» » Disperta Klaim Persediaan Pupuk Tetap Aman

Disperta Klaim Persediaan Pupuk Tetap Aman

Penulis By on Sabtu, 29 November 2014 |

SUMENEP - Setelah gencar diberitakan dugaan adanya penjualan pupuk bersubsidi diatas harga eceren tertinggi (HET) di kalangan petani, akhirnya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diaperta) angkat bicara. Bahkan Disperta sendiri mengklim sampai akhir tahun 2014 mendatang, pupuk bersubsidi untuk petani di kabupaten sumenep tetap aman. Sehingga dipastikan dugaan tersebut tidak benar.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun News Daerah, terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2014 lalu, persediaan pupuk bersubsidi masih tersisa sebanyak 18.646 ton dari berbagai jenis puluk. Rinciannya, pupuk jenis Urea tersisa sebanyak 8.360 ton, ZA 3.025 ton, SP 36 2.810 ton, Ponska 2.280 ton, dan Pupuk Organik tersisa sebanyak 2.165 ton.

Sementara pada tahun 2014 ini, Kabupaten Sumenep mendapatkan jatah sebanyak 46.404 ton. Sementara yang telah terealisasi masih sekitar 27.758 ton.
Dengan rincian Urea 16.169 ton, ZA 3.385 ton, SP 36 3.671 ton, Ponska 3.738 ton dan Pupuk Organik 795 ton.

"Melihat realisasi pupuk yang ada, kami pastikan kota pupuk bersubsidi untuk kabupaten sumenep hingga akhir desember mendatang dipastikan tetap aman," kata Kepala Bidang SDP Disperta Sumenep Kurratul Aini.

Dikatakan, harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk jenis urea Rp1.800 per kg, ZA Rp1.400 per kg, SP 36 Rp2.000 per kg, Ponska Rp2.300 per kg, pupuk organik Rp500 per kg. "HET baik di daratan maupun di kepulauan sama. Karena untuk kepulauan ada subsidi transportasi, sehingga harga tidak perlu lebih tinggi dari HET," ujarnya.

Menurut Iin panggilan akrabnha Qurratul Ainu, pupuk bersubsidi tidak boleh dijual diatas HET, meski di kepulauan. Karena, sudah ada subsidi transportasi yang disediakan dari pemerintah. "Ada yang menjual pupuk diatas HET, tapi bisa jadi lokasinya jauh sehingga harus menambah ongkos transportasi lagi," jelasnya.

Untuk persediaan pupuk bersubsidi tahun 2015, pihaknya sudah mengusulkan sebesar 40 ribu ton lebih sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Jumlah ini sama dengan tahun 2014 ini. "Kami sudah mengusulkan persediaan pupuk untuk tahun 2015," imbuhnya.

Pihaknya berharap, para petani tidak gelisah atau khawatir kekurangan pupuk karena persediaan masih cukup dan ditahun 2015 sudah disiapkan sesuai kebutuhan. "Kami berharap, petani tidak khawatir atas persediaan pupuk," harapnya (ju/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons