SUMENEP, News Daerah – Sejumlah warga Desa Lombang,
Kecamatan Gili Genting, Pulau Gili Raja, diresahkan maraknya aksi penambangan
pasir liar. Sebab, akibat aksi penambangan secara ilegal itu telah merusak
lingkungan sekitar.
Pantauan, eksotis pantai yang berda di ujung timur Pulau Gili Raja, Kecamatan
Gili Genting, porak poranda akbiat tegerus abrasi laut. Bahkan, saat ini pantai
yang dulunya dipenuhi pasir putih, namun saat ini tinggal batu karang akibt
tergerus abrasi laut hingga sekitar 1000 meter ke arah barat.
Tidak hanya itu, sejumlah pemakaman nenek
moyang warga setempat banyak yang hancur, bahkan sudah banyak yang hilang bak
ditelan ombak. Bahkan, jika aksi penambaangan pasir itu tetap dilakukan, maka
tidak menutut kemungkinan lahan pegaraman milik warga setempat yang hanya
berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai juga akan sirna.
”Saat ini eksotis pantai ini sudah tidak
seperti lima
tahun yang lalu. Bahkan diujung utara satu rumah warga nyaris
rapuh akibat abrasi air laut. Itu disebabkan karnea maraknya penambang pasir,”
kata salah satu wrga setempat Heriyanto.
Dikatakan, meskipun sejumlah tokoh pemuda dan
juga tokoh masyarakat telah melakukan sosialisasi, namun aksi penambangan pasir
tetap marak dilakukan. ”Hasil penambangan pasir yang dilakukan itu dijual
terhadap warga seharga Rp 385 ribu per dua pickup atau per kojan untuk
kepentingan pembangunan,” terang Ketua Forum Gerakan Rakyat Lombang Sjahtera
(F-Gerbang Sejahtera) itu.
Dirinya selaku warga setempat menghimbau agar
pemerintah daerah tidak tutup mata terhadap peristiwa yang terjadi di pantai
Desa Lombang itu. Sebab, jika dibiarkan, maka Pulau Gili Raja akan hilang
seperti Pulau Kramat yang saat ini tinggal batu karangnya saja. ”Ini harapan
terbesar kami,” terangnya.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep Indra Wahyudi
mengaku sangat menyayangkan hal itu terjadi. Sebab, keberadaan keindahan pantai
diseluruh wilayah yang berada di Kabupaten Sumenep harus dilestarikan dan dijaga
ke eksotisannya. Hal itu dikarenakan pantai termasuk salah satu aset pemerintah
daerah.
”Kualitas pasirnya memang sangat bagus
dibandingkan dengan kualitas pasir di wilyah pantura. Tapi kenapa kok selalu
ditambang, padahal kalu ini dijaga dan dilestarikan dengan baik, bisa menjadi
akses wisata yang sangat bagus seperti tempat wisata di berberapa kota maju
lainnya,” katanya.
Sementara kasi samapta dan sarana vital
Satpol PP Sumenep Herman Irawan, mengakui jika saat ini kerusakan pantai di
Desa Lombang, memang sangat parah dibandingkang dengan sejumlah dengan kondisi
pantai yang lain.
”Ini kami baru tahu kondisi yang sebenaranya.
Kami kedepannya kami akan gencar melakukan patroli runtin ke sana, dan bila
kami patroli menemukan penambang beroperasi, maka kami tidak akan segan-segan
menangkapnya, serta akan memproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.
Bahkan dalam oprasi yang akan dilakukan itu,
pihaknya akan bekerjasama dengan sejumlah instansi kepemeritntahan dan juga
aparat penegak hukum, seperti BLH (badan Lingkungan Hidup), DKP (Dinas Kelautan
dan Perikanan), Pol Airut dan juga TNI.
”Kita
tidak akan main-main dengan pelaku penambangan, karena efeknya sangat berbahaya
bagi lingkungan dan kehidupan orang lain, pokoknya bila yang tetangkap akan
kami proses sesui peratruan yang berlaku,” pungkasnya. (di/fa)

.jpg)
.jpg)