SUMENEP, News Daerah – Anggtoa Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi
mengatakan, proyek perbaikan jembatan Kali Saroka, Desa Saroka, Kecamatan
Saronggi, merupakan proyek misterius. Sebab, perbaikan jembatan yang dibangun
melalui dana APBN (Anggran Pendapatan dan Belanja Negara) tahun anggaran 2015
senilai Rp 5 miliar itu, sampai detik ini tidak ada pemberitahuan kepada
pemerintah daerah, selaku wilayah yang ditempati pekerjaan mega proyek tersebut.
”Setelah kami koordiniasi dengan SKPD (Satuan
Perangkat Daerah) di Sumenep, tidak ada pemberitahuan. Bahkan juga tidak ada
papan namanya. Maka tidak salah jika kita menganggap jika proyek itu misterius,”
kata politisi Hanura itu.
Katanya, mestinya pemerintah pusat maupun
pihak rekanan sebelum melakukan pekerjaan tersebut melakukan koordinasi dengan
pemerintah daerah sebagai lokasi pekerjaan.
Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai uapaya untuk
mepermudah pengawasan. Sehingga, ketika pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung
keluar dari juknsi yang telah ditentukan oleh pengelola anggaran, pemerintah
daerah bisa menegurnya.
Lebih lanjut Politisi asal daerah Pemilihan (Dapil)
dua mengatakan, saat ini daerah terkesan hanya dijdikan tempat pembuangan
proyek, untuk menggali keuntungan yang sangat banyak. Sebab, banyak proyek yang
dibiayai APBN maupun APBD tingkat I Provisni Jawa Timur, yang mangkrak.
Salah satunya proyek pengadaan gedung silo
jagung dan ressi gudang uang ada di Kecamatan Bluto dan Kecamatan Ganding. Bahkan,
gudang rumput laut yang berada di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, juga tidak
jelas pengelolannya.
”Ini yang saya sesalkan, setiap proyek yang
bukan dari daerah, malah tidak koordinasi. Bahkan terkadang baru ada kordinasi
setelah ada permasalahan. Itupun setelah serah terima selesai dilakukan,”
terangnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan
Sumenep Eri Susanto belum bsia dimintai konfirmasi. Hanya saja sebelumnya Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sumenep, Edi Rasiyadi sebelumnya
mengatakan, pihaknya mengaku tidak bisa memberikan komentar, sebab pekerjaan
tersebut didanai oleh APBN. ” Maaf, Mas, saya ndak tahu nama
pelaksana dan biayanya karena pelaksana dari P2JN dan dana APBN,” terangnya. (di/fa)
