SUMENEP - Minimnya gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) di
Indonesia utamanya di Kabupaten Sumenep, mendapat tanggapam sorotan dari BupatI
Sumenep A. Busyro Karim. Pasalnya, gaji PNS di Indonesia jauh lebih kecil
dibandingkam dengan negara maju lainnya.
"Kalau dibandingkan dengan negara maju, seperti
Singapur dan Amerika, gaji PNS di Indonesia memang tergolong sangat
rendah," kata Bupati Sumenep A. Busyro Karim.
Dikatakan, di dua negara tersebut gaji PNS saat ini
sudah mencapai lebih 10 juta setiap bupannya. Jika di Amerika, Gaji pokok abdi
negara sebesar Rp 30 juta setiap bulannya, jika di Singapur
saat ini mencapai
Rp 16 juta per bulannya. Sedangkan di Indonesia gaji PNS jika dihitung secara
merata dengan jumlah PNS yang mencapai 4,7 juta abdi negara, setiap tahunnya
hanya mendapatkan gaji sebesar Rp 58 juta, atau sekitar Rp 4,8 juta setiap
bulannya.
Menurut orang nomor satu dilingkungan Kabupaten
Sumenep ini, kecilnya gaji PNS diakibatkan dari sektor perekonomian yang belum stabil.
Sebab, perekonomian Infonesia dibandingkan negara Singapur yang hanya memiliki
luas wilaya sekitar 707,1, masih sangat jauh dibawahnya.
Selain itu juga, diakibatkan minimnya kreatifitas
serta lambannya pemikiran para Abdi Negara. Menurut Busyro, berdasarkan hasil
penelitian, dari jumlah PNS sekitar 4,7 juta orang se Indonesia, yang bisa
diajak berfikir demi kemajuan Indonesia kedepan, hanya sekitar 5 persen.
Sementara 95 persen lainnya, terkesan dalam menjalani
tugasnya hanya melakukan kegiatan rutinitas saja. Atau bisa dikatakan 95 persen
PNS tidak mempunyai rasa tanggungjawab terhadap jabatan yang sedang disandanya.
"Meskipun besar gaji PNS di dua negara itu, namun
minat masyarakat setempat bisa dibilang cukup kecil. Karena masyarakat setempat
kebanykan memilih menjadi pengusaha, dibandingkan menjadi PNS. Sebab, keluarga
disana bisa dikatakan berhasil mendidik anaknya, apabila bisa membuat ankanya
jadi pengusaha," terangnya
Menurutnya, walaupun gaji PNS di Indonesia terbilang
sangat rendah, namun pemikiran mayorotas warga indonesia masih banyak memilih
jadi PNS dibandingkan menjadi pengusaha. "Kalau di indonesia masih
terbilang bear minat masyarakat untuk jadi PNS. Termasuk puteranya Jokowi
(Presiden RI) masih mengikuti tes PNS walaupun tidak lulus," terangnya.
Kendati demikian, mantan Ketua DPRD dua Pereode itu
menghimbau agar semua orang yang telah diberi amanah jadi PNS, khususnya di
Kabupaten Sumenep tidak kecil hati. Sebab, dirinya akan terus mengupayakan
setiap tahunnya untuk menaikkan gaji PNS yang berada dilingkungan Kabupaten
Ujung Timur Pulau Madura ini.
Bahkan, sejak beberapa tahun yang lalu hingga saat ini
gaji PNS di Sumenep terus mengalami peningkatan. "Dari tahun 2005 lalu,
gaji PNS di Sumenep setiap tahunnya naik sebesar 6 persen," tuturnya
Bahkan, lanjut Busyro, untuk tahun 2014 kedepan, gaji
PNS di Sumenep setiap tahunnya juga akan mengalami kenaikan hingga kisaran 20
persen. Pada tahun 2014 gaji PNS di Sumenep, belanja PNS mencapai sekitar Rp
900 M, dari total APBD (Anggaran Pendapata Belanja Daerah) tahun 2014 sebesar
1,7 Triliun. "Kalau dibandingkan dengan belanja lainnya, memang gaji PNS
cukup besar menghabiskan APBD," ujarnya
Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau agar semua PNS
Khusunya yang bertugas di lingkungan Kabupaten Sumenep, kedepannya agar semakin
giat dalam bekerja. "Kami ingin PNS di Sumenep dalam menjalani tugasnya
tidak hanya terkesan menjalani rutinitas saja, malainkan harus diimbangi dengan
kreatifitas dan inovasi setiap harinya," pungkasnya. (di/fa)
