Pages

Pages

Senin, 25 Mei 2015

Aktifis Tekan Panwaslu Profesional



SUMENEP, News Daerah – Salah satu aktifis mahasiswa Sumenep Qusyairi mengingatkan agar komisioner Panitian Pengawas Pemilu (Pawaslu) Sumenep, profesioanal dalam melakukan tahapan rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilkada tahun 2015.
”Kami tidak mau dengar ada persoalan yang muncul dalam rekrutmen Panwascam kali ini. Makanya Komisioner harus benar-benar profesioanal sesuai aturan main yang ada,” kata Quayairi.
Dikatakan, beberpa hari yang lalu dalam rekrutmen panitia pemilihan kecamatan (PPK) yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep ditengari banyak indikasi kejanggalan. Salah satunya adanya salah satu petugas parpol yang masih lolos jadi anggota PPK.
Selain itu juga KPU ditengari banyak menerima titipan, baik dari oknum perseorangan, organisasi, maupun oknum pejabat. Sehingga kredibilitas dan kapastias PPK yang lulus diragukan.
”Saya tidak ingin hal itu terjadi dalam rekruktmen Paswascam ini, jika itu terjadi, kami pastikan akan menggugatanya meskipun sampai ke PTUN,” terangnya.
Menurut Qusyairi, dirnya meninta agar setiap pelaksanaan pengumuman setiap kali seleksi dilakukan, agar panitia mencantumkan nilai atau skor masing-masing peserta. Sehingga tidak menimbulkan penilian picik dari masyarakat. Sebab sesuai yang dimanahkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan publik, semuanya harus dilakukan secara transparan.
”Nilai itu yang menajadi tolaok ukur nantinya. Jadi, kalau nilai itu tidak ditampilkan, maka dipastikan rekrutmen itu penuh kecrtangan. Karena tolak ukurnya panitia sudah tidak jelas,” pintanya.
Sementara Ketua Komisioner Panwaslu Sumenep Anwar Nuris mengatakan, jika rekrutmen yangtelah dilalui, mulai seleksi adminitrasi maupun tes tulis yang dilakukan hari ini (Kemarin) sudah berdasarkan peraturan yang ada.
Disinggung soal adanya titipan dan yang lain,  pihaknya memasitikan tidak adak pernah ada istilah titipan, baik itu dari kalangan organisasi maupund dari salah satu oknum pejabat. ”Kalau titipan dari Allah ada, tapi kalau dari yang lainnya kami pastikan tidak ada,” tegasnya.