Sumenep, NewsDaerah
– Sungguh tega MT (35) warga Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, telah
membacok adiknya sendir GF (27) yang masih adik kandingnya sendiri, Minggu
(15/3) sekitar pukul 15.00 di rumahnya sendiri.
Pantauan
NesDaerah, situasi di Kecamatan ganding yang awalnya tenang menjadi
gaduh lantaran aksi MT. Bahkan saat kejadian, tidak seorangpun ynag berani
melerai aksi MT terhadap aekinya.
Sehingga
aksi MT terhadap adeknya berjalan mulus. Bahkan saat petuagas kepolisian juga
berhasil mencegah ajksi MT tersebut. Baru aksi MT bisa dilerai setelah petugas
dari Koramil Ganding melerainya.
Akibat
kejadian itu, GF mengalami luka sekujur tubuhnya, diantanya bagian kepala,
Lengan Kiri dan pundaknya.
"Kejadiannya
sekitar pukul 14.00, kurang tahu motifnya,
tibai tiba pelaku membacok adiknya
saat tidur dalam kamar," kata Sura'ei (35), tetangganya korban.
Selain
membatai Adinya, dua orang yang tak lain masih famili MT menjadi korban
pembantaian, yakni UN (32) sepupunya dan SY (45) bibinya sendiri. Akibatnya, UN
mengalami luka dibagian lengan, sedangkan SY keempat jari tangnya dikabarkan
naris putus akibat sabetan benda tajam.
Sura’e
mencaritakan, saat korban diketahui pelaku sedang tidur pulas dalam kamarnya.
Sehingga pelaku yang sudah lama menyimpan dendam pada adiknya, langsung
mengambil parang dan membacokkan pada tubuh adiknya.
Mendapat
serangan mendadak dari kakaknya, korban tidak mampu memberikan perlawanam dan
berlari keluar kamar. Namun oleh pelaku, korban terus diburu sambil tubuhnya
dibacok dengan parang.
Melihat
sepupunya dibantai kakaknya sendiri, UN mencoba melerainya, dengan cara
memegangi pelaku. Tapi ia juga mendapat bacokan pada lengan kanannya.
Sementara
SY juga turun ke gelanggang untuk memecah pertikaian mereka. Namun apes empat
jari tangan kanannya nyaris putus terkena sabetan pedang pelaku. "Baru
setelah tiga korbannya berteriak minta tolong, masyarakat sekitar berdatangan
dan meringkus pelaku, dserta menyerahkannya ke polsek, sedang masyarakat yang
lain memberikan pada korban," ungapnya
Kepala
Desa ketawang Larangan, Kecamtan ganding Zaeni membenarkan kejadian tersebut.
”Benar tadi ada warga kami yang membacok adiknya sendiri. Tapi saya tidak tahu
persisi kejadiannya, karena saya baru tahu setelah usai istirahat dirumah,”
katanya.
Sementara
Kapolsek Ganding AKP Juhari juga membenarkan kejadian tersebaut. Hanya saja
dirinya tidak bisa memberikan kejelasan soal motif kejadian tersebut. Sebab,
kasus tersebut sudah ditangani Polres Sumenep. ”Memang benar. Bahkan petugas
kami telah usai melakukan oleh TKP (Tempat Kejadian Perkara). Jad, kalau untuk
motifnya lebih jelasnya konformasi langsun ke Polres saja,” katanya
Sementara
saat ini ketiga korban sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit
Daerah (RSD) dr. Moh. Anwar Sumenep. Sementara motif kejadian tersebut hingga
berita ini ditutunkan masih belum diketahi, pasalnya pihak kepolisian polres
sumenep tengah memelakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari sejumlah
sejumlah saksi, termasuk tersangka. Sementara TKP saar ini sudah dipasangi
garis polisi.(di/fa)


