» » Polisi Bidik Pelaku Penganiayaan

Polisi Bidik Pelaku Penganiayaan

Penulis By on Selasa, 02 Juni 2015 |



SUMENEP, News Daerah – Motif tewasnya Said (40), Warga Desa Telaga, Kecamatan Ganding, yang diduga korban penganiyaan hingga saat ini masih belum terkuak ke permukaan. Saat ini pihak kepolisian Polres Sumenep, terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelakunya.
"Untuk pelaku dan motif terbunuhnya Said itu, hingga saat ini masih belum diketahui,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Saubag Humas Polres Sumenep, AKP Zainuddin.
Menurutnya, saat ini pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan saksi-saksi. Itu dilakukan untuk mengungkap motif dan pelaku korban yang diduga dianiaya. "Untuk penyelidikan tetap kami lakukan, saat ini sudah tiga orang saksi yang kami periksa, termasuk dari keluarga korban itu sendiri," terangnya.
Mantan Kapolsek Ganding itu juga ini inten melakukan komonikasi dengan pihak aparat Desa Telaga, Kecamatan Ganding. Hal itu dilakukan untuk mempermudah penyelidikan yang dilakukan selama ini. ”Komonikasi tetap jalan, bahkan kemarin kami telepon Kepala Desanya (Abdul Hadi), dia mengaku siap untuk membantu aparat saat penyelidikan berlangsung,” ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Sumenep, Jawa Timur, Iptu I Gede Pranata Wiguna. ”Kami akan berupaya untuk memberikan pelayanan yang optimal. Tapi kami sarankan agar warga tidak melakukan tindakan yang dapat melawan hukum, biarkan kasus ini pasrahkan pada petugas saja,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Warga Desa Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, Ahad (31/5/2015) digegerkan penemuan sesosok mayat Laki-Laki dilahan pertanian milik Lihaki (35) warga setempat, sekitar pukul 02.15 dini hari.
Mayat yang diketahui bernama Said (45) Warga Desa Telaga, Kecamatan Ganding itu, saat ditemukan kedua paha hingga kakinya dipenuhi darah. Diduga matinya Said merupakan korban penganiayaan, sebab dipaha kanan korban terdapat luka bekas tusukan benda tajam. Selain itu, ke selatan sekitar 150 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan bercekan darah dan bongkahan batu yang dipenuhi darah. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons