SUMENEP - Setelah gencar diberitakan
dugaan adanya penjualan pupuk bersubsidi diatas harga eceren tertinggi (HET) di
kalangan petani, akhirnya Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Diaperta) angkat
bicara. Bahkan Disperta sendiri mengklim sampai akhir tahun 2014 mendatang,
pupuk bersubsidi untuk petani di kabupaten sumenep tetap aman. Sehingga
dipastikan dugaan tersebut tidak benar.
Berdasarkan data yang berhasil
dihimpun News Daerah, terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2014 lalu, persediaan
pupuk bersubsidi masih tersisa sebanyak 18.646 ton dari berbagai jenis puluk. Rinciannya,
pupuk jenis Urea tersisa sebanyak 8.360 ton, ZA 3.025 ton, SP 36 2.810 ton,
Ponska 2.280 ton, dan Pupuk Organik tersisa sebanyak 2.165 ton.
Sementara pada tahun 2014
ini, Kabupaten Sumenep mendapatkan jatah sebanyak 46.404 ton. Sementara yang
telah terealisasi masih sekitar 27.758 ton.
Dengan rincian Urea 16.169 ton, ZA
3.385 ton, SP 36 3.671 ton, Ponska 3.738 ton dan Pupuk Organik 795 ton.
"Melihat realisasi pupuk
yang ada, kami pastikan kota pupuk bersubsidi untuk kabupaten sumenep hingga
akhir desember mendatang dipastikan tetap aman," kata Kepala Bidang SDP
Disperta Sumenep Kurratul Aini.
Dikatakan, harga eceran tertinggi
(HET) pupuk bersubsidi untuk jenis urea Rp1.800 per kg, ZA Rp1.400 per kg, SP
36 Rp2.000 per kg, Ponska Rp2.300 per kg, pupuk organik Rp500 per
kg. "HET baik di daratan maupun di kepulauan sama. Karena untuk
kepulauan ada subsidi transportasi, sehingga harga tidak perlu lebih tinggi
dari HET," ujarnya.
Menurut Iin panggilan
akrabnha Qurratul Ainu, pupuk bersubsidi tidak boleh dijual diatas HET, meski
di kepulauan. Karena, sudah ada subsidi transportasi yang disediakan dari
pemerintah. "Ada yang menjual pupuk diatas HET, tapi bisa jadi lokasinya
jauh sehingga harus menambah ongkos transportasi lagi," jelasnya.
Untuk persediaan pupuk
bersubsidi tahun 2015, pihaknya sudah mengusulkan sebesar 40 ribu ton lebih
sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Jumlah ini sama dengan
tahun 2014 ini. "Kami sudah mengusulkan persediaan pupuk untuk tahun
2015," imbuhnya.
Pihaknya berharap, para
petani tidak gelisah atau khawatir kekurangan pupuk karena persediaan masih
cukup dan ditahun 2015 sudah disiapkan sesuai kebutuhan. "Kami berharap,
petani tidak khawatir atas persediaan pupuk," harapnya (ju/fa)
