasuki pembahasan, terlebih dahulu melakukan konsultasi ke daerah yang baik. Sehingga, nantinya bisa menghasilakn yang brilian pula,” tukasnya.
Untuk diketahui, dalam minggu ini keempat komisi kompak melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Yakni komisi A melaksankan kungker ke Makasar Provinsi Sulawesi Selatan, Komisi B melakukan kosultasi ke Badung Bali, Komisi C Kabupaten Batam Provinsi Riau dan komi D melakukan konsultasi Bandung Jawa barat. Acara tersebut diperkirakan menghabiskan anggran sebesar Rp 280 juta. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons