SUMENEP – Setelah dua tahun pembanguan pasar anum yang
baru mengakrak, kini pembangunan untuk korban eks kebakaran pasar tahun 2007
akan segera dilanjutkan. Pembanguan kelanjutan pasar tersebut akan dilanjutkan
sekitar awal mulan maret 2015 mendatang. Sementara anggaran untuk pembanguannya
perkirakan membutuhkan anggran sekitar Rp 14,1 Miliar.
”Kalau tidak ada halangan, insyaallah pada bulan
Maret 2015 pembangunan pasar anom yang baru akan dilanjutkan kembali. Itu kami
dapat informasi dari Kepala DPPKA barusan,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD
Sumenep Juhari, Senin (2/2).
Diaktakan, saat ini proses tender pekerjaan pembanguan
itu
sudah selsai dilakukan. Sehingga dipastikan pembanguan pasar anum itu
berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
”Kalau angrannya, bersumber dari dana APBD, yakni pada
tahun 2011 sebesar Rp 8,1 Milliar, dan APBD tahun 2013 Sebesar Rp 6 Miliar,”
terangnya
Proses tender ulang tersebut, lanjut Juhari, karena
masih ada beberapa aspek yang perlu dirombak dan dirubah, sehingga pedagang
yang akan menempati pasar tersebut mau menerimanya.
Selain masalah kesalahan bestek, kendala paling
menonjol dalam pembangunan pasar anom baru tersebut, adalah tidak maunya
pedagang menempati kios yang sudah dibangun oleh pihak rekanan. Hal itu
dikarenakan, dalam pembangunan pasar anom tersebut banyak memiliki kekurangan,
seperti pintu masuk pasar hanya dua, ponten hanya empat, dan ruas jalan menuju
kios tidak memadai.
”Sebenarnya bukan masalah ketidak sesuaian
bestek saja yang jadi penghambat molornya pembangunan pasar anom baru,
melainkan karena paguyuban pasar banyak yang tidak mau menempatinya, alasannya
karena banyak kekurangan,” papar Juhari.
Hal itu diketahui setelah dilakukan mediasi
antara pemerintah dengan paguyuban pasar, para pedagang siap menempati pasar
itu, asal pemerintah mau merubah pembangunan pasar sebagaimana yang dikehendaki
pedagang. Bila hal tersebut dipenuhi, pemerintah diminta segera melanjutkan
pembangunan pasar anom baru yang sempat mangkrak itu.
Kepala Dinas Pendatapan, pengeloaan, Keuangan dan Aset
(DPPKA) Sumenep Carto terkesan menutuup diri soal kelanjutan pembanguan pasar
anum yang baru. Bahkan, carto terkesan
menghindar dari kejaran media saat akan memina konfirmasi. ”Silahkan saja
kondormasi kepada Komisi B,” katanya saat sejumlah wartawan berusaha meminta
konfirmasi usai bertemu dengan komisi B DPRD setempat keamrin.
Sebelumnya, Komisi B DPRD Sumenep mengaku
melakukan sidak ke lokasi pembangunan pasar anom baru tersebut, dan pihaknya
mengaku prihatin dengan kondisi sekitar pasar yang terkesan sembraut dan kumuh.
Sehingga Komisi B memanggil Kepala DPPKA untuk mempertanyakan kelanjutan
pembangunan pasar anom baru. (df)

