SUMENEP, News Daerah – Motif tewasnya Said (40), Warga
Desa Telaga, Kecamatan Ganding, yang diduga korban penganiyaan hingga saat ini
masih belum terkuak ke permukaan. Saat ini pihak kepolisian Polres Sumenep,
terus melakukan penyelidikan untuk menemukan pelakunya.
"Untuk pelaku dan motif terbunuhnya Said
itu, hingga saat ini masih belum diketahui,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Rendra
Radita Dewayana, melalui Saubag Humas Polres Sumenep, AKP Zainuddin.
Menurutnya, saat ini pihak kepolisian terus
melakukan penyelidikan, dan pemeriksaan saksi-saksi. Itu dilakukan untuk
mengungkap motif dan pelaku korban yang diduga dianiaya. "Untuk
penyelidikan tetap kami lakukan, saat ini sudah tiga orang saksi yang kami
periksa, termasuk dari keluarga korban itu sendiri," terangnya.
Mantan Kapolsek Ganding itu juga ini inten
melakukan komonikasi dengan pihak aparat Desa Telaga, Kecamatan Ganding. Hal
itu dilakukan untuk mempermudah penyelidikan yang dilakukan selama ini.
”Komonikasi tetap jalan, bahkan kemarin kami telepon Kepala Desanya (Abdul
Hadi), dia mengaku siap untuk membantu aparat saat penyelidikan berlangsung,”
ungkapnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Kasat Reskrim
Polres Sumenep, Jawa Timur, Iptu I Gede Pranata Wiguna. ”Kami akan berupaya
untuk memberikan pelayanan yang optimal. Tapi kami sarankan agar warga tidak
melakukan tindakan yang dapat melawan hukum, biarkan kasus ini pasrahkan pada
petugas saja,” ungkapnya.
Untuk diketahui, Warga Desa Rombiya Barat,
Kecamatan Ganding, Sumenep, Jawa Timur, Ahad (31/5/2015) digegerkan penemuan
sesosok mayat Laki-Laki dilahan pertanian milik Lihaki (35) warga setempat,
sekitar pukul 02.15 dini hari.
Mayat yang diketahui bernama Said (45) Warga
Desa Telaga, Kecamatan Ganding itu, saat ditemukan kedua paha hingga kakinya
dipenuhi darah. Diduga matinya Said merupakan korban penganiayaan, sebab dipaha
kanan korban terdapat luka bekas tusukan benda tajam. Selain itu, ke selatan
sekitar 150 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan bercekan darah
dan bongkahan batu yang dipenuhi darah. (di/fa)
