Sumenep, News Daerah – Sedikitnya dua Pegawai Negeri Sipil
(PNS) yang bertugas dibawah naungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, terjaring
razia yang dilakukan oleh personel satuan polisi pemaong praja (Satpol PP)
setempat, Selasa (14/4). Mereka kedapatan sedang keluar kantor saat jam dinas
tanpa surat rekomendasi dari atasannya.
Dua abdi negara yang terjarng razia itu salah
satunya LY (Inisial Perempuan) yang berprofesi sebagai tenega pendidik di
Kecamatan Dasuk. Dia tidak masuk kantor
berdalih sedang membelikan obat untuk anaknya yang saat ini sedang sakit.
Kepala Kantor Satpol PP Sumenep Abd. Madjid
melalui Kasi Ops Satpol PP Sumenep Saleh mengatakan, dalam razia kali ini khusus untuk menjaring para abdi negara yang bolos atau berada di luar kantor tanpa izin resmi dari pimpinannya.
melalui Kasi Ops Satpol PP Sumenep Saleh mengatakan, dalam razia kali ini khusus untuk menjaring para abdi negara yang bolos atau berada di luar kantor tanpa izin resmi dari pimpinannya.
"Razia yang kami lakukan itu guna
menegakkan kedisiplinan di kalangan PNS. Dalam razia pada Senin ini terjaring dua
PNS yang berada di luar kantor tanpa izin resmi dari pimpinannya," katanya.
Tempat yang menjadi sasaran dalam operasi
kali ini adalah tempat keramian diduga sering dijadikan tempat para PNS ’Nakal’.
Sepertihalnya di mini market, pasar tradisional dan juga warung makan dan
tempat keraiamaian yang lainnya.
”Razia ini merupakan agenda rutinitas yang
dilakukan setiap saat dengan cara mendadak dan bersifat rahasia. Kami juga
telah meminta pimpinan SKPD untuk menerbitkan atau mengeluarkan surat tugas
resmi bagi stafnya, jika memang harus berada di luar kantor pada jam kerja demi
kepentingan dinas,” ungkapnya.
Menrutut saleh, jika pada waktu jam kerja PNS
yang bertugas di berbagai SKPD yang tertangkap tangan tanpa surat resmi dari pimpinannya
akan dianggap bolos.
"Dari hasil razia ini semua identitas
mereka akan didata dan nantinya akan diserahkan kepada pimpinan SKPD
masing-masing. Untuk sanksi bagi PNS yang terjaring razia oleh kami, diserahkan
kepada pimpinan SKPD," terangnya.
Sementara Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi
PKS Jubriyanti meminta agar petugas satpol pp tidak hanya melakukan razia di
perkotaan, melainkan juga melakukan razia sampai ditingkat kecamatan. ”Harapan
kami demikian. Karena tidak menutut kemungkinan perbuatan serupa juga terjadi
di tingkat kecamatan,” katanya. (ND/Fa)

.jpg)
