Pages

Pages

Senin, 25 Mei 2015

Baliho dan Reklame Liar Akan Ditertibkan



SUMENEP, News Daerah – Keberadaan baliho dan reklame liar yang berada di lingkungan Kota Sumenep, ditanggapi serius oleh pemerintah setempat. Bahkan tim terpadu yang salah satunya meliputi Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juga Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) akan melakukan penertipan secara paksa.
Kasi Ops Satpol PP Sumenep Moh. Saleh menjelaskan, penertiban tersebut akan dilakukan apabila penanggungjawab tidak segera mengurusi izin pemasangan reklame ke pemerintah setempat.
”Kalau pemasangan itu dinyatakan legal, pasti akmi akan tiak akan melepasnya. Tapi kalau tidak mempunyai izin kami tidak akan segan untuk mencopotnya,” katanya.
Dikatakan, pra pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015 mendatang, diyakini akan banyak baleho ataupun reklame yang tidak mempunyai izin dari pemerintah setempat. Tindakan tersebut biasanya dilakukan oleh salah satu tim yang akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah.
”Kami tidak akan tebang pilih dalam untuk menertibkan baliho yang tidak berizin,” ungklapnya.
Menruut Saleh, sebelum petugas bertindak tegas pihaknya masih akan melakukan koordinas dengan penanggungjawab, baik itu secara persuasif meupun melalui surat menyurat.
Tindakan tersebut dilakukan agar penanggungjawab segera memproses izin sebagaimana peraturan yang ada. ”Setiap pemasangan baliho atau bener itu harus mengantongi izin. Kalau tidak namanya melanggar,  sementra kalau melanggar aturan tentunya kami sebagai penegak perda akan bertindak tegas. Apalagi usaha kami tidak digubris, maka terpaksa kami lakukan pencopotan paksa,” ungkapnya.
Terpisah Sutisno salah satu pengamat politik asal Kabupaten Sumenep mengapresiasi terhadap rencana yang akan dilakukan oleh penegak perda tersebut. Hanya saja dirinya menghimbau agar petugas perda tidak tembang pilih saat melakukan penindakan.
”Kalau dilihat dari fungsinya, satpol PP harus tegas dalam menegakkan perda. Tapi kami harapkan tiak tebang pilih saat melakukan penertiban,” katanya.
Lebih lanjut Sutirsno mengatakan, potensi untuk tidak netral dalam peenrtiban tersebut dinilai sangat besar. Sebab, Incumbent dikabarkan juga akan bersaing dalam pilkada 9 Desember 2015 mendatang.
”Kecurigaan masyarakat memang seperti itu. Tpai kami yakin petugas satpol PP tetap profesional,” tuturnya. (di/fa)