» » Demo Tolak BBM, HMI Bakar Motor

Demo Tolak BBM, HMI Bakar Motor

Penulis By on Minggu, 23 November 2014 |



 SUMENEP - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumenep, berunjuk rasa ke kantor DPRD setempat. Mereka memprptes kenaikan harga BBM bersubsidi, dan pemberian kartu sakti sebagai bentuk konpensasi kepada masyarakat atas naiknya BBM.
Aktifis HMI melakukan long march sejauh 3 km menuju kantor DPRD setempat,  sepanjang jalan yang dilaui, mahsiswa melakukan orasi penolakan terhadap kenaikan BBM, dan pemberian kartu sakti pada masyarakat, sebagai bentuk konfensasi dari kenaikan harga BBM. Mahasiswa juga membentangkan spanduk besar bertuliskan 'HMI untuk rakyat. Kartu sakti bukan solusi', serta mendorong sepeda motor sepanjang jalan sebagai bentuk protes, dan lambang ketidakmampuan masyarakat untuk membeli BBM.
Selain itu, mahasiswa HMI juga melakukan aksi teaterikal yang menggambarkan tertindas dan sengsaranya masyarakat akibat  kenaikan harga BBM. Sementara pemerintah, hanya tersenyum melihat penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh kebijakannya.
"Coba lihat, akibat naiknya harga BBM rakyat menderita dan tertindas, rakyat Indonesia makin sengsara,”  teriak Ahmad Hanafi, Ketua Umum HMI Cabang Sumenep, Jumat (21/11/2014). 

Menurutnya, penerbitan tiga kartu sakti Jokowi, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sejahtera (KKS), yang disebut-sebut sebagai konfensasi dari kenaikan harga BBM bersubsudi, tidak menjamin menuntaskan masalah sosial di Indonesia. Pengalihan subsidi BBM dari konsumtif ke produktif  seolah menyulap keterpurukan bangsa, demikian kartu sakti yang ditebitkan pemerintah tidak memiliki payung hukum, sehingga program tersebut dianggap bentuk kebohongan yang dilakukan Pemerintah.
“Realisasi tiga kartu sakti ke daerah, khususnya Sumenep masih kita pertanyakan, kan masyarakat belum tahu, bagaimana mekanisme penggunaan kartu itu? Siapa yang berhak menerima? Dan seperti apa tolak ukurnya?, masih belum jelas kan ?. Maka dari itu kami menolak tiga kartu sakti," bebernya.
Selesai berorasi didepan kantor DPRD, aktifis HMI lalu membakar sepeda motor  yang dituntunnya sepanjang perjalanan. Aksi pembakaran sepeda motor tersebut tentu saja membuat kelabakan petugas kepolisian, dan secepat itu ia memanggil mobil pemadam kebakaran yang jaraknya hanya beberapa meter dari kantor DPRD.
Namun karena sebelum dibakar sepeda motor yang dibawa mahasiswa terlebih dahulu disirami bensin, maka api dengan cepat melalap sepeda motor tersebut. Sehingga ketika mobil pemadam tiba dilokasi, sepeda motor tersebut sudah tinggal kerangkanya saja.
Aksi pemanggilan mobil pemadam kebakaran oleh polisi, sempat memicu protes mahasiswa. Menurut mereka, tidak seharusnya aparat kepolisian memanggil mobil pemadam kebakaran hanya untuk memadamkan sepeda motor yang sengaja dibakar tersebut. "Ini salah satu bukti, aparat kepolisian tidak lagi berpihak pada mahasiswa. Mereka memanggil mobil PMK dan memadamkan sepeda motor yang kita bakar," imbuh Ahmad Hanafi.
Dikatakan, desain aksi unjuk rasa kali ini adalah aksi teaterikal, dan pembakaran sepeda motor itu hanya sebagai kelengkapan dari aksi kami. Aksi pembakaran sepeda motor sebagai bentuk kekesalan masyarakat kecil yang tidak kuat membeli BBM yang terus naik.
Pendemo kemudian ditemui ketua DPRD Sumenep, Herman Dali Kusuma. Ketua DPRD mengaku mendukung sepenuhnya aksi demo yang dilakukan mahasiswa.
"Kami telah menerbitkan rekomendasi, mendukung tuntutan adik-adik mahasiswa. Aspirasi mahasiswa kami akomodir," kata Herman Dali Kusuma, Ketua DPRD Sumenep. (di/fa)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons